
Namanya juga di kelas yang baru, pasti ada pro dan kontra antara teman yang lainnya. Vio mulai di omongin dengan sebagian teman sekelasnya tanpa memikirkan perasaan orang yang di bicarakan.
" Sumpah deh si Vio itu sok pintar sekali, pelajaran ini aja belum di ajarkan eh dia udah mau selesai aja, jangan - jangan nih yah dia pakai internet lagi hmm." kata Siska sinis.
" Bisa jadi tuh." tambah Lulu dan menatap Violet dari jauh.
Di tempat lain, guru yang mengajar mata pelajaran lainnya datang dan melihat anak - anak yang nampaknya tidak belajar, lalu menegur dan menanyakan siapa guru sebelumnya, kenapa hanya memberikan latihan di minggu pertama sekolah. Setelah mengetahui siapa guru sebelumnya Bu Eni hanya menggelengkan kepalanya karna dia tau betul sifat dan kelakuan guru sebelumnya bagaimana.
Ditengah kegiatan belajar mengajar, datang beberapa anggota dari Cakar Naga Merah yang ingin menyampaikan informasi, mereka memberikan info kalau 5 hari lagi tepatnya hari minggu semua anggota harus hadir di sekolah, Violet sangat kegirangan atas info yang disampaikan karna pengen sekali memulai latihan.
"Ya tuhan cepatkanlah waktu ini, agar aku bisa berkumpul dengan CNM aamiin" guman Violet dan mengusap mukannya dengan lembut.
Bel pulang pun berbunyi, dengan buru - buru Violet memasukkan bukunya kedalam tas, dengan wajah yang semangat empat lima sampai Nina heran dengan tingkah teman sebangkunya itu.
"Vi, lu semangat banget sih! gue aja yang lagi lapar melas banget tau!!" ucap Nina melas tangannya menyilang ke atas meja.
"Kuy makan, aku traktir!" sambil menarik tangan Nina.
Mereka pun setengah lari keluar kelas dan tanpa fokus Violet dan Nina menabrak seseorang yang tak lain adalah Kak Anang, dengan gugupnya Violet meminta maaf pada Kak Anang dan dengan setengah kesal Kak Anang tidak menjawab permintaan maaf dari Violet.
"Wah, segitu menyeramkan Ketua CNM sampe bulu kuduk ku berdiri brrrrr!!" kata Nina menggenggam tangan Violet.
Violet gak percaya kalau sang ketua CNM sebegitu dingin sampe gak mau memaafkan dirinya yang udah menabrak, tangan kanannya sudah meremas tali tas di dadanya.
"Apaan dah, kok gitu banget sih padalah di tempat latihan kemarin gak sebegitu cuek deh, iya sih aku yang salah sudah menabraknya tapi setidaknya ngomong kek" gumamnya dalam hati. Seakan tidak terima akan sifat Kak Anang padanya, dengan wajah yang sedikit kesal Violet sampai tersandung karna tidak melihat beberapa anak tangga.
__ADS_1
Nina hanya bisa terkekeh lihat kelakuan temannya itu, dari tadi raut wajahnya kesel terus karna senior yang tadi ditabrak.
Ketika sudah sampai di tempat makan, tanpa basa basi Vio memesan banyak sekali makanan dan semua yang pasti ada mozza nya, Nina yang lihat Violet menulis menu yang dia inginkan hanya menggelengkan kepala, darinpertama ketemu Nina memang sudah tau apa makanan kesukaan Violet. Giliran Nina igin menuliskan yang mau dipesan tiba - tiba Violet ingin nambah satu menu lagi.
"Astaga, lu itu orang terbuat dari karet yah? makanan lu udah 6 menu tau dan semuanya keju mozza." seru Nina dan menyentil tangan Violet yang dari tadi memainkan handphonenya. Violet hanya bisa memanyunkan mulutnya dan menggeleng kepala mendengar apa yang diucapkan Nina.
Makanan pun datang, Violet menyantap makanannya dengan sesekali membaca komik kesukaannya di layar hp tanpa sedikit pun melirik ke makanannya.
"Comot teruuusss jangan dilihat juga" nyindir Nina sambil mengambil dinsum milik Violet.
Tanpa sadar dinsum milik Violet habis dan hanya sisa dua biji saja diatas piring, saat Vio hendak mengambil dinsumnya tapi saat tangannya meraih dinsum dia terkejut kalau dinsumnya tinggal dua.
"Hmm" sambil memandang sinis Nina didepannya.
Nina hanya bisa nyengir dengan mulut yang sudah penuh dengan dinsum.
"Siapa suru lu makan sambil lihat hp, memangnya yang nemanin lumakan jurig apa? " seru Nina sambil mengusap tangannya yang di cubit Vio.
...*****...
Dirumah Pak Yoga dan Bu Rani hendak pergi ke acara pesta nikah salah satu teman Bu Rani, saat diingat lagi anak perempuannya belum pulang juga, Bu Rani meraih telponnya yang sedang di charging atas meja dan menelpon Violet.
"Sayang, kamu kok belum pulang sih? Mama sama Papa mau ke acara nikahan nih, kamu mau ikut apa gak?" tanya Bu Rani.
"Gak deh Ma, aku masih sama temanku Nina lagi makan hihi." jawab Violet di seberang sana.
__ADS_1
"Oke deh, jangan pulang malam yah sayang, yasudah Mama sama Papa pergi dulu" tanpa menunggu jawaban Violet Mama langsung mengakhiri telponnya.
Mama dan Papa akhirnya pergi ke acara tersebut, Bu Rani dengan sigap menyapa rekan kerjanya yang dia temui terkadang Bu Rani berbincang sedikit dengan mereka entah itu masalah kerja, liburan, anak dan lainnya. Pak Yoga sudah mencar menyapa beberapa Bapak - Bapak yang sedang duduk di meja bundar yang sudah di siapkan keluarga pengantin untuk rekan kerja orang tuannya.
Beberapa menit Bu Rani menghampiri suaminya untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai, setelah itu Bu Rani dan Pak Yoga langsung kembali ke rekan kerjanya tadi untuk sekedar mengobrol santai.
"Bu, anaknya yang ke 3 gak ikut yah?" tanya Bu Wina sambil meminum jus jeruk.
"Sehabis pulang sekolah katanya lagi jalan sama temannya Bu." jawab Bu Rani sambil memakan beberapa kue diatas meja.
"Loh, bukannya Jeng Rani anaknya cuman 2 yah? kapan hamidunnya kok aku gak tau yeh!" tanya Bu Intan dengan gaya ala ibu sosialita yang trand dengan panggilan jeng dan segala kosa kata yang alay.
"Bu Rani, ngangkat anak ponaannya sebagai anaknya yang ke3 Bu, dan tau anaknya itu sangat cantik dan imut banget" jawab Bu Rara tanpa memperdulikan jawaban dari Bu Rani.
Bu Rani hanya bisa tersenyum paksa kepada teman - temannya itu, sebenarnya dia tidak pengen kalau masalah Violet di jadikan bahan obrolannya. Ibu Wina merasa sangat bersalah karna sudah menanyakan keberadaan Violet, dengan sigap dia mengalihkan topik pembicaraan.
"Hey ibu - ibu plis deh ini kuenya sudah banyak semut jus nya juga esnya sudah leleh, yuk di minum kali," Seru Bu Wina dengan tangan sudah menyodorkan sepiring kue kepada teman - temannya, tak lupa dia membisikan maaf kepada Bu Rani, dan Bu Rani hanya bisa tertawa kecil melihat teman dekannya itu.
" Aduh jeng Wina ini sengaja nyodorin kue yang kalorinya tinggi ke saya yah!" sahut Bu Intan tapi tangan nya tetap mengambil makanan tersebut dan memakannya.
"Jeng Intan ini loh katanya nolak tapi ya di embat juga, sudah dietnya besok saja yah jeng," seru Bu Yanti sambil merebut kue yang di pegang Bu Intan.
"Ih aposeh jeng Yanti ih, embat saja apa yang mau akuh makan." kata Bu Intan mencubit pelan lengan Bu Yanti. Bu Yanti memang suka menjahili Bu Intan karna ekspresinya yang alayers itu.
Acara makin lama makin ramai dengan kedatangan tamu lainnya, Bu Rani dan suami pamit kepada semua rekan nya untuk pulang. Mereka takut kalau Violet ngamuk tidak makan malam bersama dengan Mama Papanya.
__ADS_1
***
Bersambung...