Kakak Serasa Majikan

Kakak Serasa Majikan
Episode 9


__ADS_3

Karena sedang ujian,pukul 11.30 wib ana sudah ada di rumah,begitu sampai di rumah ana langsung masuk kamar,selain ingin belajar buat ujian besoknya,ana mau lihat sama nggak jawaban ujian tadi dengan yang ada di buku ana di rumah.


senyum ana mengembang ketika ternyata jawaban-jawaban yang ana jawab di ujian tadi hampir sama semua.


Yes,jawabanku kayaknya hampir benar semua,kalau nggak dapat seratus,dapat sembilan lima,awal ujian yan menyenangkan batin ana tersenyum bahagia.


Tapi sayangnya kebahagian ana nggak bertahan lama.senyum yang terukir indah menjadi senyum yang sendu,ketika ana di kagetkan oleh suara yang sangat menjengkelkan dari mulut tika kakaknya ana.


Hebat kamu ya ana,pulang sekolah cepat,bukannya langsung ke dapur mala enak-enakan di kamar macam tuan putri saja marah tika pada ana sambil melotot kan matanya,karena kakaknya yang buka pintu kamarnya tanpa mengetuk dulu dan buka pintunya dengan kencang,jadilah ana kaget banget dan membuat buku yang sedang di bacanya terlepas.


nggak bisa apa kak ketuk pintu dulu dan bicara pelan-pelan,apa kakak nggak malu di dengar tetangga,di mana sopan santun kakak waktu belum menikah,beda banget sama keadaan sekarang,protes ana panjang lebar.


Ngapain kakak sok jaga sopan santun,kakak itu sudah menikah,kata orang-orang sudah laku,jadi untuk apa sok kalem dan lemah lembut kayak dulu kata tika pada ana.


Sudah cepat kamu ke dapur,masak yang enak,kakak sudah lapar ni,awas ya nggak pakai lama.kayak tuan putri saja pulang sekolah langsung masuk kamar kata tika lagi pada ana.


Ana tu belajar buat besok kak,jadi wajar ana langsung masuk kamar pulang sekolah,lagian ngapain saja kakak dari pagi kok bisa belum masak,jawab ana sedikit ketus pada kakaknya.nggak usah banyak tanya dan protes kamu ya,sana pergi ke dapur,tu ikan pun sudah kasih bumbu sama ibu,tinggal goreng,di suruh kerjaan gampang saja banyak protes,mau kamu kakak suruh cari uang jajan biar kamu nggak bawel lagi,dasar adik tidak tauh diri,tauh agama tapi suka melawan kakaknya,dengan nada suara yang tinggi dan tambah marah tika pada ana,akibat perkataan ana yang di anggapnya sudah merani melawan dia sebagai kakaknya.akhirnya tanpa sepatah kata pun ana langsung pergi ke dapur meninggalkan kakaknya yang lagi marah-marah di kamarnya.percuma melawan,ujung-ujungnya aku juga yang kena gumam ana sambil berjalan ke dapur.

__ADS_1


Di dapur biarpun ana nggak terlalu bisa masak,tapi ana tetap masak sesuai dengan perintah sang kakak,untunglah ana punya ibu yang baik,sebelum ke pasar jualan ikan,semuanya sudah di siapkan oleh bu linda biar anak-anaknya gampang mengerjakannya.


padahal itu di siapkan bu linda biar tika yang masak,sebagai anak sulung dan sudah punya suami seharusnya tika yang mengerjakannya,begitulah pemikiran bu linda sebagai seorang ibu.Tapi karena ana lagi ujian dan cepat pulang sekolahnya,maka makan siang yang seharusnya tika yang kerjakan tidak tika kerjakan,tika sengaja menunggu ana pulang karena tika tauh adiknya itu lagi ujian,jadi sudah pasti pulangnya cepat,tika memberikan semua pekerjaan yang harusnya dia yang kerjakan kepada ana,memerintah dan menyuruh ana sesuka hatinya


Sudah pulang kamu nak tanya bu linda pada ana, yang berhasil membuyarkan lamunan ana yang sedang fokus memasak.


melihat ke arah ibunya,ana bukannya menjawab pertanyaan ibunya tapi mala ana balik nanya sama ibunya,kok ibu cepat pulangnya,emang ayah tadi malam sedikit ya bu dapat ikannya.


kamu ini ibu tanya maka balik nanya,harusnya jawab dulu pertanyaan ibu,kata bu ana yang pura-pura sedih dan cemberut di hadapan ana.ok ibuku yang cantik dan baik budi,ni ana jawab ya pertanyaan ibu,ana kan lagi ujian jadi pulang sekolahnya cepat,jawab ana pada ibunya sambil tersenyum manis pada ibunya.


hehehe ibu lupa nak sambil cengengesan bu linda bilang pada ana.sebenarnya Alhamdulillah nak tangkapan ayah agak banyak,tapi tadi ada dokter rita yang tugas di puskesmas kampung kita itu loh nak,katanya mau ada acara di rumah mertuanya jadi ikan jualannya ibu di borongnya semua,makanya ibu cepat pulangnya dengan wajah sumringah bu linda bercerita pada ana.


lagi asyik masak dan bercanda,bu linda dan ana di kaget kan oleh yudi dan nando yang masuk dapur sambil kejar-kejaran,stop jangan kejar-kejaran di dapur,nanti kena minyak panas kata ana mengingatkan adik-adiknya.


iya bos,kami lapar bos kata yudi dan nando pada ana sambil hormat sama ana yang menirukan hormat tentara,maklumlah yudi cita-citanya pengen dewasa nanti jadi tentara.


nonton tv saja dulu nak,bentar lagi mateng,kak ana lagi masak sayurnya kata bu linda pada ke dua anaknya.siap ibu cantik sambil berlalu pergi yudi dan nando memberi hormat.ada-ada saja monolog bu linda sambil tersenyum melihat ke dua anak laki-lakinya yang pergi ke depan tv sambil kejar-kejaran seperti saat mereka masuk dapur tadi.

__ADS_1


Selesai masak ana menyiapkan semuanya,dari piring makan,mangkok cuci tangan dan juga gelas buat minum pun sudah ana isi dengan air minum.tanpa di panggil kedua orang adik ana yudi dan nando sudah ada di dapur,karena sudah sangat lapar mereka suka gantian mengintip ibu dan kakaknya yang lagi memasak,maka mereka tauh kalau ibu dan kakaknya sudah selesai memasak,tanpa di panggil mereka berdua sudah duduk manis di dapur untuk makan.


hebatnya adik-adik kakak kalau makan number one hehehe canda ana pada ke dua adiknya.wa iya kak kami kan masih dalam masa pertumbuhan jadi harus banyak makan dan harus tepat waktu,jawab yudi ikut candaan ana kakaknya.


Yudi,nando,kamu tu ya main nyelonong saja ke dapur nggak ngajak-ngajak kakak,padahal kalian lewat kamar kakak,kalau makan lupa segalanya,marah tika pada yudi dan nando yang berhasil mengagetkan bu linda,ana,yudi dan nando.


kamu itu ya tika,bisa nggak sehari saja nggak marah-marah sama ke tiga adik kamu,apa lagi ana,selalu kamu marahi,padahal apa yang kamu suruh semua sudah di kerjakan ana,tugas yang harusnya kamu kerjakan mala ana yang kerjakan,punya hati nggak sih kamu,kata bu linda agak marah sama tika karena tika marah-marah pada yudi dan nando,bu linda juga tauh kalau anak suka di marahi tika biarpun bu linda kadang jualan ikan di pasar sampai sore .


ibu-ibu dengan suara agak meninggi tika menjawab ibunya,ini ni yang membuat adik-adik suka melawan tika sebagai kakaknya,ibu suka belain mereka,dan itu tepat di depan mereka,besar kepala jadinya.


tika kamu itu sudah kelewatan,uang jajan adik-adik kamu di kurangi,marah-marah terus kerjaannya,kata bu linda lagi pada tika.


sudah bu ayo kita makan,kasihan yudi dan nando dari tadi sudah kelaparan ana menyadarkan ibunya biar nggak berlanjut bertengkar sama tika kakaknya,karena kalau aduh mulut sama kakaknya,sudah pasti mereka kalah telak karena kakaknya itu sangat pintar membalikkan kata-kata


sok bijak gumam tika yg masih bisa di dengar oleh bu linda dan ke tiga orang adiknya,tapi mereka memilih diam dan fokus makan,bertengkar nggak bisa bikin kenyang itu kata hati mereka


itulah hebatnya bu linda dan ke tiga anaknya,lebih memilih sabar menghadapi tika yang sangat emosian,sebagai anak sulung harusnya tika lah yg punya sifat lebih penyabar,ini mala ana yang selalu mengalah karena punya kesabaran tinggi.

__ADS_1


sabar ya ana,semoga di masa depan kamu jadi anak yang sukses,aamiin do'a dari author


__ADS_2