Karna Sesuatu

Karna Sesuatu
Episode 3


__ADS_3

Setelah Arvano selesai bermain dan langit pun mulai gelap. Arvano pun memanggil Shana agar pulang "SHANAAAA ayo pulang" teriak Arvano. Tapi tak ada jawaban sama sekali. Terus Arvano berteriak lagi tapi tidak ada sautan dari Shana. Kemudian dia pergi ke tempat Shana bermain lalu melihat bahwa Shana tidak ada disitu. 'Dimana Shana?, perasaan tadi dia ada disini kok sekarang tidak ada sih' batin Arvano.


Lalu Arvano pun menanyakan kepada teman Shana yang bermain tadi. "Sandra, kamu lihat Shana ngak?" tanya Arvano pada Sandra. " Gak lihat bang" jawab Sandra, "Kok gak lihat tadi kan kalian main bersama, emang kamu tadi ada pergi entah kemana gitu?" tanya Arvano lagi. "Gak ada bang, aku hanya disini saja dari tadi bermain, tadi Shana memang disini terus aku pergi sana untuk mengambil minum aja terus aku balik Shana gak ada lagi. Kirain ketempat abang, coba tanya yang lain bang" jawab Sandra. "Okelah makasih ya Sandra, abang tanya yang lain ya" kata Arvano. "Iya bang nanti sandra bantu jugalah tanya yang lain tentang Shana" kata Sandra, " Iya San, makasih ya" jawab Arvano, "Iya bang" kata Sandra.


Arvano pun sudah menanyakan kepada semua teman Shana waktu bermain tapi tidak ada yang tau mereka menjawab tidak ada yang melihat Shana karna mereka terlalu fokusnya bermain jadi tidak memperhatikan sekitar kata mereka. Sandra pun yang ikut membantu juga katakan seperti itu juga. "Bagaimana ini Shana tidak ketemu apa yang harus kutakan sama mama dan papa. Mereka pasti marah karna tidak menjaga dengan baik Shana. Apa yang harus kulakukan" kata Arvano pusing. Arvano juga sudah keling-keliling tapi tidak ketemu juga.

__ADS_1


Arvano yang sudah pusing dan memutuskan memberitahukan kepada orang tuanya bahwa Shana hilang. Arvano pun pulang dengan keadaan yang lelah dan tidak bersemangat. Arvano pun membuka pintu dan masuk mencari orang tua nya untuk memberitahukan bahwa Shana hilang. Tiba-tiba ada yang bicara " Eh bang udah pulang ya?, adek kamu mana?, kok muka mu lesuh sih?" tanya mama nya kepada Arvano, " Ma nanya satu satu dong" jawab Arvano dengan lesuh. " Iya iya mama nanya satu satu maafin mama ya, oh iya adek kamu mana bang?" tanya mama, "Ma...ma... maafin Vano" jawab Arvano dengan menangis.


"Kenapa kamu nangis bang? apa yang terjadi sama adek kamu?" tanya mama kepada Arvano. "Shana hilang ma" jawab Arvano dengan menangis yang tambah kencang. "APA????" kata mama sambil terkejut, "Mama maafin vano gak bisa jaga Shana, Vano lalai gak bisa jagain Shana" kata Vano yang masih menangis. "Yasudah jangan salah kan dirimu bang, ayo kita cari sama-sama dan kita haris bilang sama papa bahwa Shana" kata mama nya dengan menahan tangis. Dalam pikiran mama nya kalau aku nangis nanti membuat Vano makin tambah sedih. "Iya ma kita harus telpon papa biar banyak yang bantu cari Shana nanti" kata Arvano. "Iya bang" kata Mama.


Mama pun mengambil telpon untuk menelpon papa "Halo pa" kata Mama, "Halo ma, ada apa?, tumben telpon bentar lagi papa juga pulang" kata Papa. "Gi..gi.. gini pa Shana hilang" kata mama, "APA SHANA HILANG?, kok bisa hilang ma?" teriak papa, "Itu pa tadi pas tadi Vano pulang bermain Vano bilang Shana hilang" kata mama, "Ya sudah ma entar lagi papa pulang dan juga papa suruh bawahan papa untuk cari Shana, kalian juga sekitar sana ya ma, kalau ada kabar langsung kabari" kata papa, "Iya pa, papa juga langsung kabari ya kalau ada kabar" kata mama. "Iya ma. Jadi Vano mana ma, papa mau ngomong" kata papa. " ini pa tapi jangan marahin Vano ya pa kasian dia, mungkin dia juga cari Shana kesana kemari sampai mukanya aja lesuh banget" kata mama, "Iya ma, papa cuma nanya aja kejadiannya bagaimana?" kata papa.

__ADS_1


Setelah beres-beres papa Vano pun pulang dengan menggendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi. Sampelah papa Varo dirumah "Papa pulang" kata Papa. "Bagaimana ma apa kah sudah ada kabar tentang Shana ma?" tanya papa. " Belum ada pa kami sudah keliling ditaman tempat bermain mereka tadi dan disekitar rumah tapi tidak kabar pun tentang Shana. Mereka hanya mengatakan hanya melihat Shana pada saat waktu bermain sama Varo pa." kata mama. "Bagaimana ini pa kalau Shana ketemu?, apa yang harus kita lakukan, aku memang abang yang tidak becus menjaga adeknya" kata Vano dengan menanggis. "Sudahlah Vano kamu tenang kan papa sudah bilang laki-laki gak boleh nangis. kita cari Shana pelan-pelan sampai dia ketemu" menenangkan Vano. "Gimana Vano bisa tenang pa, Shana hilang. bagaimana keadaannya sekarang? apakah dia lapar? atau jangan dia ketakutan pa" kata Vano yang menangi tambah kencang, "Vano gak boleh berpikiran seperti itu kita harus berpikiran positif bawa Shana pasti ketemu" kata papa menenangkan Vano. "Iya bang, ngak boleh cengeng gitu ah masa laki-laki nangis sih" kata mama, "mama papa tapi aku gak bisa pikiran ku tidak tenang karna Shana belum pulang" kata Vano. "Sudahlah bang lebih baik kau istirahat saja lihat mata mu sudah sangat merah karna menangis apa kau tidak malu kalau orang melihat mu seperti dan ini juga udah malam" kata papa. " Tapi pap..." kata Vano terpotong oleh papanya.


"Sudahlah kamu istirahat saja kalau Shana ketemu pasti dia sedih lihat abang nya seperti ini. dan berkata abang kok nangis sih jelek tau mukanya kalau abang nangis, mata nya merah juga Shana gak mau temanan sama abang ah" kata papa nya agar Vano mau istirahat karna papa nya tahu vano pasti sudah sangat capek mencari adeknya ditambah lagi dia menanggis. "Baiklah pa aku istirahat aku gak mau Shana tidak berteman lagi dengan ku" kata Vano menuju kamarnya untuk beristirahat.


Sesampai dikamar Vano pun mandi dan tidur tapi dia tidak bisa tidur karna memikir Shana. Tapi setelah satu jam Vano akhirnya tertidur karna mang tubuhnya tidak kuat menahan capek yang telah dia rasakan saat ini. " Pa gimana ini Shana masih belum ada kabar?" kata mama. " Sabar ya ma papa juga sudah suruh mencari sana. Mama juga istirahat juga sana" kata papa "Bagaimana mama bisa istirahat p kalau Shana aja gak ketemu" kata mama, "Jangan berpikir seperti ma kita harus berpikir positif bahwa Shana ketemu okay, sudahlah mama harus istirahat juga mama nanti sakit" kata papa. " Baiklah pa" kata mama dengan terpaksa, mereka pun istirahta dengan keadaan yang gelisah. Sekarang pukul 12 malam semua pun sudah istirahat dengan keadaan yang gelisah.

__ADS_1


Tunggu Next Episode ya......


__ADS_2