Karna Sesuatu

Karna Sesuatu
Episode 11


__ADS_3

Ternyata dia adalah Risya dan Rino "Gila kalian kak bang, buat aku terkejut sampe terlempar tuh hp aku. Untung aja aku gak punya penyakit jantung kalau ada udah koit aku" kata Trian dengan muka sedih hp nya terlempar.


"Kamu serius amat sih main hp nya tanpa lihat sekitar, gak lihat kami dah datang" kata Risya.


"Biasa lah kak main game" kata Trian


" Game mulu, gak bisa apa kalau gak main game satu hari aja. Kalau lawan kakak aja terus kalah percuma tiap hari main game" kata Risya


"Tau tuh sih Trian udah tiap hari main game tapi asal lawan Risya pasti kalah" kata Rino dengan ketawa


"Ish abang gak usah ejek aku deh. Kak Risya tuh yang jago amat main nya sama sama makin nasi juga bisa kak Risya menang terus lawan aku. Kak kasih tahu dong gimana trik nya?" kata Trian memohon


"Kan memang benar kan" kata Rino


"Gak bisa, nanti kalau aku kasih tahu nanti kamu menang dong" kata Risya


"Gak papa kali kak sekali kali. Terserah kak Rino lah" kata Trian


"Kan memang fakta" kata Rino


"Pokok nya gak mau itu rahasia" kata Risya


"Iya kak Rino. Ayolah kak, ajari aku ya" kata Trian


" Engak mau pokok nya, udah udah. Shana dimana?" kata Risya


"Shana di kamar tadi mandi habis latihan. Tapi kok lama ya soal nya udah dari tadi Shana mandi nya" kata Trian


"Kalau udah tahu lama Shana ngak keluar keluar, cek dong mana tau Shana kenapa kenapa Ini asik ngegame aja" kata Risya dengan sedikit marah


"Maaf kak, aku ke asik kan main game jadi lupa lihat Shana" kata Trian


" Yaudah ayok kita lihat Shana ke kamar nya" kata Risya dan pergi menuju kamar yang di tempati Shana dan di ikuti oleh Trian sama Rino.


Sampailah mereka di kamar yang di tempati Shana. Risya mengetuk pintu kamar yang di tempati Shana tok..tok..tok..


"Shana, kamu di dalam?" tanya Risya


Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar, sekali lagi Risya mengetok tapi tak ada jawaban dari dalam kamar. Akhir nya Risya membuka pintu kamar dan ternyata Shana sedang tertidur.


"Oalah si Shana rupa nya tidur patut ngak nyaut" kata Risya


"Kenapa gak nyaut kak?" tanya Trian


" Kalau Shana dah tidur susah banget kalau bangun nya" kata Risya


"Ohh, jadi gimana kak biar Shana biar cepat bangun?" tanya Trian


Rino langsung menutup kuping karna dia tahu bagaimana cara membangun kan Shana. Karena Risya memang cerita kepada Rino.


"Bang, kenapa tutup kuping?" tanya Trian


" Ikuti aja, nanti juga kamu tahu" kata Rino tapi Trian tidak mau mendengarkan kata Rino.


"gini cara nya. SHANA CEPAT BANGUN, AYOK KITA MAKAN MALAM" teriak Risya dengan sangat kuat.


"Kak kira kira dong kalau teriak sakit nih kuping aku" kata Trian


"Tadi kan dah abang bilang kamu sih ngak mau dengarin" kata Rino


"Ya kan aku gak tau bang kalau kak Risya teriak, kenceng banget lagi, bisa-bisa gendang telinga ku pecah nih" kata Trian memegang telinga nya


"Ada apa kak?" tanya Shana

__ADS_1


"Bangun Shana, kita mau makan malam. Kamu susah banget di bangunin nya sakit nih telinga ku. Ini lagi kakak ketawa lagi suara kakak itu bisa buat roboh rumah kalau kakak teriak tiap hari gini" kata Trian dan Risya ketawa melihat Trian karena tidak mau mendengarkan apa kata Rino.


"Emang kak Risya teriak ya? aku cuma dengar suara kak Risya kayak biasa nya" kata Shana


"Masa kau bilang ngomong kayak biasa, kayak nya ada masalah sama kuping mu atau jangan jangan kamu budeg ya. Kak Risya kita harus bawa Shana nih ke dokter, untuk meriksa pendengaran nya" kata Trian


"Shana ngak budeg tau bang Trian. Kalau Shana budeg ngak mungkin aku bisa dengar apa yang kakak bilang" kata Shana


"Iya juga ya, jadi kamu kenapa?" tanya Trian


"Shana itu ngak budeg tapi kalau tidur bangun nin aja yang susah seakan akan budeg di waktu tidur nya" kata Risya


"Oh gitu ya kak" kata Trian


"Udah udah ayo kita ke bawah biar kiata makan malam" kata Risya


Mereka pun turun ke bawah untuk makan malam. Setelah beberapa saat mereka selesai makan.


"Shana ayok kita pulang" kata Risya


"Ayo kak" kata Shana


"Kak jangan pulang lah di sini aja nginep ya" kata Trian


"Gimana ya" kata Risya memikirkan perkataan Trian


"Ayoklah kak. Shana sama bang Rino mau kan?" kata Trian dan bertanya kepada Shana Sama Rino.


"Kalau aku bang mau mau aja terserah kak Risya aja" kata Shana


"Aku juga ngikut Risya aja" kata Rino


" Gimana kak?, mau ya kak Shana sama bang Rino mau kok nginap" kata Trian


"Asik deh ngak sendirian dong jadi nya" kata Trian


"Kan banyak orang di sini Trian" kata Risya


"Iya banyak tapi gak ada yang di ajakin main game sama di jahilin" kata Trian


"Emang siapa yang mau main game sama kamu?" tanya Risya


"Ya kakak lah sama bang Rino" kata Trian


"Kakak ngak mau tuh main game sana kamu. Dan siapa yang ingin kau jahilin?" kata Risya


"ish ayolah kak" kata Trian memohon


" Ngak mau, dan siapa yang kamu jahilin?" kata Risya


" Shana kak, soal nya dia lucu banget tau pengen di cubit tuh pipi" kata Trian


"Aku ngak mau ya bang pipi ku di cubit lagi nanti merah" kata Shana bersembunyi di balik Risya


"Apa kamu cubit pipi Shana?" tanya Risya


"Cuma sedikit aja kok kak" kata Trian yang sedikit takut karena dia keceplosan kalau dia mencubit Shana


"Walaupun sedikt sakit tau bang" kata Shana


" Sakit ya Shana?, sebelah mana di cubit nya?" tanya Risya


"Dua dua nya kak, sakit banget" kata Shana

__ADS_1


"Triannnnnn" kata Risya dengan sedikit berteriak


" Maaf kak, orang Shana nya tuh siapa suruh lucu banget" kata Trian


"Itu bang pemberian Tuhan, hadi abang mau menyalahkan pemberian Tuhan?" kata Shana


"Enggak kok Shana, yaudah deh abang minta maaf lagi ya" kata Trian


"Yaudah deh karna Shana tidak mendendam Shana maafin" kata Trian. Risya menatap tajam Trian dari waktu Trian keceplosan mencubit pipi Shana.


"Udah dong kak, jangan natap tajam aku gitu dong. Shana juga udah maafin aku, janji deh aku ngak cubit pipi Shana lagi" kata Trian


" Janji?" kata Risya


" Iya kak" kata Trian tapi dalam hati Trian 'Kalau ngak khilaf ya kak'.


"Oke kamu udah janji jadi jangan cubit lagi pipi Shana lagi" kata Risya dengan tegas


" Iya kakak ku yabg baik dan tidak sombong" kata Trian


"Udah lah kak, bang Trian udah janji juga. Kak, Shana mau nanya sesuatu?" kata Shana


"Iya deh Shana, kamu mau nanya apa tanya aja" kata Risya


"Apa udah ada kabar tentang keluarga Shana kak?" tanya Shana dengan sedih


" Belum ada Shana, tapi kakak tetap cari kok.


Kamu jangan sedih ya kakak janji pasti mencari sampai ketemu" kata Risya yang menenang kan Risya


"Emang keluarga Shana kenapa kak" tanya Trian


"Itu keluarga Shana...." Risya menceritakan kejadian nya kepada Trian


" Oh begitu ya kak, kamu sabar ya Shana, pasti keluarga mu pasti ketemu" kata Trian


"Iya bang" kata Shana


"Yaudah Shana kamu ke kamar istrirahat saja" kata Risya


"Iya kak" kata Shana


Shana pun ke kamar nya, " Kak, ayayok main game yok" kata Trian


"kakak gak mau, besok kakak harus kerja" kata Risya


"Sekali aja kak" kata Trian memohon


" Yaudah deh sekali saja ya" kata risya


" Makasih kak" kata Risya


Mereka pun bermain game, setelah beberapa saat mereka mendengar suara teriakan. AAAAA......


"Siapa itu kak?" tanya Trian


" Kayak nya Shana, kenapa dengan Shana?, ayok kita lihat" kata Risya


" Ayo kak" kata Trian


Mareka pun pergi ke kamar Shana. Risya pun membuka pintu dan ternyata Shana.....


Apa yang terjadi dengan Shana????

__ADS_1


Tunggu Next Episode Ya


__ADS_2