Karna Sesuatu

Karna Sesuatu
Episode 12


__ADS_3

"AAAAAAAA......" teriak Shana terbangun dan ketakutan.


Rino yang sudah berada di kamar langsung keluar menuju kamar Shana. Risya dan Trian yang tadi main game sudah pergi ke kamar Shana untuk melihat apa yang terjadi. Sesampai Risya, Trian, dan Rino di kamar Shana, mereka melihat Shana ketakutan dan menangis.


"Shana, ada apa?, mengapa kamu menangis" tanya Risya mendekati Shana


"Iya Shana, kamu kenapa?" tanya Trian dan Rino


"Shana takut bang kak. Shana mimpi kalau Shana gak bisa balik lagi keluarga Shana. Ada makhluk yang mengerikan yang menghalangu Shana biar Shana ngak balik lagi ke keluarga Shana. Shana takut kak" kata Shana dengan menangis dan takut


"Tenang ya Shana, itu gak mungkin terjadi kita pasti mencari keluarga Shana sampe ketemu. Jangan pikir mimpi itu lagi" kata Risya


"Iya Shana gak usah di pikirin ya" kata Trian


"Benar Shana, jangan di pikirin tentang mimpi itu. Itu ngak akan pernah terjadi karna ada kami di sini yang selalu membantu Shana untuk menemukan keluarga Shana" kata Rino


"Tapi Shana masih takut kak bang" kata Shana dengan ketakutan


"Ngak perlu takut Shana di sini kan ada kakak. Kakak akan teman nin Shana sampe kapan pun" kata Risya


"I..iya kak" kata Shana yang masih ketakutan


"Kalau gitu aku balik dulu ya" kata Rino


"Aku juga balik dulu, ngegame nya udahan aja ya kak" kata Trian


"Yaudah sana pergi hus hus.." kata Risya


"Ngusir nih cerita nya?" tanya Trian dan Rino


"Iya sana sana" kata Risya


"Yang kakak lakukan itu kepada ku jahat" kata Trian


"Ngeri ya Ris, ngusir" kata Rino


"Bodo, sana cepat pergi" kata Risya


"Kakak jahat" kata Trian pergi pura pura nangis


"Iya kamu jahat Risya" kata Rino ikut ikutan Trian


"Kakak ngak boleh gitu tau, kan bang Rino ama bang Trian nangis tuh" kata Shana


"Biar aja Shana, mereka itu hanya pura pura aja" kata Risya


"Tetap aja kak gak boleh gitu" kata Shana


"Iya deh Shana kakak minta maaf nanti" kata Risya


"Gak boleh kak, harus sekarang" kata Shana


"Iya iya Shana, kakak sekarang minta maaf nya, tunggu di sini ya" kata Risya


"Ikut kak, Shana masih takut" kata Shana


"Yaudah ayok" kata Risya


Shana dan Risya pun pergi untuk menjumpai Rino dan Trian. Sampai mereka di kamar Trian, Risya pun mengetuk pintu kamar Trian tok....tok...tok


"Trian, buka pintu nya" kata Risya sedikit berteriak


'Eh... ada kak Risya, mau ngapain tuh? tumben ke sini atau mau minta maaf tapi kan ngak mungkin. Yaudah pura pura ngambek aja lagi' kata Trian dalam hati

__ADS_1


"Mau ngapain kak?" tanya Trian ketus karena dia pura pura ngambek


"Buka pintu nya, kakak mau ngomong sesuatu" kata Risya


"Enggak mau, aku masih ngambek sama kakak. Kakak jahat tahu" kata Trian dengan pura pura marah


"Yaudah kakak mau minta maaf nih sama kamu" kata Risya


"Sejak kapan kakak mau minta maaf sebelum nya gak pernah tuh" kata Trian


"Biar pernah Trian, buka pintu nya sekarang atau kakak dobrak" kata Risya sedikit mengancam


"Gak boleh gitu kak" kata Shana


"Biar di buka pintu nya Shana, kakak ngak serius kok. Lihat muka kakak ada tampang mau dobrak pintu ngak?" kata Risya


"Emang tampang mau dobrak ada ya kak?. Kok Shana baru tahu ya" tanya Shana


"Ada Shana nih gini" Kata Risya dengan siap siap mau dobrak pintu


Trian yang mendengar ancaman Risya pun langsung berdiri dan membuka pintu. Pas mau buka pintu di lihat Risya seperti berlari seakan ingin mendobrak pintu. Pintu terbuka Risya yang melakukan ancang ancang dobrak pintu terjatuh karna Trian membuka pintu.


"Aduh, sakit tau. Kira kira dong kalau mau buka pintu" kata Risya


"Ya kan kakak suruh tadi buka pintu ya aku bukain lah dari pada di dobrak" kata Trian menahan tawa


Rino yang mendengar suara seperti terjatuh langsung keluar dari kamar nya ke tempat suara berada.


"Ris, kenapa kamu? kok di lantai sih" tanya Rino sambil membantu Risya bangub


"Ini bang...." kata Trian menceritakan kejadian.


"Oh gitu, ngapain pula sih Ris kamu mau dobrak pintu nya kan ada kunci cadangan" kata Rino


"Ngapain kamu ancang ancang dobrak pintu Ris?" tanya Rino bingung


"Itu bang tadi kan kak Risya bilang kalau pintu nya enggak dibuka mau di dobrak. Terus Shana bilang gak boleh gitu kak. Terus kak ngak serius kok lihat emang ada tampang kakak mau dobrak. Terus Shan tanya emang ada yang tampang dobrak pintu, ada kata kak Risya gini nih terus terjadi seperti sekarang" kata Shana


"Risya risya" kata Rino


"Kenapa panggil panggil nama aku" kata Risya


"Kamu ini ya mau tunjukkin aja sampe keterusan sampe jatuh kan. Emang kamu ngapain ke kamar Trian?" tanya Rino


"Mau minta maaf" kata Risya santai


"APAAA???" kata Rino berteriak


"Aduh bang, kira kira teriak nya sakit nih kuping" kata Trian dan Shana sambil memegang kuping nya


"Kenapa ngak nyangka?" kata Risya


"Iya maaf, abang kan terkejut. Sejak kapan Ris? kamu ngak sakit kan?" kata Rino memegang dahi Risya


"Aku baik baik saja kok, itu Shana yang nyuruh" menepis tangan Rino


"Kirain dari diri sendiri" kata Rino


"Udah udah, aku mau minta maaf sama kalian berdua karna aku ngusir kalian tadi" kata Risya ketus


"Enggak mau kak, Triab masih ngambek" kata Trian


"Masa minta maaf ngak tulus sih" kata Rino

__ADS_1


"Kak Risya ngak boleh gitu" kata Shana


"Iya deh Shana. Rino ama Trian, aku minta maaf ya karna udah ngusir kalian tadi" kata Risya dengan mode imut


'imut banget' kata Trian dan Rino memandang muka Risya.


"Bang kok bengong sih, di maafin gak kak Risya?" kata Shana


*


" Eh iya deh aku maafin" kata Trian dan Rino


"Baiklah Shana, ayo balik ke kamar biar kakak temanin tidur" kata Risya


"Ayo kak, Selamat malam bang kami ke kamar dulu" kata Shana


"Iya Shana" kata Eino dan Trian


"Bang..bang.." panggil Trian ke Rino


"Ada apa?" tanya Rino


"Kak Risya imut banget tadi ya jadi oengen cubit tuh pipi nya" kata Trian


" Iya Trian sama" kata Rino


"Tapi sayang gak bisa di cubit kalau kita cubit habis lah kita" kata Trian


"Iya Trian, yaudah abang ke kamar dulu kamu istrirahat saja sana jangan hanya ngegame" kata Rino


"Iya bang" kata Trian balik kamar


Rino pun balik kamar. Keesokan pagi nya mereka pun bangun dan sarapan. Rino dan Risya berangkat ke kantor. Shana latihan dan Trian melatih Shana. Begitulah keseharian mereka setiap hari. Shana dengan begitu cepat paham dengan aoa yang di latih nya. Itu membuat Trian kagum melihat Shana. Shana sudah menguasai semua nya yang di ajar kan di markas itu. Markas itu adalah markas mafia dan ketua adalah Risya. Risya masuk mafia karena ingin membalas dendam akan kematian orang tua. Itu terbalaskan setelah beberapa tahun dia mengikuti mafia.


Setelah dia membalas kan dendam nya. Risya tetap masih menjalankan mafia nya tapi untuk kebaikan bukan untuk yang jahat. Shana yang begitu cepat dalam berlatih. Merasa bosan karena Shana sudah mengetahui semua nya jadi Shana ingin yang lain selain berlatih di markas dan Shana sudah tahu juga Risya mafia karena mereka menjelaskan Shana.


"Kak Shana bosan nih" kata Shana pada Risya


"Emang apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Risya


Sekarang umur Shana 10 tahun ya tapi masih tetap belym ada kabar tentang orang tua nya


"Gimana kalau sekolah kak?" tanya Risya


"Boleh, besok kakak daftarin ya" kata Risya


"Terima kasih kak" kata Shana memeluk Shana


"sama sama Shana, kamu kan adek kakak jadi apa pun kakak lakukan selagi kakak bisa lakukan" kata Risya


"Makasih kakak ku, oh iya kak belum ada ya kabar ya tentang keluarga Shana?" kata Shana


" Ada sih tapi masih belum nemu juga" kata Risya


"Apa kak?" tanya Shana antusias


"Rumah kamu dah ketemu dimana tapi keluargamu pindah enggak tau kemana, kakak dah tanya ke tetangga gak ada yang tahu pindah kemana. Kamu jangan sedih ya Shana, kakak selalu ada kok sama kamu" lata Risya


"Iya kak, makasih untuk segala nya kak" kata Shana


"Iya shana" kata Risya memeluk Shana


Mereka pun berbincang sampai makan malam tiba dan mereka pun makan malam dan beristirahat ke kamar masing masing.

__ADS_1


Tunggu Next Episode ya.....


__ADS_2