
Rino pun datang membawa beberapa orang dan menghampiri Risya, "Ris" kata Rino. "Rino cepat urus mayat mereka semua dan tolong bantu bawa dia" menunjuk Shana. " Siapa dia Ris?" tanya Rino, "Nanti aku jelasin sekarang ayok kita bawa dia ke rumah sakit dulu". "Yaudah ayok dan untuk kalian bereskan semua mayat disini" sambil menggangkat Shana untuk dibawa ke rumah sakit. "Baik Tuan" jawab mereka yang dibawa oleh Rino. Rino pun menyetir dengan kecepatan penuh dan nampaklah Risya yang nampak khawatir dengan Shana.
__ADS_1
"Ris sebenarnya siapa dia kenapa kamu terlihat sangat khawatir kepadanya" kata Rino. "Rin nanti aku jelasin setelah sampai rumah sakit ya" jawab Risya. "Baiklah" kata Rino, setelah 10 menit sampailah mereka di rumah sakit. Rino pun menggangkat Shana ke dalam rumah sakit. " Dokter dokter... tolong selamatkan dia" kata Risya. Dokter dan suster pun datang membawa Shana ke dalam untuk diperiksa. " Tunggu disini kami akan memeriksa nya" kata dokter tersebut, " Baiklah dokter" kata Risya. "Ris tenang ya dia lagi ditangani dokter dan sebenarnya siapa dia?" kata Rino. Risya pun menjelaskan apa yang terjadi kepada Rino tanpa melewatkan setiap kejadian. "Jadi gimana Ris dengan keluarganya pasti mereka sedang mencari dia" kata Rino, " Aku pun tidak tahu mereka dimana suruh orang mencari orang tua nya dimana". " Ris bagaimana cara mencarinya kita hanya tahu namanya". kata Rino, "Cari saja dulu dengan namanya". kata Risya. "Baiklah Ris". Setelah Rino pergi untuk menelpon seseorang agar mencari orang tua dari Shana. Setelah itu Rino kembali ketempat Risya, " Ris aku balik dulu ya aku masih ada pekerjaan yang kutinggalkan ada kalau ada apa-apa langsung hubungi aku secepatnya". " Iya Rin kau hati-hati dijalan dan jangan lupa beritahu kepadaku kalau sudah ada informasi tentang orang tuanya" kata Risya, "baik Ris".
__ADS_1
Setelah beberapa saat keluarlah dokter "Bagaimana keadaannya dok?", " Dia banyak kehilangan darah dan butuh operasi agar dia bisa selamat" kata dokter. "Lakukan yang terbaik dok agar dia bisa selamat" kata Risya. " Baiklah anda harus menanda tangani nya berkas dan membayar biaya operasinya" kata dokter, "Baiklah dok" kata Risya.
__ADS_1
Setelah Rino itu membeli makanan dan menitipkan pekerjaan nya pada bawahannya. Rino datang ke rumah sakit untuk membawa makanan kepada Risya. " Risya" panggil Rino, " Rin ngapain kamu datang emang kerjaan mu sudah selesai?" kata Risya, "Ya belumlah orang kau kan belum makan pasti kamu gak makan sampai dia keluarkan yaudah deh aku bawain aja daripada kamu sakit" kata Rino. " Makasih ya Rin yaudah kamu balik aja pasti kerjaan masih banyak kan" kata Risya. "Udah tau aku banyak pekerjaan tapi kau gak mau makan ya kali kan aku biarin kau enggak makan" kata Rino, " Iya deh maafin aku ya Rin yaudah balik sana, baik-baik loh urus perusahaan jangan sampe bangkrut awas aja loh sampe bangkrut" kata Risya. " ngusir nih ceritanya dan itu ngancam lagi. Yaudah aku pergi dulu ya jangan rindu". kata Rini, " Siapa juga yang mau rindu sama loh" kata Risya. "Jahat ya Ris yaudah aku ngambek aja" kata Rino, "Emang ada ya ngambek bilang-bilang?" kata Risya. " bodo " kata Rino dengan muka ngambeknya, "Jangan ngambek dong kan cuma bercanda juga" kata Risya dengan muka imutnya. "Iya deh, bagaimana bisa aku ngambek sama kamu bisa bisa aku kamu tendang keluar perusahaan" sambil mencubit pipi Risya. "Sakit tau, itu tau lagian aku gak akan nendang kau kok dari perusahaan kan aku orangnya baik" kata Risya. " iyain deh biar cepat, bye bye aku pergi dulu" kata Rino, " Iya hati hati dijalan awas nabrak nyamuk" kata Risya. "Siap laksanakan bos" kata Rino. Dalam hati Rino pun berkata 'iyain aja dah biar cepat dari pada debat dia kan ngak mau kalah'
__ADS_1