
Setelah 1 bulan Shana berbaring di rumah sakit dalam keadaan koma. Akhirnya Shana sadar juga. "Dokter-dokter" panggil Risya, "Iya ada apa?" tanya dokter itu, "ini dokter dia sudah sadar" kata risya. "Baiklah, biar kami periksa dulu" kata dokter. "Baiklah dokter" kata Risya sambil berjalan dari kamar rumah sakit tempat Shana di rawat.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu dokter memeriksa Shana, akhirnya dokter keluar. Risya yang melihat dokter keluar langsung bertanya "Bagaimana dok?" tanya Risya, "Begini karna terjadi benturan yang sangat kuat di bagian kepalanya, menyebabkan dia hilang ingatan atau amnesia" kata dokter. "Apa dokter? dia amnesia? apakah ingatannya dapat kembali" kata Risya, "Kamu tenang saja kalau ingatan nya dapat kembali tetapi harus membutuh kan waktu" kata dokter, "Berapa lama waktu nya sampai ingatan nya kembali dok?" tanya Risya. "Itu masih belum dapat di ketahui kita harus memperhatikan keadaan nya dulu untuk mengetahui nya" kata dokter, "Baiklah dokter, terima kasih", " Baik, saya pergi dulu untuk melihat pasien yang lain" kata dokter, "Baik dokter" kata Risya dan dokter pun pergi.
__ADS_1
Risya pun menelpon Rino tentang keadaan Shana. Karena Rino sedang bekerja, " Halo Rin, Shana sudah sadar" kata Shana, "Benarkah?" kata Rino, "Iya Rin, tapi dia amnesia. Bagaimana ini? apa yang harus kita lakukan?" kata Risya, "Apa Shana Amnesia?" kata Rino dengan berteriak. "Rin, kira-kira dong kalau teriak, sakit nih kuping ku" kata Risya dengan kesal, " Maaf Risya, kaget tau kalau Shana Amnesia, bagaimana kita beritahu yang sebenarnya?" kata Rino, "Baiklah aku akan memberitahukan kepada Shana yang sebenarnya dan jangan lupa ya datang kesini" kata Risya. "Baik bu bos" kata Rino, "Gak usah pake bu bos juga lah Rin, panggil aja nama kek sama siapa aja" kata Risya, "Iya iya Risya" kata Rino, "Oke, udah dulu ya" kata Risya mematikan telepon, " Ba.." kata Rino terdengar suara telepon dimatikan "Si Risya ini memang kebiasaan belum juga selesai ngomong terus di matikan, sabar Rin sabar Rin daripada loh di tendang dari perusahaaan" gumam Rino.
__ADS_1
Risya menceritakan semua nya terjadi kepada Shana. Tapi semua yang di ceritakan oleh Risya tidak mengerti sepenuh oleh Shana. Hanya sebagian dari cerita dapat di mengerti nya. "Oh iya kak, jadi orang tua aku dimana kak?" tanya Shana, " Kakak juga gak tahu Shana, seperti yang kakak ceritakan tadi kamu datang jumpai kakak terus ada masalah yang menyebabkan kepala mu terbentur yang menyebab kan kamu lupa ingatan. Kami juga mencari informasi tentang dirimu tapi kami belum dapat kabar tentang itu. Karna kami hanya mengetahui nama mu Shana" kata Risya. "Jadi aku bagaimana kak? aku ngak ingat apa apa tentang keluarga ku" kata Shana, "Tenang saja Shana kakak akan menjaga mu seperti adek sendiri, dan Shana ngak perlu sungkan ya sampai kita menemukan orang tua mu" kata Risya, "Apa Shana tidak merepotkan kakak?" tanya Shana, "Tidak Shana, kamu tidak merepotkan kakak Shana malahan kakak senang mempunyai seorang adek" kata Risya, "Terima kasih kak" kata Shana memeluk Risya dan Risya pun membalasnya. Risya merasa lega sudah kejadiaan sebenar nya kepada Shana tanpa menutupi apa pun kepada Shana. Karena memang Risya susah menutupi hal seperti itu makanya Rino menyarankan hal seperti itu. Rino sudah mengenal Risya itu membuat Rino mengerti tentang Risya. Rino dan Risya merupakan teman kecil.
__ADS_1
Tunggu Next Episode Ya.....
__ADS_1