Karna Sesuatu

Karna Sesuatu
Episode 5


__ADS_3

keeesokan harinya mereka keluarga Arvano masih mencari Shana. Papa Arvano sudah melaporkan ke polisi bahwa anak hilang. Tapi belum ada kabar satu pun tentang Shana. Arvano yang semakin gelisah akan adek nya yang belum ketemu-ketemu membuat dia pingsan sehingga di larikan ke rumah sakit. Karena papa mama nya Arvano takut terjadi apa apa kepada Vano. Dan ternyata setelah Arvano diperiksa di pingsan karena stres dan depresi karena Shana belum ketemu.


Orang tua Shana pun merasa kasihan kepada Arvano karena Vano merasa bahwa dia lah penyebab Shana hilang dan dia tidak bisa memaafkan dirinya sendiri. Vano menghukum nya diri sendiri dengan tidak makan dan terus-menerus mencari Shana kesana kemari. Padahal papa mamanya sudah bilang bahwa Vano harus tenang gak boleh seperti itu tapi tak di hiraukan sama sekali.


Jadi papa mama Vano berpikir bagaimana si Vano bisa makan dan tidak terlalu memikirkan Shana karena itu dapat keadaan tubuhnya makin memburuk. Muncullah ide di pikiran papanya Vano, papa Vano membisikkan ke mama Vano "Bagaimana kalau kita bawa Vano aja ke luar negeri biar dia teringat dengan Shana karena tempat yang sering dia kunjungi oleh mereka. Papa ngak mau Vano seperti ini terus" kata papa, "Pa bagaimana caranya dia mau pindah sendangkan dia aja ngak makan dan terus-menerus mencari Shana tanpa memperhatikkan kesehatannya mama kasihan sama Vano. Mama juga sedih sebenarnya kemana Shana sebenarnya, apa dia sehat sehat saja?" kata mama yang menahan tangis. "Sudahlah ma jangan menangis papa sudah punya cara bagaimana agar Vano mau pindah" kata papa, "Bagaimana cara nya pa?, dan kalau kita pindah Shana gimana? kalau tiba-tiba datang ke rumah ini" kata mama. "Mama tenang aja papa akan suruh orang tetap mencari Shana di sekitarin sini dan kalau vano dengar saja nanti pas papa bilang sama Vano" kata papa, "Baiklah pa" balas mama.

__ADS_1


papa mama varo pun masuk ke kamar rumah sakit tempat Vano di rawat. "Vano, bagaimana keadaan?, apakah sudah lebih baik" tanya papa, tapi Vano tidak menjawab. Vano masih memikirkan Shana tanpa memikirkan lingkungan di sekitanya. "Vano... Vano" kata mama sedikit berteriak, akhirnya Vano tersadar dan menjawab mamanya " eh mama papa ada apa ma pa?" kata Vano, "Dari tadi Vano ngak dengar mama papa bilang?" kata papa. " Ngak pa, Vano masih memikirkan Shana" kata Vano mulai menangis, " Sudahlah Vano kalau kamu seperti ini keadaan mu semakin memburuk. Apakah kamu tidak kasihan dengan Shana yang mungkin memikirkan kamu juga di luar sana?" kata papa, "Vano kasihan pa makanya Vano ngak akan menyerah mencari Shana sampe dia ketemu" kata Vano. "Vano tenanglah kalau soal itu papa juga akan mencari Shana sampe ketemu, Jadi gini Vano papa ada yang mau bicarlan sama kamu" kata papa mendekat ke arah Vano.


"Ada apa pa?" tanya vano, "Jadi gini Vano papa ingin mengajak mu pindah ke negara yy" kata papa. "APA PA?, Vano ngak mau karena Vano masih mencari Shana" kata Vano dengan sedikit berteriak. "Gini Vano papa kasihan sama kamu karena Shana hilang keadaan sangat buruk, orang tua mana yang tega melihat anaknya seperti ini, sudah anaknya hilang di tambah anaknya lagi sakit, bagaimana perasaan papa mama kalau seperti ini menurutmu?" kata papa pada Vano "Tapi pa Shana bagaimana pa?" tanya Vano, "Vano tenang saja papa sudah menyuruh orang mencari Shana sampe ketemu, papa hanya ingin kami lebih tenang jangan sampe sakit seperti ini, hati papa sama mama sakit melihat Vano seperti ini di tambah Shana yang belum ketemu" kata papa. "Baiklah pa, Vano mau pindah" kata Vano dengan menangis dan merasa kasihan juga kepada kedua orang tuanya.


Setelah seminggu pun Vano akhirnya keluar rumah sakit. Disitu juga mereka langsung berangkat ke negara yy. "Vano apakah sudah selesai" tanya mama kepada Vano, "Sudah ma ayok berangkat ma pa" kata Vano, "Iya Vano" kata mama dan papa. Pakaian mereka sudah disusun oleh mama dibantu oleh pembantunya dan sudah dimasukkan ke mobil. Mereka pun naik mobil papa Vano menyetir dengan kecepatan sedang. Dan akhirnya mereka sampe dibandara. Setelah itu mereka menaikki pesawat dan menunggu beberapa jam. Akhirnya mereka sampe di negara yy.

__ADS_1


Hari pun sudah malam di negara yy, mama Vano pergi ke atas untuk membangun kan Vano mengajak makan malam. "Vano...Vano... bangun bang, ayok kita makan malam" kata mama Vano dengan sedikit berteriak. Tapi tidak ada sahutan dari Vano dan mama Vano pun berteriak dengan lebih kuat dari pada yang tadi tetap saja tidak ada sahutan. Akhirnya mama Vano membuka pintu Vano dan ternyata tidak dikunci kamarnya. Mama Vano pun masuk dan meligat Vano masih tidur. "Masih tidur rupa, Vano ini susah banget sih dibangunin nya" kata mama vano mendekati Vano. " VANOOOOO" teriak mama sambir menggoyangkan badan Vano. "Iya ma" kata Vano terkejut, "Kamu ini susah banget sih bangun nya" kata mama, "Maaf ma soalnya Vano, Vano juga baru sembuh mama dah teriak teriak aja sama Vano" kata Vano dengan menggunakan muka imutnya agar tidak dimarahi, "Ya sudah anak mama yang ganteng ayok kita makan ya" kata mama dengan nada yang lembut, "Iya mama ku sayang, entar lagi Vano turun ya" kata Vano.


"Iya Vano, mama turun duluan" kata mama, "Iya ma" kata Vano.


Vano pun masuk kamar mandi dan setelah itu turun ke bawah sudah ada papa dan mama nya. "Ayok bang kita makan" kata papa. " Iya pa" kata Vano. Setelah beberapa saat kemudian mereka selesai makan. Dan Vano pun menanyakan tentang Shana tapi papa nya menjawab belum ada kabar tentang Shana sedikit pun. Vano pun merasa sedih sudah seminggu tapi belum ada kabar dari Shana dan papa vano seperti biasa menenangkan Vano. Akhirnya Vano tenang dan disuruh balik ke kamar untuk istirahat. Vano pun balik ke kamar dan tidur dengan keadaan yang masih memikirkan Shana.

__ADS_1


Tunggu Next Episode Ya........


__ADS_2