Kasih Sayang Untuk Violet

Kasih Sayang Untuk Violet
Episode 4


__ADS_3

Sesampainya di sekolah dan di jam pertama masih aja Fanny selalu mengganggu Violet.


"Heh anak pungut, bagi pensil dong," kata Fanny.


"Bisa gak, kalo mau pinjam itu bicara yang sopan?," balas Violet tegas.


Fanny pun jengkel dengan jawaban yang dilontarkan Violet, hingga ia memaki - maki Violet dengan kata - kata yang tak pantas di dengar. Violet hanya menggeleng kan kepala mendengar semua itu, hanya Khalif dan Putri yang bisa menenangkan Violet.


"Kamu yang sabar yah Vio," kata Khalif.


"Aku gak apa - apa kok," jawab Violet dengan santai.


Guru yang mendengar keributan itu, akhirnya menenangkan nya, hanya di kelas Violet saja, yang selalu ribut. Fanny pun berpura - pura memegang tangan Violet, ia bilang kalau semua itu akting untuk pelajaran kesenian.


kkrrriiinngggg... kriiiiinngggg.....


Bel istirahat berbunyi, Violet, Khalif dan Putri pun pergi bersama ke kantin. Ditengah jalan mereka di hadang oleh Farel yang tak lain adalah kakak dari Fanny. Fanny mengadu kalau Violet memukulnya karna tak mau meminjamkan pensil.


Putri membantah apa yang dikatakan Farel, tapi Farel tidak akan percaya, Violet pun memberikan penjelasannya lagi, kalau dirinya tidak memukul Fanny.


"Mana ada maling mau ngaku?!, dasar kurang ajar kamu, apa kamu mau balas dendam, karna uangmu selalu aku ambil paksa, hah?!. Makanya kamu memukuli adikku!!!," bantah Farel.


Farel mendorong Violet, dan menimpa pot bunga hingga pecah. Khalif dan Putri yang melihat itu, menolong membangunkan Violet. Pakaian Violet kotor penuh tanah. Puas akan perbuatannya itu, Farel dan teman - temannya pergi meninggalkan mereka bertiga.


Mereka bertiga akhirnya ke uks untuk mengobati tangan dan kaki Violet.


"Permisi bu, tolongin Violet, dia di dor..," ucap Putri.


"Saya hanya jatuh terpeleset bu," potong Violet.


Violet tidak mau membesarkan masalah, dia hanya diam dan menyembunyikannya. Putri dan Khalif hanya bisa diam dengan keputusan yang di ucap temannya itu kepada bu Yuli.

__ADS_1


"Nak, ini bukan pertama kalinya kamu terluka, kalau ada yang menggangu mu bilang pada ibu," kata ibu Yuli.


"Maaf bu Yuli, saya hanya tidak hati - hati, jadi jangan khawatir," jawab Violet dengan tersenyum.


Kedua temannya udah kembali ke kelas, sedangkan Violet masih menyuci seragamnya yang kotor. Bu Yuli memberikan seragam cadangan kepada Violet, nanti sesudah bel pulang sekolah baru ambil seragamnya ucap bu Yuli. Akhirnya Violet kembali ke kelasnya.


"Kasihan anak itu, selalu di kerjain sama anak - anak lainnya," guman ibu Yuli sambil menggelengkan kepala.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi, waktunya pulang untuk kelas 1 sampai 4, untuk anak kelas 5 dan 6 istirahat yang kedua. Anak - anak berhamburan keluar kelas, dan menemui orang tuanya masing - masing.


Sedangkan Violet, ia berjalan menuju uks, untuk mengambil seragamnya yang di cuci tadi, tiba - tiba orang tua dari Farel dan Fanny menghampirinya.


"Ohhh, jadi ini anak bandel yang mengganggu dan memukuli anak saya!!!!, masih kecil sok jadi penguasa!!!" kata ibu Noli sambil menjewer Violet.


Bu Yuli yang melihat kejadian tersebut, bergegas menghampiri mereka, ia menanyakan ada masalah apa sampai - sampai menjewer Violet.


Bu Noli menjelaskan kepada bu Yuli, bahwa anaknya Fanny di pukul oleh Violet, karna Fanny tak mau meminjamkan pensil kepada Violet. Fanny dan Farel terus berakting seakan - akan mengalami apa yang di adukannya kepada mamanya itu. Farel juga menuduh Violet yang mengambil paksa uang jajannya setiap hari.


"Ini ada apa yah?," tanya bu Vina.


"Ini loh bu, murid ibu yang sok berkuasa ini, memukul anak saya Fanny dan juga mengambil paksa uang jajan Farel," jawab ibu Noli.


"Maaf bu, saya tidak pernah memukul Fanny, ataupun meminta paksa uang Farel, itu semua tidak benar bu," tegas Violet.


"Jangan membela diri kamu yah!!, masih kecil udah pintar berbohong, kamu pikir saya tidak bisa mengeluarkan kamu di sekolah ini, hah?!!!," bantah bu Noli.


Dari kejauhan, supir pak Yoga melihat Violet yang sedang dimarahi oleh orang tua murid, ia pun memberitahukan pak Yoga. Dan pak Yoga menghampiri mereka.


"Permisi, ini ada apa yah? kok anak saya di marahin?," tanya pak Yoga.


Karna pak Yoga memakai kaos biasa dan celana jeans, bu Noli beranggapan kalau pak Yoga adalah orang biasa saja dan tak mampu, hingga terus memaki pak Yoga dan anaknya.

__ADS_1


"Kebetulan yah bapak ada disini, saya mau bapak ganti rugi!, karna anak bapak sudah memukul dan merampas uang anak saya setiap hari!!!, gak usah sok berkuasa, kalau gak punya apa - apa, saya bisa mengeluarkan anak bapak dari sekolah ini," kata ibu Noli dengan panjang lebar.


Bu Yuli dan bu Vina hanya bisa diam, karna dia tau pak Yoga adalah orang terkaya, dan mempunyai kuasa yang besar.


Pak Yoga hanya mengerutkan dahinya mendengar perkataan ibu Noli, dan dia menatap anaknya tersebut.


"Vio tidak melakukan itu pa, mohon percaya sama Vio," tegas Violet.


"Tenang sayang, papa selalu percaya sama kamu," kata pak yoga.


Karna tak enak di lihat oleh orang tua murid yang lain, mereka melanjutkan debatnya itu di ruang guru, bu Yuli menjelaskan kejadiaan yang tadi kepada pak kepsek dengan jelas.


Fanny dan Farel melotot ke Violet, untuk memperingatkan suatu hari nanti mereka akan membalas dendamnya lagi pada Violet.


Bu Noli akhirnya menelpon suaminya untuk mengurus kejadian tersebut, dan memintanya memanggil pengacara. Pak Yoga yang melihatnya hanya diam seakan pasrah, bu Noli makin menjadi - jadi.


"Maaf bu, nama suami ibu siapa yah?, " tanya pak Yoga.


"Kenapa tanya - tanya? kaya kenal saja, pokoknya saya tetap meminta ganti rugi atas perbuatan anak bapak yang tidak punya sopan santun ini," jawab bu Noli.


"Memangnya siapa sih suami ibu itu? jangan asal nuduh anak saya tak punya sopan santun yah!!! kalau anak saya dinyatakan tidak bersalah, anda akan tau akibatnya!!!!, suruh datang sekarang juga suaminya!! ." bentak pak Yoga dengan nada tinggi.


"Maaf yah pak!!! suami saya orang sibuk tidak bisa di ganggu suruh kesini karna masalah sepele ini!!!!," Bantah bu Noli.


Perdebatan antara pak Yoga dan bu Noli tetap berlanjut, hingga suami bu Noli pak Surya terpaksa datang.


Saat pak Surya tiba, ia terkejut melihat Presdirnya ada di situ, ia tak bisa berkata banyak hanya ketakutan yang ia rasakan.


Pak kepsek memberikan waktu untuk muridnya menjelaskan apa yang terjadi, Farel dan Fanny tetap kukuh mengfitnah Violet, dan Violet pun dengan tegas membela dirinya. Ditambah penjelasan dari bu Yuli selaku perawat di uks, karna ia yang merawat luka yang ada di kaki dan telapak tangan Violet.


***

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2