Kasih Sayang Untuk Violet

Kasih Sayang Untuk Violet
Episode 1


__ADS_3

"Ayah, lihat !!! bayinya bergerak," kata Nadia yang tengah hamil sambil berlari mencari sang suami di kebun.


"Iya, jangan lari - lari bu," balas Ryo dengan nada lemah lembut kepada istrinya.


Akhirnya mereka bersamaan mengelus, dan merasakan gerak gerik si calon buah hati mereka, alangkah bahagianya hati sepasang suami istri ini bahwa sebentar lagi akan ada sosok anak yang mereka idamkan selama 4 tahun lamanya.


"Sayang!" kata Nadia dengan muka khawatir.


"Iya yang, kenapa? kok mukanya begitu? kamu khawatirin apa sih?" tanya Ryo sambil menggenggam tangan istrinya.


"Aku takut, melahirkan itu menakutiku, kita udah menantikannya selama 4 tahun dan memantapkan diri, tapi tetap aja masih ketakutan." jawab Nadia sambil mencium tangan suaminya.


"Sayang, aku tau kamu pasti bisa!! demi anak kita, oke?!" kata Ryo menenangkan istrinya.


Hari demi hari berlalu, dan tibalah waktu Nadia untuk melahirkan ia mencoba tenang dan tak lupa mengajak anak dalam kandungannya itu bicara. Nadia mengelus perutnya yang sedang merasakan sakit yang luar biasa, tak lupa Ryo selalu ada disampingnya dan sesekali memberikan semangat pada istrinya itu.


Proses persalinan berlangsung lancar, hingga sang bayi terlahir di dunia dengan selamat dan sehat. Nadia dan Ryo tersenyum bahagia ketika mendengar tangisan sang bayi.


"Ooeeekkkk oooeeekkkkk," tangisan sang bayi perempuan menyapa kedua orang tuanya itu.


"Selamat yah Buk, Pak, anaknya perempuan yang sehat," kata sang bidan sembari berjabat tangan dengan sang ayah bayi.


"Terima kasih banyak Bu bidan," bersalaman dengan penuh semangat.


Selang beberapa hari, akhirnya Ibu Nadia dan si bayi pulang kerumah, sesampainya dirumah sudah ada Bu Rani dan Bu Rini yang tak sabar melihat dan menggendong cucu perempuannya.


"Aduduh cucuku, cantik sekali yah, sini Nenek gendong dulu sayang," kata Ibunda Ryo.


Beberapa kerabat dekat dan Nadia berdatangan dan memberi selamat, ada yang memberikan bingkisan kecil, ada yang menggendong, dan ada juga yang memuji kecantikan dan ke imutan si bayi.


"Bu Nadia, nama anaknya siapa nih?," tanya tetangga dekatnya.


"Namanya Ratu Aqilla, panggilannya Ratu Bu," kata Ibu Nadia kepada Ibu - ibu tetangga.


"Iya Bu, karna dia adalah ratunya keluarga kita, hehehe," tambah Ryo dengan bahagianya.


lambat laun, semua kerabat dan tetangga yang hadir telah berpamitan pulang, yang dirumah hanyalah keluarga besar saja.

__ADS_1


Malam harinya, setelah keluarga dan warga sekitar sudah pamit pulang, Ratu menangis karna lapar, sampai akhirnya Nadia menyusuinya hingga tertidur, Ryo yang melihatnya mengecup pelan dahi istrinya itu.


"Semangat istriku, dan terimakasih sudah mengandung dan melahirkan anak kita," bisik Ryo kepada istrinya yang tertidur pulas, sembari menyelimuti istrinya itu dengan pelan - pelan.


Waktu terus berjalan tak terasa Ratu sudah memasuki usia 3 bulan, Nadia akhirnya kembali ke rutinitasnya dulu yaitu menjual kue keliling, ia menjualkan kue milik bu Wiwid. Sampai suatu saat ia ingin menjualkan kue di acara kampung sebelah.


"Ayah, Ibu pergi jualan dulu yah dengan Ratu," pamit Bu Nadia sambil memperbaiki dagangan di atas kepalanya, dan Ratu pun turut serta di gendong sang ibu untuk berjualan kue di suatu acara warga di kampung sebelah.


Hingga malam tiba, Nadia yang asik berdagang tidak menyadari dibawah tempat duduknya ada ular besar yang siap menggigitnya dalam hitungan menit, dan.


"A**aakkkkhhhhhh toollloonnnggggg," teriak Bu Nadia kesakitan.


Beberapa warga yang melihat kejadian tersebut sebagian warga membunuh ular itu, dan Nadia serta bayinya di larikan ke rumah sakit terdekat.


Saat salah satu warga yang menjemput dan memberitahukan Ryo akan musibah yang menimpa istrinya itu, Ryo pun terkejut, dengan cepatnya Ryo mengunci semua pintu rumah dan berlari menuju rumah sakit.


Saat melihat anaknya di gendong oleh salah satu warga, ia mempercepat langkahnya menuju ruangan dimana istrinya di rawat.


"Bagaimana keaadan istri saya pak?," tanya Ryo kepada dokter yang baru selesai mengecek kondisi Nadia.


Melihat Ratu yang di gendong warga dan Ryo menghampirinya.


"Maafkan saya Bu, udah merepotkan Ibu menggendong anak saya, dan terimakasih Bu udah menjaganya," kata Ryo kepada salah satu warga yang telah menjaga anaknya.


"Sama - sama Pak, Bapak yang sabar yah, semoga Ibu cepat sembuh, dan ini dagangannya Ibu Pak, saya permisi dulu," ujar Ibu Wati sembari menyerahkan si bayi ke Ryo.


Kondisi Bu Nadia makin memburuk, racun yang ada pada tubuh Nadia semakin lama semakin menyebar, hingga akhirnya meninggal dunia. Keluarga tidak menyangka kalau Nadia benar - benar pergi meninggalkan Ryo serta bayinya yang berusia 3 bulan.


Dikediaman Ryo, warga sekitar serta keluarga silih berganti memberikan doa untuk mendiang Nadia, serta memberikan dukungan kepada Ryo dan Ratu untuk tetap sabar dan ikhlas atas kepergian Nadia.


Ryo benar - benar terpuruk dalam kesedihan karena ditinggal sang istri, ia tak menyangka kalau Nadia sudah tiada, hanya bisa melamun menunggu sang bayi menangis meminta susu baru dia sadar dari lamuannya itu.


Hingga suatu hari, lamunannya terpecahkan oleh Ratu yang menangis karna lapar, dan Ryo bergegas menuju kamarnya.


" Cuuppp cuuppp cuuuppp, anak Ayah yang pintar, jangan nangis yah, ini Ayah buatkan Ratu susu dulu yah, sabar yah nak," kata Ryo sambil menggendong anaknya menuju dapur.


"Astaga, aku benar - benar lupa kalau susunya Ratu sudah habis, bagaimana ini? uang tabungan juga sudah habis, apa aku cari pinjaman dulu yah?," kata Ryo kebingungan.

__ADS_1


20 menit kemudian, datanglah Bu Rani serta Ibu Rini ibunda Ryo, mereka datang untuk menjenguk mereka berdua.


"Ryo anakku, yang sabar nak," kata Ibunya sambil memeluk Ryo dan Ratu.


Ibu Rini tak kuasa menahan tangisnya, hingga menitikan air mata, tak kuasa melihat anaknya yang kebingungan mengurus bayinya seorang diri tanpa ada istri disampingnya.


Ibu Rani melihat Ryo memegang kotak susu yang habis, sehingga ia menyuruh anak bungsunya Dio untuk membelikan susu bayi di supermarket.


"Dio, tolong kamu ke supermarket beli susu untuk bayi 3 bulan yah," kata Bu Rani kepada anak bungsunya.


Sembari menunggu Dio membelikan susu buat Ratu. Ibu Rini, Ryo dan Ibu Rani duduk sambil berbicara.


"Ryo, Ibu tau, kamu sekarang sedang dalam kesusahan, apa lagi untuk mengurus Ratu sendirian, kamu ikut Ibu yah kembali ke rumah, Ibu pengen kamu tinggal sama Ibu, tapi maaf Ibu hanya bisa kerja seadanya untuk biaya makan sehari hari saja, nanti kamu ikut kerja saja di kebun tetangga, maukan?," Kata Bu Rini panjang lebar dengan iba.


Tanpa basa basi, Ryo mengiyakan permintaan Jbunya.


Diwaktu yang sama, Dio pun kembali membawa beberapa kotak susu untuk Ratu, dan Ryo pun bergegas membuatkan susu untuk anaknya tersebut, tak lupa ia mengucapkan terima kasih sebanyak - banyaknya untuk sepupu, dan tantenya itu yang sudah membelikan susu buat Ratu.


Keesokan harinya, Ryo dan keluarga pindah ke rumah Ibu Ryo di Desa, dan tinggal disana.


Keluarga besar Ryo pun berdatangan melihat


keaadan Ryo, serta memberikan semangat kepada Ryo dan anaknya.


Beberapa hari, persediaan susu dan uang menipis, hingga mengharuskan Bu Rini dan juga Ryo mengutang sana sini, demi makan dan membeli susu untuk Ratu.


Keesokan harinya, Bu Rani merasa iba kepada saudara dan ponaannya itu, sampai Bu Rani dan suaminya Pak Yoga, mengunjungi ke kediaman Bu Rini dan Ryo dengan maksud tertentu.


"Rini, boleh tidak aku ngomong berdua sama kamu di halaman belakang," kata Bu Rani kepada saudaranya itu.


Ibu Rani memberitahukan kepada Bu Rini maksud kedatangannya itu, ia meminta Ratu untuk di adopsi oleh mereka, Bu Rini sampai terkejut mendengarnya permintaan saudaranya itu.


"Maaf Rani, aku belum bisa mengiyakan apa yang kamu bicarakan, lebih baik, kamu bicarakan saja dengan Ryo," jawab Bu Rini kepada saudaranya.


Dan akhirnya, Bu Rani membicarakannya kepada Ryo, dan Ryo sempat menolak dan tak mau dipisahkan dari Ratu. Bu Rani bersikeras memberikan pengertian kepada Ryo atas maksudnya tersebut, ia hanya ingin membantu ponakannya itu, hingga dengan berat hati Ryo mengiyakan keinginan tantenya.


***Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2