Kasih Sayang Untuk Violet

Kasih Sayang Untuk Violet
Episode 10


__ADS_3

"Bibi, Mama Papa udah pulang belum?" tanya Violet sambil menarik kursi meja makan.


"Bibiiiii Nilaaaaaa!!" teriak Violet, karna Bibi Nila tidak menjawabnya, Violet beranjak dari tempat duduknya dan pergi menemui Bi Nila di dapur. Betapa terkejutnya Vio melihat Bi Nila sedang nyanyi dan joget ala india dan taplak meja di putar - putar di atas kepalanya layaknya selendang, Violet pun segera mengumpet di bawah meja panjang yang disediakan untuk menyimpan beberapa masakan yang sudah siap.


"Ohhh ma darlin i lopyu i cekelerki i telyu yihaaaaa...." seru Bi Nila dengan pelafalan lagu yang ambyar sambil memainkan taplak mejanya dan berputar - putar layaknya penari india, Violet yang melihat kelakuan pembantunya itu tak tahan menahan geli dan akhirnya dia ketawa lepas sampai membuat Bi Nila kaget, di sisi lain udah ada Pak Yoga juga yang menyaksikan konser dadakan Bi Nila dan Pak Yoga memberikan tepuk tangan sambil cekikian.


Bi Nila sangat kaget mendengar ketawa Violet dan juga tepuk tangan dari Pak Yoga, Bi Nila mematung dengan gaya ala patung pancoran taplak mejanya jatuh tepat diatas kepalanya seperti memakai bandana dengan mulut yang menganga menahan malu dan dengan sigap dia menutupnya dengan kedua tangan.


"Tarikkk sis...." Seru Violet menggoda Bi Nila, saat ingin berdiri dari bawah meja "Bugh" kepala Violet terbentur sama meja, hingga dia bangun sambil mengelus kepalanya yang sakit.


"Non, gapapa?" tanya Bi Nila menghampiri Violet, dan dijawab dengan anggukan sama Violet.


"Maaf yah Pak, atas kelakuan saya tadi" Bi Nila langsung berbalik badan ke arah Pak Yoga, karna dia takut kalau Pak Yoga marah dan memecatnya dari pada itu, Bi Nila sangat malu dengan kejadian yang baru saja terjadi.


" Haha gapapa kali Bi, saya tau Bibi pasti pengen menghibur dirikan, jadi gapapa kok. Tariannya bagus juga yah Bi" jawab Pak Yoga sedikit menertawakan Bi Nila, sampai Bi Nila menundukkan kepalanya menahan malu.


"Papa, jangan begitu Bi Nila ntar malu, lihat mukannya udah merah hihi" ucap Violet sambil memegang bahu Bi Nila.


Saat Pak Yoga balik ke meja makan, Violet membantu Bi Nila untuk membawakan makanan yang sudah matang ke meja makan. Vio berjalan dengan tawa kecil di wajahnya karna mengingat kejadian yang baru saja dia lihat, Vio melihat Mama dan Papanya yang masih tertawa akhirnya ikut tertawa.

__ADS_1


"Ya ampun Bi Nila ada - ada saja, kalo Bi Nila mau jalan atau karaokean boleh pergi Bi, nanti saya kasih uang jajan yah. Saya takut di bilang orang yang mengekang art nya, nanti Bi Nila boleh pergi, karna saya sama suami pulang malam." Kata Bu Rani yang melihat art nya berjalan menuju meja makan dengan membawakan beberapa piring yang berisi lauk pauk dan berjalan menundukan kepalanya.


Bi Nila ikut serta sarapan di meja makan bersama keluarga Pak Yoga, selang beberapa menit handphone Pak Yoga berdering dan beranjang menuju ruang tengah untuk menerima telpon.


Violet, Bu Rani dan Bi Nila masih melanjutkan sarapannya. Violet sesekali mengecek jam tangannya sambil tangan kanannya meraih segelas susu disamping dan meminumnya, Violet tidak puas dengan satu gelas susu diapun pergi menuju dapur hendak mengambil susu lagi.


"Ambil susu lagi dah tuh," kata Bu Rani dengan menaikkan salah satu alisnya.


"Pasti itu Nyah, 1 hari kadang habis 3 karton susu nyah." tambah Bi Nila.


Tanpa di sadari oleh Mama dan Bi Nila Violet sudah kembali ke meja makan dan pura - pura batuk, dia hanya bisa melihat dan memanyunkan mulutnya dan menatap sinis Mama dan pembantunya yang tengan menertawakan atas kelakuan dirinya yang selalu menambah susu lagi kalau sudah makan. Violet berpamitan sama Mama dan Papanya, dia diantar oleh Bi Nila ke sekolah menggunakan sepeda motor.


Violet yang masih berada di atas motor melihat Nina yang turun dari mobil mercy hitam dengan wajah yang di monyongkan seperti moncong lele dan sesekali Nina menghentakan kakinya dengan keras, entahlah apa yang jadi masalah sama Nina.


Violet mengusap muka Nina dengan tangannya dengan kasar dan tertawa melihat ekspresi Nina.


"Kenapa lu bolll ?? kurang uang saku? atau kurang minum susu?" tanya Violet, dengan tidak ada rasa bersalah menggandeng tangan Nina dan berjalan menuju gerbang sekolah.


"Eh bayi !! gak usah ngebacot deh!! lu tu yang kurang minum susu, ngatain gw lagi! gak tau orang lagi bete apah!!!" jawab Nina kesal sambil menghentakan tangan Violet yang menggandengnya dan berlari menuju kelas meninggalkan Violet.

__ADS_1


Loh gw salah apa yah? iya sih gak seharusnya gw katain dia cebol, tapi emang bener dia cebol kan? halah bodo amat deh. gumamnya dalam hati.


Sampai di kelas, dia melihat Nina sudah menutup kepalanya dengan tas di atas meja.


"Lu kenapa Na? cerita sini, maafin gw yah udah katain lu tadi dan gak ngerti sama kondisi." ucap Violet tanpa mengulurkan tangan dan dengan seenaknya sambil mengeluarkan susu kotak dalam tasnya.


"Berisik banget sih lu bayi, udah deh minum dulu itu susunya, gak usah ngerocos kalo pun gw cerita emang bayi seperti lu ngerti apa?" tegas Nina tanpa melihat Violet, dia paham betul kalau Vio sudah datang kesekolah pasti minum susu lagi entah berapa banyak yang dia bawa di dalam tasnya, karna hampir setelah 1 jam pelajaran saja sudah minum susu lagi.


"Ya deh iya, bayi seperti gw tau apa sih masalah anak remaja seperti lu!!!" jawab Violet dengan nada datar, karna dia merasa tersindir dengan ucapan Nina.


Sepanjang jam pelajar pertama sampai jam istirahat mereka hanya diam saja tanpa sepatah kata, Violet merasa bersalah sudah ikut campur dengan masalah temannya itu, dia hanya ingin menghibur tapi di salah artikan oleh Nina.


Sekarang dia benar - benar memikirkan gimana caranya bisa mengajak Nina ngobrol dan menghiburnya lagi, canggung rasanya hanya berdiam dan gak bisa seperti kemarin - kemarin.


"Vio! lu nanti jangan pulang dulu yah, kita piket dulu hiar besok gak piket dan buru - buru. Gw orangnya takut telat." Ucap Noval yang baru saja masuk kelas.


"Okey val." jawab Violet mengacungkan jempol nya ke arah Noval yang berjalan meninggalkan mejanya.


Violet kembali dengan kegiatannya yang menyoret bukunya tanpa tujuan ya karna dia bosan tidak di ajak ngobrol sama teman sebangkunya Nina.

__ADS_1


*****


Bersambung...


__ADS_2