
Setelah beberapa menit kemudian datang lah orang yang menjemput Shana, " Nona, ayo kita berangkat" kata orang yang jemput Shana, "A.. ayo, Shana harus panggil apa nih?" kata Shana, "Shana panggil bang aja, kalau manggil om kan lucu orang masih muda gini di panggil om" kata orang yang menjemput Shana bernama Trian. "Oke bang, oh iya bang nama abang siapa nih?" tanya Shana, "Oh iya lupa, nama abang Trian dan nama kamu Shana kan" kata Trian, "Iya bang, tadi kan aku dah bilang, gimana sih bang udah mulai pikun ya" kata Shana mengejek Trian, "Abang ngak pikun tau, masih muda juga gak mungkin pikun. Abang cuma basa basi doang" kata Trian, "Iya aja deh biar cepat" kata Shana, "Kenapa harus cepat cepat Shana? kita santai aja ngak usah buru buru" kata Trian, "Bang aku udah ngak sabar tau mau latihan bela diri" kata Shana dengan penuh semangat sambil menarik Trian keluar menuju keluar.
Sampe lah Shana dan Trian ke luar "Shana sabar dong" kata Trian, "Ngak bisa bang aku sudah ngak sabar mau latihan" kata Shana, "Nanti capek loh kalau pas latihan jadi ngak usah buru buru" kata Trian, "Capek kenapa bang" kata Shana, "Kan memang capek Shana, emang Shana gak tau?" kata Trian, "Ngak tau bang kata kak Risya nanti ada yang jelasin sama Shana, Shana itu gak sabar gimana sih bela diri itu? makanya Shana gak sabar mau latihan" kata Shana, "Ohhh, jadi Shana gak tau bela diri ya Tapi kok ngak di kasih tahu bang Rino pikun kali ya" kata Trian. "Mungkin bang sama kayak abang sama kak Risya pada pikun semua. " Apa jangan jangan Pikun menular ya bang?, Shana jadi takut ketularan" kata Shana dengan takut ketularan pikun, Shana memang mendengar percakapan antara Risya dan Rino tadi.
Mencubit pipi Shana "Shana pikun ngak menular tau jangan berpikir aneh ya, kamu kok lucu banget sih" kata Trian karna melihat ekspresi Shana, "Sakit tau bang Trian, kan merah pipi Shana, ngak mau tau obatin" kata Shana, "Sini sini biar abang obatin" kata Trian, Shana pun makin mendekati Trian dan Trian meniup niup pipi Shana "Udah abang obatin tuh" kata Trian, "Cuma di tiup tiup doang Shana juga bisa bang" kata Shana mencoba meniup pipi nya tapi tidak bisa. "Kata nya bisa padahal enggak" kata Trian, "Bisa kok ini terasa kok tiupan nya walaupun sedikit" kata Shana, "Itu gak bisa Shana" kata Trian mencubit pipi sebelah lagi. "Bang Trian sakit tau, nanti kasih tahu kak Risya aja deh biar abang di marahi kak Risya" kata Shana dengan kesal karena pipi nya di cubit lagi. "Eh..eh jangan dong Shana, Shana kan orang nya baik mana tega Shana orang di marahi kan" kata Trian memohon kepada Shana.
__ADS_1
"Ngak mau" kata Shana pura pura ngambek, "Jangan dong Shana kak Risya tuh marah serem loh, please" kata Trian dengan memohon dan menunjukkan muka imut nya. " Iya iya deh bang, Shana cuma bercanda kok" kata Shana. "Shana memang baik deh" kata Trian sambil mengelus kepala Shana. "Yaudah ayok dong bang, kita asik ngomong aja ngak berangkat berangkat" kata Shana "Oh iya ya, kan Shana yang ngajak ngomong" kata Trian membuka pintu mobil" kata Trian dan Shana masuk di ikuti Trian masuk ke dalam mobil. "Kan fiks abang emang pikun kan abang yanga ngajak ngomong kan Shana tadi narik narik abang biar cepat berangkat, Sabar kan saya ya Tuhan untuk menghadapi orang orang pikun di sekitar Shana" kata Shana, "Oh iya ya, abang ngak pikun loh Shana cuma lupa aja, Shana kamu lucu banget sih banyak banget ekspresi kamu" kata Trian yang ingin mencubit Shana tapi sudah di halangin Shana dengan menutupi muka nya jadi Trian mengacak acak rambut Shana. " Abang ini ih Shana dah tutup mula biar gak di cubit pipi nya, sekarang rambut aku di rusak" kata Shana dengan cemberut" kata Shana, "Sialnya kamu lucu banget tahu jadi abang pengen cubit kamu" kata Trian.
" Lucu lucu kalau gini terus pipi Shana bengkak tahu karna abang cubit tahu. Abang ngak boleh cubit pipi Shana lagi kalau cubit lagi atau mengacak acak rambut Shana. Aku bilang ke kak Risya biar kakak di marahin" kata Shana, "Jangan dong, abang janji deh" kata Trian, "Janji?" kata Shana menjulurkan jari kelingking nya dan Trian menerima julurab kelingking Shana "Janji" kata Trian. "Kalau gak khilaf ya" guman Trian, "Apa kata abang" kata Shana, "Abang cuma bilang bentar lagi kita nyampe" kata Trian dengan bohong, "Serius bang? jadi ngak sabar" kata Shana, "Iya Shana kita entar lagi nyampe" kata Trian.
Jarak rumah ke markas memang tidak terlalu jauh. Dan akhirnya mereka pun sampai "Ayok Shana kita sampe" kata Trian, "Ayo bang" kata Shana. Mereka pun turun Shana melihat banyak orang. Orang itu menyambut kedatangan Shana dan Trian " Selamat datang tuan Trian dan nona Shana" kata orang yang menyambut mereka. "Mereka siapa bang? kok bisa kenal Shana?" tanya Shana, "Orang yang bekerja disini, tadi abang bila kalau abang datang bawa Shana" kata Trian, "Oh begitu bang" kata Shana, " Iya Shana" kata Trian. Shana pun menyapa orang di situ dengan senyuman dan orang di sana juga membalas juga dengan senyuman. Trian memegang tangan Shana dan menariknya keliling markas dan menjelaskan tentang markas dan menjelaskan tentang bela diri. Dan akhirnya mereka sampe di tempat latihan "Seperti abang jelasin tadi, kita akan mulai latihan nya, kamu udah siap Shana?" kata Trian, "Sudah bang" kata Shana dan Shana sudah berganti pakaian sebelum sampai ruang latihan.
__ADS_1
Setelah mereka selesai istirahat mereka lanjut lagi latihan nya sampe langit mulai gelap "Shana kita sanoe si sini dulu latihan nya ya hari sudah mulai gelap" kata Trian, "Iya bang" kata Shana, "Kamu mandi aja dulu dan kamu udah bau tuh banyak ngeluarin keringat" kata Trian, "Orang juga baru siap latihan jelas lah keringat bang mulai pikun lagi ya" kata Shana, "abang ngak pikun Shana abang cuma basa basi doang, udah sana mandi" kata Trian, "Tapi kan Shana enggak bawa baju bang" kata Shana, "Sudah di sediakan semua nya, ayok abang antar" kata Trian, "Ayok bang" kata Shana.
Trian pun mengantar Shana ke kamar dan setelah itu Trian pergi ke kamar nya setelah mengantar Shana. Trian juga mandi karna sudah berkeringat juga waktu melatih Shana. Setelah beberapa menit akhirnya Trian selesai mandi dan keluar kamar. Dia pergi ke bawah menyuruh untuk menyiapkan makan malam setelah itu Trian bermain hp nya.
Tiba tiba ada yang datang "DORRR" kata orang yang datang kepada Trian "Ahhhh" kata Trian dan hp nya ter lempar. " Hahaha hahaha" ketawa orang yang datang mengejutkan Trian yang ternyata dia adalah........
__ADS_1
Tunggu Next Episode ya