
Pagi hari Violet sudah bersiap - siap dengan seragam putih biru pertamanya itu, dia pun turun ke bawah menuju meja makan hendak sarapan.
"Bi Nilaaa!!!" teriak Violet sambil duduk.
"Maaf non, bibi baru bangun makanya ini masih buru - buru masak, non Vio mau t buatkan roti bakar atau sereal?" tanya bi Nila panik.
"Biar aku aja yang buat sendiri bi serealnya," jawab Violet.
Sambil mengambil sereal dan susu, ia menyempatkan membuat roti bakar untuk mama papanya. Bi Nila terbantu sekali dengan adanya Violet, Vio memang sudah terbiasa bangun pagi sekali dan kadang dia membantu bi Nila menyiapkan makanan.
Beberapa menit kemudian, mama dan papa turun dari kamarnya menuju meja makan, mereka pun sarapan bersama.
"Ya ampun, papa baru sadar kalau Vio pakai baju putih biru bukan putih merah lagi," kata papa sambil memuji anaknya yang sudah beranjak remaja.
Setelah selesai sarapan, Violet berpamitan untuk berangkat sekolah.
"Pa, ma Vio berangkat dulu," kata Violet sambil menyalami papa dan mamanya.
20 menit kemudian sampailah di sekolah, ia berjalan masuk menuju papan denah kelas karna dia belum tau dimana kelasnya, tiba - tiba datang lah Nina dan mengagetkan Violet yang sedang serius melihat denah kelas.
Setelah mengetahui kelasnya dimana, mereka mampir ke kantin sambil membeli air minum untuk Nina, katanya berangkat tadi dia belum sempat minum karna terburu - buru oleh mamanya.
"Nina, ke kelas yuk! bentar lagi masuk nih," kata Violet.
Dan akhirnya mereka berjalan menuju kelasnya di lantai 2, setibanya di kelas "Bruggghhh" Violet ditabrak oleh seseorang teman sekelasnya.
"Eh sorry gue gak sengaja, habisnya lu jalan di samping tembok sih," kata Noval.
"Ah iya maaf juga yah," jawab Violet.
Beberapa menit kemudian bel masuk telah berbunyi, semua murid masuk ke kelasnya masing - masing dan guru pun masuk.
"Selamat pagi anak - anak, perkenalkan nama ibu Lulu, ibu mengajar bahasa indonesia, nah karna ini hari pertama, bagaimana kalau kita mengenal satu sama lain dan mengatur ketua kelas dan lain - lainnya yah." jelas bu Lulu selaku wali kelas.
Dan perangkat kelaspun sudah di tentukan, kini Violet ditunjuk menjadi wakil ketua kelas, kegiatan pertama hanya perkenalan hingga bel istirahat berbunyi.
Bu Lulu memanggil ketua kelas dan wakil ketua kelas ke meja guru, bu Lulu menyuruh mereka untuk membuat sketsa atau denah kelas dan yang lain - lainnya.
"Violet, kalau bisa aku minta nomor kamu yah biar nanti komunikasi tugas denahnya lancar hehe," kata Adimas selaku ketua kelas.
"Boleh saja, asal jangan ada modus yah hihihi," nyambung bu Lulu menggoda.
Mereka hanya tertawa dengan candaan bu Lulu, akhirnya mereka bertukaran nomor hp. Tak lupa Violet membuat grup kelas dan menyimpan nomor teman sekelasnya itu satu persatu dan menambahkannya di grup kelas.
Beberapa jam berlalu murid di kelas 7 B hanya menghabiskan waktu untuk mengenal satu sama lain, karna ada beberapa anak sudah akrab dengan teman sekolah nya dulu, jadi agak susah berbaur dengan yang lain selain kalau ada kegiatan kelas atau belajar mengajar.
__ADS_1
"Vio, kayaknya yang lain udh pada kenal yah, gak kayak kita." ungkap Nina sambil melipat tangannya di atas meja.
"Biasa itu mah, kadang ada yang sudah janjian loh Nin." balas Violet.
Mereka hanya menghabiskan untuk bercerita menukar pengalaman atau kisah lucu. Waktu terus berlalu sampai akhirnya bel pulang sekolah berbunyi.
Pada saat bersamaan datanglah kak Radhit dari kelas 8 C dan 3 temannya, mereka bermaksud mau menawarkan ekatrakurikuler basket, kak Eko kebagian untuk berbicara didepan dan kak Radhit menyatat siapa saja yang mau ikutan. Sekitar 6 orang yang sudah daftar, Nina mau banget masuk tapi dia takut kalau semisal gak ada buat wanita.
"Baik semuanya terima kasih atas perhatiannya, titidj pulangnya yah!!!" ucap kak Radhit dengan gaya humornya.
Violet yang melihat kak Radhit pun tertawa pelan, dan kak Radhit melihat dari sekian anak cuman Violet yang tertawa malu, dan menghampirinya.
"Eh cewek, cuman kamu yang ketawa padahal yang lain mah bodo amat, lucu yah??" kata kak Radhit pada Violet.
"Sepertinya begitu kak hehe..." jawab Violet disertai ketawa malunya.
"okey deh dadah dedek maniezzzz" kata kak Radhit mengganggu Violet.
Dia hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kakak kelasnya Radhit duhh ada - ada saja deh ungkapnya dalam hati.
Vio berjalan keluar dari kelas menyusul Nina yang katanya mau menanyakan apa boleh cewek masuk tim basket, tak lama kemudian Nina datang menghampiri Violet dengan raut wajah penuh gembira.
"Kayaknya ada yang lagi senang nih, hmmm" goda violet pada Nina.
"Akhirnya gue bisa masuk tim basket Vio!!!!, katanya kakak Farah gak datang makannya gak nyari yang mau gabung, uhh gak sabar banget sih" ungkap Nina gembira.
Kalau dipikir - pikir sih aku pengen banget ikut eskul bela diri, tapi apa di sini ada gak yah? batin Violet.
Diperjalanan menuju gerbang sekolah tiba - tiba Violet melihat sekumpulan orang pakai baju putih dan menggunakan sabuk kuning, dan tanpa pikir panjang dia menghampirinya sampai Nina dia tinggalkan.
"Eh buseet!!! si Vio udah kayak hantu aje main nyelonong pergi tanpa pamit, Viooo!!!! gue duluan yakk!!" kata Nina sambil teriak.
Tanpa menengok Nina, Vio hanya melambaikan tangan dan berjalan menuju perkumpulan orang berbaju putih itu.
"Permisi, apa ini eskul bela diri yah?" tanya Violet pada salah satu orang tersebut.
"iya kami dari cakar naga merah" Jawab Tiara salah satu anggota bela diri itu.
Loh itukan kak Anang, wahhh sudah sabuk merah. Batin Violet.
Dan menghampiri kak Anang, dia ingin sekali mendaftar menjadi anggota bela diri dan syukurnya mereka memang mau mencari anggota tapi mereka akan jalan besok ke tiap kelas.
Karna Violet sudah ingin sekali mendaftar langsung saja kak Anang memberikan formulir pendaftarannya.
"Namamu siapa? nah ini formulirnya," kata kak Anang.
__ADS_1
" Aku Violet Nikita dari kelas 7 B kak", jawab Violet.
Dia di arahkan kak Tiara selaku koordinator cakar naga merah, dengan semangat Violet mengisi formulir dan membayar sejumlah uang untuk seragamnya.
"U**ang baju dan pendaftaran sebanyak 250 ribu yah," kata kak Tiara.
"Baik kak, sebentar yah!!" jawab Violet sambil mengambil dompet di tasnya.
Violetpun mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan kepada Tiara.
"Dek, seragamnya kakak kasih besok yah, kira - kira ukuran apa dek??" tanya kak Anang.
"Oh iya kak, kalo aku S kak tapi aku minta yang M aja yah kak" jawab Violet.
Setelah semuanya selesai akhirnya Violet pamit pulang dulu, Violet berjalan menuju gerbang sekolah dia melihat kiri kanan tapi belum ada bi Nila yang menjempunya.
Kok belum di jemput yah? apa bibi lupa yah? ya sudah telpon saja deh, setelah di telpon beberapa kali bibinya tetap saja tidak mengangkat telponnya.
Tiba - tiba kak Anang keluar dengan mengendarai sepeda, dan melihat Violet yang sedang kebingungan.
"Hay, kamu yang tadi daftar bela dirikan? dari tadi kakak perhatikan kok panik? ada apa?," tanya kak Anang.
"Iya kak, saya lagi nunggu bibi yang jemput, tapi dari tadi saya telpon tidak diangkat," jawab Violet panik.
" Memangnya orang tuamu gak bisa jemput yah? " tanya kak Anang lagi.
"Ya bisa saja sih kak, tapi aku takut mereka lagi sibuk kak, ya sudah aku coba telpon lagi yah," jawab Violet sambil mengalihakan pandangannya pada hpnya lagi, dan menghubungi bibi Nila.
Kali ini bi Nila mengangkat telponnya, dia bilang kalau lagi masak dan sampai lupa untuk menjemput Violet, dan bi Nila bergegas pergi menjemput Violet.
Violet yang masih berdiri di depan gerbang hanya bisa diam saja, karna ada kakak kelasnya itu. Dia canggung karna hanya mereka berdua yang ada di depan sekolah karna anggota CNM masih latihan didalam.
Kok diam banget sih nih anak, perasaan tadi semangat banget pas pendaftaran, hmmm apa gw yang bikin dia canggung yah? mau gw tinggalin kasian sendirian mana dia cewek lagi . Batin kak Anang.
" Maaf namamu siapa tadi?" basa basi kak Anang.
"Violet kak, maaf yah kak aku diam saja, padahal tadi aku semangat banget yah pas pendaftaran hehe," jawab Violet merasa diri mendiami kak Anang yang sedang menemaninya menunggu bi Nila.
Waduh kok bisa dia baca pikiran gue yah?!, apa hanya kebetulan saja ya?!, batin kak Anang lagi.
Kak Anang hanya membalas senyuman saja kepada Violet, dan mereka pun berbincang bincang lagi tentang CNM.
Tak lama kemudian bi Nila datang, dan Violet berpamitan dengan kak Anang dan mengucapkan terima kasih sudah menemaninnya.
***
__ADS_1
Bersambung...