KASIH LANGIT

KASIH LANGIT
Awal Permainan


__ADS_3

Hari ini aku datang ke sekolah lebih awal, bukan karena rajin tapi karena hari ini adalah hati pertama taruhan ku dimulai. Kebetulan sekali aku dan Kasih punya jadwal piket kelas yang sama. Jadi aku ambil kesempatan ini untuk mulai mencuri perhatian dan hati Kasih.


Dari luar kelas aku sudah melihat Kasih sedang mengangkat kursi di atas meja belajar, kemudian Iya mulai menarik sampah dari setiap sudut ruangan dan sudut meja belajar.


Dengan sikap yang pura-pura bersahabat aku mendekati Kasih dan mengambil sapu dari tangannya. " Biar aku saja." ucap ku sambil menarik gagang sapu yang sama sekali tidak pernah aku sentuh seumur hidupku.


Cewek satu ini katanya sangat pintar dan berenergi. Tapi menutku dia begok dan ngak banget. Melihat sikap ku yang tiba-tiba baik, Kasih tampak terdiam sambil menatap ku dengan wajah yang bingung. Dia hanya berdiri dan terpaku, entah apa yang ada di dalam pikirannya.


Saat aku berada jauh di belakangnya, aku menatap Kasih dari ujung rambut hingga ujung kakinya. Dia benar-benar berbeda dengan siswi-siswi yang lainnya. Sama sekali tidak menggoda dan menarik. Harusnya Iya diberi nama KASIHAN BUKAN KASIH.


Coba lihat langit! rambut panjangnya hanya kuncir kuda dengan aksesoris pita rambut biasa, bibirnya terlihat pucat, wajahnya sama sekali tidak merona, tubuhnya tidak terlihat. Aduuuuh ... dia selalu mengenakan jaket tebal seolah-olah ada yang Iya tutupi, sampai-sampai untuk melihat tangannya saja aku sulit.


Belum lagi rok yang iya kanakan jauh di bawah lutut dengan kaos kaki tinggi hingga menutupi lututnya membuat semua orang tidak dapat melihat bentuk kaki Kasih yang sebenarnya. Pasti si zombi menutupi bekas luka atau koreng di kakinya, "Iiih .... " Tubuhku sampai merinding saat membayangkan hal tersebut.


Tapi jika diperhatikan baik-baik, si zombi punya wajah yang cukup bersih dengan kulit wajahnya tidak hitam dan tanpa noda bekas jerawat.

__ADS_1


Menurut ku, hanya itu saja hal baik dari dirinya karena memang tidak ada hal yang bagus lain dari dirinya, bahkan selama dua tahun sekelas aku tidak pernah melihat senyumannya sekalipun.


Lalu bagaimana aku harus memulai urusanku dengan gadis aneh ini? Kenapa aku mau terjebak dalam situasi menjijikkan seperti ini? Aku terus mendumel sejak tadi sambil memperhatikan target operasi ku bulan ini.


"Ok, apa ini sudah bersih? " ucap ku sambil melihat Kasih sekedar mencoba keberuntungan ku.


Saat aku menunggu jawaban darinya, aku berpikir Iya akan membuka mulutnya lebar-lebar hingga terlihat semua isi mulutnya termasuk gigi kuning dan aroma tak sedap dari mulutnya.


Tapi ternyata aku salah, Kasih hanya menganggukkan kepalanya sambil menatapku dengan matanya yang lebar. Oh, ternyata dia punya mata bulat yang besar dengan warna mata coklat berkilauan. ucap ku di dalam hati. Setelah 2 tahun ini, aku baru mengetahuinya.


Tak lama menatap matanya, bel masuk sudah berbunyi. Banyak teman yang langsung memasuki ruang kelas dan menurunkan kursi belajarnya masing-masing.


Kasih kembali ke tempat duduknya dengan santai dan tenang. Kelihatannya Kasih sama sekali tidak terusik dengan caraku menatapnya sejak tadi. Oh, atau memang Iya sudah terbiasa dengan tatapan seperti itu? Entahlah.


Seperti robot yang sudah diatur sedemikian rupa. Setiap hari begitulah cara Kasih hidup, setidaknya itu pandangan ku saat Iya berada di sekolah.

__ADS_1


Iya duduk di bangku paling depan dengan pandangan fokus ke depan, sangat memperhatikan setiap detil saat guru memberikan penjelasan. Tidak ada canda'an atau obrolan manis selama di dalam kelas yang iya lakukan.


Sebenarnya sejak dulu aku sering memperhatikannya karena aku merasa bahwa Kasih adalah manusia aneh dan langka.


Teeeeeet teeeeeet


Waktu istirahat telah tiba, seluruh siswa siswi meninggalkan kelas tapi tidak dengan si zombi. Aku ingin mengetahui apa yang sebenarnya iya lakukan di dalam kelas hingga Iya hampir tidak pernah meninggalkan kelas walaupun pada waktu istirahat.


Untuk itu, aku juga menahan langkahku untuk beranjak dari ruang kelas ini sambil berpura-pura mengerjakan sesuatu dan sok sibuk. Aneh rasanya tetap berada di dalam sini tapi aku harus melakukannya.


Bersambung...


Jangan lupa terus ikuti episode selanjutnya ya teman-teman. Tinggalkan komentar, klik like dan favorit untuk mendapatkan notifikasi selanjutnya.


Plus beri aku dukungan dengan menekan tombol vote pada halaman terdepan. Vote dari teman-teman pembaca semuanya adalah semangat tersendiri bagi saya sebagai penulis. Makasih 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2