KASIH LANGIT

KASIH LANGIT
Rindu dan Amarah


__ADS_3

Geram dengan perkataan dari bibirnya, dengan sedikit memaksa aku menurunkan gaun malam yang Iya kenakan dan mulai mencumbuinya. "Aku sangat merindukan kamu, apa kamu tidak mengerti juga? "


"Semua laki-laki sama." sahutnya membalas perkataanku.


"Aku berbeda. "


"Heh ...." Kasih terdengar tertawa kecil dengan nada mengejek. "Kalian semua sama saja, pembohong, penghianat. "


Tidak suka dengan perkataannya, aku membuang tubuh mulusnya di atas ranjang dengan sedikit kasar. Kali ini aku benar-benar memperlakukan Kasih seperti perempuan yang tidak terhormat.


Aku mulai mencumbunya untuk menghilangkan rasa rindu yang sudah menumpuk selama tiga tahun lamanya.


Semua hasrat ku bergejolak, seperti menemukan mata air segar dari pegunungan saat sedang sangat dahaga. Rasa marah dan rinduku bersatu membuat gelombang besar seperti gelombang lautan.


"Kamu sudah mempermainkan perasaan ku, kalian menjadikan aku barang taruhan. Apa itu belum cukup?" ucap Kasih seakan mengingat segalanya dengan baik tapi aku terus saja menghimpit tubuhnya.


"Saat itu sebenarnya aku sangat bahagia, tapi saat aku berada di atas langit. Tiba-tiba ada tali besar menarik kedua kaki ku dengan keras hingga aku terhempas ke bumi. Aku sakit dan terluka. Pada saat yang bersamaan, Ayah ku mengalami kecelakaan yang hebat. "

__ADS_1


"Setelah itu, ayahku sakit keras. Iya ... setelah ayahku memgalami kecelakaan 3 tahun yang lalu. " ujar Kasih dengan nada yang lirih namun aku terus menggerayanginya.


"Ibu ku menjual ku. " Sambil menarik air hidungnya, tapi aku terus mencumbuinya.


"Aku bukan anak kandung mereka ." ucap Kasih dengan nada yang marah. Sepertinya Dia tidak percaya dengan kebenaran tersebut. Tak lama, aku mendengar suara isak tangis dari mulutnya yang membuat aku terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Aku mengangkat tubuhnya dan menyejajarkan wajahku dengan wajahnya. Saat mataku dan matanya kembali beradu aku memberikan senyum terbaikku untuknya.


"Maafkan aku, aku memang salah saat itu tapi aku berusaha untuk memperbaikinya. Sayang, saat aku melakukannya, aku sudah terlambat. Aku terus mencarimu tapi tidak pernah menemukanmu hingga malam ini tiba, aku dapat kembali melihat mata indah ini. " ucap ku sembari menyelipkan rambut di belakang telinganya.


"Kamu harus tau Kasih, seumur hidupku hanya ada satu nama wanita yang tertulis di sini. " ujar ku sambil menunjuk ke arah dadaku. "Hanya ada kamu Kasih ...." kata ku sambil menatap kasih yang terus menangis.


"Selama ini aku sama sekali tidak tau apa itu cinta dan wanita bahkan aku sangat membenci keduanya. Semua itu terjadi karena sejak kecil aku sudah ditinggal pergi oleh Mama ku demi bersama laki-laki lain. "


"Saat usiaku beranjak remaja, Papa sempat melakukan aksi bunuh diri di depan mataku karena tidak sanggup menahan rasa rindunya terhadap Mama. Waktu tragedi itu terjadi aku sama sekali tidak mengerti. Tapi sekarang, aku sangat paham bahwa rasa rindu adalah pembunuh yang ahli. "


"Selama ini aku hanya tinggal bersama Papa dan Papa yang tampak troma juga tidak pernah berpikir untuk menikah lagi. Sejak saat itu aku tidak percaya pada wanita tapi ketika aku bersamamu semua terasa berbeda, kamu istimewa Kasih. " ujar ku sambil memberikan kecupan manis di bibirnya.

__ADS_1


Aku dan kasih pun melalui malam hanya dengan bercerita dan berbagi air mata. Tanpa sadar kami sama-sama tidak berbusana seperti dua bayi kembar yang baru lahir ke dunia, berguling-guling di atas ranjang tanpa rasa malu dan sungkan.


"Aku sangat mencintai Kasih .... " ucapku mengantar mimpi di dalam tidurnya.


Sinar matahari yang menyinari mataku mampu membangunkan aku dengan segera. Aku tersenyum sembari menyampingkan tubuhku karena aku tau disana ada kasih. Tapi saat aku melakukannya, ternyata aku salah besar.


Aku membuka mataku lebar-lebar. Aku sangat terkejut saat melihat kasih tidak ada di atas ranjang ku. Kasih tidak ada di sampingku. Rasanya aku ingin menangis dan berteriak sekeras-kerasnya. Kenapa kasih meninggalkan aku untuk yang kedua kalinya. Apa lagi salahku padanya?. Ucapku di dalam hati sambil menjambak rambutku.


Aku sangat kesal dan marah. Aku sangat merasa tidak dihargai. Rasa cintaku sudah bercampur benci. Jika aku menemukannya kali ini, aku akan memberikannya pelajaran karena dia sudah mempermainkan aku.


"Tunggu saja tanggal mainnya Kasih. " ucap ku sambil meninju tembok kamar hotel sekuat tenaga ku.


Bersambung...


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya sebagai penulis. Makasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2