
Semuanya sudah menjelaskan kejadian yang dialami Violet, Fanny dan Farel.
Pak Surya menatap pak Yoga dengan ragu, ia mengkhawatirkan kalau istrinya pasti sudah mengatakan akan mengeluarkan Violet, persis yang di alami saat Farel kelas 2 SD. Semuanya pun hening, sampai pak Yoga mengulurkan tangan kepada pak Surya dan menanyakan bagaimana ini?, apa masih ingin dilanjutkan?.
"Saya minta ijin untuk mengobrol sama istri dan anak saya dulu," Kata pak Surya kepada kepsek dan juga pak Yoga.
Pak Surya menanyakan betul - betul kepada anaknya, hingga mengancam untuk tidak memberikan uang jajan lagi, kepada mereka berdua selama 5 bulan, karna yang mereka hadapi ini adalah keluarga Yoga Syaputra, orang terkaya No. 1 seasia, dan ia adalah presdir tempat pak surya bekerja, bu Noli terkejut dan menutup mulutnya, ia malu sudah mengancam anak dari presdir perusahaan suaminya itu, membayangkan apa yang aka terjadi nantinya.
Sesaat kemudian, mereka masuk kembali dan mengakui kesalahan anaknya. Pak Yoga yang mendengar itu tetap tak terima anaknya di fitnah dan di sakiti oleh orang lain. Walaupun pak Surya dan keluarga sudah meminta maaf, maafnya tidak meredakan amarah pak Yoga, dan pak Surya di pecat dari perusahaan tempat ia bekerja.
Violet dan papanya akhirnya pulang.
"Papa, terima kasih sudah mempercayai Violet. Tapi apa gak apa - apa dengan karyawan papa?." Tanya Violet.
"Kamu gak usah mikirin itu nak, papa gak mau anak papa di lakukan seperti tadi, dan mereka pantas menerima itu semua," jawab papa dan memeluk anaknya.
Sesampainya di rumah, mama sudah ada di meja makan, karna tumben mereka lama sekali pulangnya, mama Rani menanyakan apa yang terjadi?, sehingga menjemput Violet bisa makan waktu sampe 3 jam lebih.
Pak Yoga menceritakan kepada istrinya apa yang terjadi di sekolah Violet, ia sangat terkejut mendengar Violet yang di fitnah dan di perlakukan dengan kasar.
Tak terasa tahun telah berganti hingga masa sekolah dasar telah usai, sekarang Violet melanjutkan ke sekolah menengah pertama, hari ini adalah hari dimana ia sudah siap mengikuti tes masuk. SMP yang Violet inginkan yaitu sekolah yang biasa saja, ia tak mau di daftarkan ke sekolah elit seperti abang - abangnya.
Hari itu, Violet mendapat kabar dari abangnya Dio yang sudah memulai bekerja di London bersama Wily, mereka membangun perusahaan sendiri disana.
Dio dan Wily sangat sayang kepada adiknya itu, bahkan tiap bulan mengtransfer uang jajan untuk Violet.
"Sayang, kamu yakin mau daftar di SMP Zet?," tanya mama sesekali memakan sarapannya.
"Iya mama, mohon mengertilah keinginan Vio ma," tegas Violet.
Mereka melanjutkan makanannya, selesai makan Violet di antar oleh bi Nila menggunakan sepeda motor, ia ingin setiap pagi dapat hirup udara segar, ya walaupun nantinya di tengah jalan tetap aja ada polusi juga.
Sesampainya di SMP Zet, ia menanyakan kepada satpam dimana ruangan tes murid baru. Setelah mengetahuinya ia segera menuju ruangan, tak lama kemudian semua murid - murid berdatangan dan memasuki ruangan tes.
__ADS_1
Violet mengerjakan tes masuknya dengan teliti, sampai dia gak menyadari kalau bel tanda ujian telah selesai.
"Akkhhh, akhirnya selesai juga, tinggal besok menunggu pengumuman, yuhuuuuu," gumamnya sembari meregangkan tangannya ke depan.
Karena asik dengan ponselnya, Violet tidak menyadari ia menabrak seseorang hingga jatuh.
"Astaga, maaf aku benar - benar tidak sengaja," kata Violet sembari membantu seseorang itu berdiri.
"Ah iya, gak apa - apa, aku juga salah tadi, gak fokus jalan," jawab seseorang itu sambil membersihkan roknya.
Mereka akhirnya berkenalan, ternyata mereka sama - sama murid baru, namanya Nina.
Dan disinilah mulailah pertemanan mereka di SMP yang sama.
Keesokan harinya, Violet pergi kesekolah untuk melihat pengumuman dengan Nina, mereka sangat senang sekali bisa sekelas.
"Yeehhhh!!!!, kita sekelas Nin, dan kita di kelas B, dan besok kita mulai MOS," kata Violet dengan gembira.
Nina turut gembira karna lulus dan masuk kelas yang sama dengan Violet.
Karna terlalu semangat, Violet sampai lupa untuk sarapan, dan bi Nila mengantar Violet kesekolah.
Sesampai di sekolah Violet menengok kiri kanan, dia mencari Nina, eh tenyata Nina duluan yang melihat dia.
"Vio!!! disini," Teriak Nina.
Violet melangkah menuju Nina yang sedang duduk, dan tak lupa Nina menawarkan sepotong roti miliknya kepada Violet. Hingga panitia meniupkan peluitnya, tanda MOS akan segera di mulai.
"Baiklah, karna semua sudah hadir kita mulai masa orientasi siswa nya yah, apakah kalian siappp!???," tanya kak Anang selaku ketua panitia MOS.
"Siappp kak!!!!!," jawab seluruh murid serentak.
" Sebelum kita mulai, sebaiknya kakak memperkenalkan diri dulu, Nama kakak Anang Diliyanto panggil saja kak Anang," kata kak Anang.
__ADS_1
"Atau panggil saja kak Aang (eng)," canda kak Radhit.
Semuanya pun tertawa akan candaan kak Radhit, kak Radhit adalah wakil ketua panitia MOS, dan semua panitia memperkenalkan namanya masing - masing.
Kegiatan MOS pun dimulai, mulai dari membagi grup serta memperkenalkan anggota masing - masing dan masih banyak lagi.
Violet dan Nina kebetulan 1 grup lagi, entah itu karna udah grup kelas atau di acak. Acara MOS dilangsungkan hingga malam sampai dengan menyalakan api unggun.
Jam menunjukan pukul 20:20, tanda acara MOS selesai.
"Kepada adik - adik ku, terima kasih sudah menghadiri Masa Orientasi Siswa atau MOS ini, kakak selaku ketua panitia dan mewakilkan semua panitia yang bertugas mengucapkan selamat bergabung di SMP Zet tercinta ini, semoga adik - adik betah dan semoga apa yang kalian cita - citakan terwujud aamiin," pidato kak Anang menutup acara MOS.
Violet dan Nina akhirnya berkemas - kemas, tak lupa mereka menyalamin dan menyapa teman - teman yang lainnya serta kakak panitia.
"Vio, kamu dijemput atau mau aku antar?, soalnya aku dijemput sama papaku," tawar Nina kepada Violet.
"Gak usah nin, aku telpon bibiku dulu, kamu duluan saja," jawab Violet.
Setelah beberapa lama kemudian datang lah bi Nila, sebelum pulang mereka pergi ke toko alat tulis. Sesampainya di toko alat tulis ia membeli beberapa belpoin yang lucu - dan juga sampul buku.
"Non, bukannya belpoin dan sampulnya sudah ada dirumah?," tanya bi Nila.
"hehe, memang bi, tapi aku mau kasih 1 buat temanku namanya Nina," jawab Violet.
Kemudian ponsel milik Violet berdering, dan ternyata telpon dari mama. Ia menanyakan keberadaan Violet, sebab dari tadi belum sampai rumah.
"Mama!!!!, Violet pulang nih," teriak Violet dan menuju meja makan.
"Kok lama sekali nak?, mama khawatir banget kamu belum pulang," jawab mama sambil memeluk anaknya.
Violet menceritakan semua kegiatan MOSnya tadi ke mama dan ia juga memberitahukan kalau disekolah sudah mendapat teman baru, mama hanya tersenyum mendengar cerita anaknya penuh semangat, padahal mereka lagi makan malam.
Setelah makan, Violet kembali ke kamar untuk memyiapkan buku - buku yang akan dibawanya esok, Dikarenakan kegiatan hari ini banyak sekali ia tertidur di meja belajarnya.
__ADS_1
****
Bersambung....