
Setelah 1 bulan pun mencari Shana keluarga nya masih belum menemukan informasi sekecil apa pun tentang. Mereka tetap yakin bahwa Shana pasti ketemu mereka sudah banyak menyuruh orang untuk mencari di seluruh tempat di negara itu. Tapi satu pun kabar tidak ada mengenai Shana. "Bagaimana ini pa Shana masih belum ketemu? padahal sudah sudah 1 bulan kita mencari Shana" kata Vano atau Arvano dengan muka yang merindukan Shana, "Sabar ya nak kita pasti menemukannya, papa mama tau kamu rindu kepada adek mu Shana dan kami begitu juga sangat merindukan Shana. Kita hanya bisa berdoa terus agar Shana cepat ketemu" kata papa untuk menenangkan anaknya. "Iya pa Vano doa selalu buat Shana agar dia cepat ditemukan" kata Vano kepada kedua orang tua nya.
__ADS_1
2 bulan..... 3 bulan.... 4 bulan, 5 bulan..... 6 bulan.... sudah berlalu. "Bagaimana ini pa sudah 6 bulan kita mencari Shana tapi kita belum ketemu juga dengan Shana. Apa dia baik-baik aja?" kata Vano yang mulai putus asa tentang hilang nya Shana. "Kamu gak boleh ngomong gitu nak" kata mama, "Iya nak, kamu gak boleh ngomong seperti itu kita harus terus berpikiran positif dan tetap yakin bahwa Shana pasti ketemu walaupun sekecil apapun kemungkinan kita ketemu dengan Shana" kata papa. " Baiklah pa" kata Vano dengan nada yang tidak yakin bahwa Shana tidak akan ketemu.
__ADS_1
Tepat 1 tahun Shana hilang. Masih belum ada kabar mengenai Shana membuat Vano semakin yakin bahwa Shana tidak akan ketemu. Vano terus menggurung diri akhir-akhir ini karna dia merasa kecewa bahwa dia tidak menjaga Shana dengan baik terkadang juga Vano mau nangis kalau mengingat tentang kebersamaan Vano dan Shana. Mama nya lah yang selalu menenangkan Vano dalam keadaan seperti karna mama nya tau Vano tidak akan mudah melupakan ini.
__ADS_1
Vano pun memikirkan ucapan papa nya. 'Bagaimana ini apa kah aku harus melupakan Shana? apa kah aku bisa?' tanya Vano dalam hati nya. Setelah Vano berpikir dan berkata kepada papa nya "Baiklah pa, Vano akan berusaha merelakan kehilangan Shana tapi pa aku gak janji aku bisa. Dan aku pun akan kembali bersekolah lagi" kata Vano. "Baiklah nak, kamu sudah mau untuk merelakan Shana" kata papa, "Iya papa" kata Vano. "Jangan berlarut dalan kesedihan terus ya Vano cobalah untuk mencari teman" kata, " Baiklah pa, Vano akan berusaha" kata Vano. " Terima kasih ya nak kamu mau berusaha untuk merelakan Shana" kata mama yang menahan tangis, "Ma tak perlu berterima kasih aturan Vano lah berterima kasih pada mama dan papa karna memiliki orang tua yang sanga baik" kata Vano dengan senyuman. "Tidak perlu berterima kasih Vano karna papa mama senang mempunyai anak seperti kamu dan Shana" kata papa memeluk Vano. Vano pun menerima pelukan papa nya dan mama juga ikut bergabung dalam pelukan mereka.
__ADS_1
Tunggu Next Episode Ya.......
__ADS_1