
Diperjalanan Bi Nila mencoba menggoda Violet karna baru kali ini lihat majikannya itu berduan dengan cowok.
"Hayo lo non, tadi siapa ? xixixi," goda bi Nila.
"Itu kakak kelasku bi, namanya kak Anang napa ih bibi nanya gitu," jawab Violet datar.
Bibi terus menggoda Violet, dan Vio pun ngambek dengan godaan bi Nila yang mengira Violet dekat sama kak Anang.
Sesampainya dirumah, Violet memesan ke bi Nila kalau dia mau di bawakan cemilan dan susu ke kamar karna Violet ingin membuat sketsa kelas menggunakan Tabnya.
Violet menaiki satu persatu anak tangga menuju kamarnya, tiba di kamar ia terkejut melihat kamarnya gelap dan gorden tertutup. Biasanya dia selalu membuka gordennya setiap saat, kini Violet meraba tangannya menuju tombol on belum sampai menekan tombol lampu, ada lampu warna warni dan lilin menyala tak lupa juga ada lampu led bertuliskan Happy Birthday Violet Nikita.
Dia sangat terkejut melihat mama, papa dan abang - abangnya menyanyikan lagu ulang tahun untuk Violet.
"Vio sudah curiga dari tadi karna saat menelpon Bi Nila seperti bukan ada di dapur, dan rumah juga sepi sekali saat Violet pulang, tapi apapun itu terima kasih semuanya," Kata Violet terharu dan tersenyum.
Dia tak menyangka ulang tahunnya yang ke 13 di rayakan, dan juga abang Wily dan abang Dio juga pulang ke Indonesia hanya untuk menyiapkan kejutan untuk Vio.
Keluarga Yoga pun berencana untuk makan siang diluar sambil jalan - jalan, hingga di tengah perjalanan Violet merasa ada yang kelupaan dan tiba tiba ....
"Papaaaaaa!!!! sketsa kelas Violet belum di buat!!!!" Teriak sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya, Violet mengagetkan semuanya.
"Ya ampun Vio!!!! kamu ini yah bikin orang kaget saja, gimana kalau Abangmu tiba tiba banting stir dan... hihhh haduhhh" pekik Mama kesal.
"Vio.. Vio.. nanti malam dah abang yang buatin, ih ribet banget sih punya adek yang selalu disiplin begini," kata abang Wily datar sembari menyetir mobil.
"Maaf Ma, Bang, habis Vio kaget ingat sketsa kelasnya belum dibuat, ya sudah deh mohon bantuannya yah Abang ganteng hehe" colek bang Wily karna menahan malu sudah dimarahin oleh Mamanya.
Dan merekapun sampai di sebuah restoran all you can it, Vio yang memintanya dia sangat ingin mencoba makanan yang katanya bisa diambil sesuka hati.
"Yuhuuu akhirnya aku bisa makan all you can it ," seru Violet kesenangan.
"Tuan putri mau pesan apa??" tanya Dio sambil memencet idung Violet.
Tiba - tiba datang 3 orang cewek membawa bungkusan besar dan tertulìskan " Untuk Tuan Ratu Violet Nikita" . Mama yang melihat kata Ratu itu sontak kaget hingga lemas, dia baru ingat sudah bertahun lamanya tidak memberikan kabar kepada Kakak dan Ponaannya tentang Violet.
__ADS_1
Mama memberikan isyarat kepada Papa untuk mengikutinya keluar, sampainya di depan restoran Mama dan Papa membicarakan tentang apa yang dikhawatirkan Mama kalau dia belum memberikan kabar tentang Violet.
Sedangkan di dalam Violet sangat menikmati acara ulang tahunnya dengan Abang - Abangnya, selang beberapa menit Mama dan Papa kembali ke meja tempat anak anaknya berkumpul.
Tapi Mama masih kepikiran apa yang dia ngomongin tadi bersama suaminya, hingga Violet menyadari kalau Mamanya itu serasa ada yang mengganggu pikirannya dan Violet menghampiri Mamanya itu.
"Ma, ada apa? apa Mama gak senang disini? " tanya Violet sambil memeluk Mamanya.
" Eh enggak kok sayang, Mama seneng banget, udah deh yuk kita makan nak." jawab Mama sambil mengusap lengan Violet yang memeluknya.
Vio melepas pelukannya dan segera memindahkan kursinya tepat di tengah Mama dan Papa, Violet merasa masih ada yang Mama sembunyikan dari dia.
"Ayolah Adikku segera tiup lilinnya, nanti makin meleleh." seru abang Wily yang memecahkan suasana antara Mama dan Violet yang dari tadi diam saja.
"Ah iya hampir lupa, aku maunya niup lilin bareng sama Mama yah, karna hari ini adalah hari aku lahir kedunia dan Mama sudah memperjuangkan nyawanya untukku, Terima kasih Mama sudah melahirkanku ke dunia ini." Senyum Violet sambil melihat ke arah Mama.
Semua yang mendengar perkataan Violet serentak kaget apalagi Mama, Mamanya langsung menangis dan memeluk Violet sambil mengatakan "Sama - sama Anakku Sayang". Dan mereka pun meniup lilin bersama.
Ya tuhan, sedih rasanya mendengar perkataan Violet, Nadia pasti senang sekali bahwa anaknya Ratu begitu menyayangi orang tuanya, maaf kan tante Nadia, seharusnya sekarang kamu yang meniup lilin bersama dengan Ratu. Batin Mama Rani.
Selesai meniup lilin, Violet memotong kue ulang tahunya dan mebagikan ke orang tua dan kedua abangnya, dia sangat senang sekali ulang tahun kali ini kedua abangnya pulang dan merayakannya.
Sampainnya dirumah, Violet langsung mrenuju kamar dan langsung tertidur karna capek tanpa mengganti pakaiannya, hingga tengah malam dia terbangun karna ingin ke toilet, saat Vio kembali di kamarnya selintas di benaknya ingin meminum segelas susu, dan diapun menuju dapur.
Saat di pertengahan tangga Vio teringat dengan denah kelasnya.
'Astaga naga ular naga panjang naga waduhhh!!!!! denah kelasnya belum aku buat, bagaimana ini??!! masa minggu pertama masuk sekolah sudah gak ada tanggung jawab gini sih!!!" gerutu Violet panik.
Violet pun memutuskan mengerjakan denah kelasnya, tapi sebelum itu dia turun kebawah untuk mengambil beberapa snack dan segelas susu untuknya. Disaat bersamaan Vio melihat Abang Willy yang masih sibuk dengan leptopnya.
"Abang, kok masih kerja??" tanya Violet berjalan menuju abangnya itu.
"Abang gak kerja kok, ini abang baru saja selesai kerjakan yang kamu minta tadi sore." Jawab abang Wily sambil membalikkan leptopnya ke arah Violet.
"Loh ini kan denah kelas, huaaahhh abang memang terbaik deh, aku baru aja mau ambil snack untuk kerjain denahnya, syukurlah kalo sudah dibantu abang, Vio bisa tidur lagi terima kasih abangku nanti tinggal Vio tempelkan foto fotonya." seru Violet sambil mencium pipi abangnya itu.
__ADS_1
"Hmm dasar kamu ini, ya sudah sana tidur lagi, bentar abang print kan dulu yah. Oh ya, besok pagi abang yang antar kamu kesekolah yah soalnya abang mau balik lagi ke New york, gak apa-apa kan adekku tersayang?" kata abang Wily panjang lebar.
"Iya deh aku rapopo." jawab Violet memelas.
Sambil menunggu Abang nya ngeprint, Violet menuju dapur untuk mengambil snack dan segelas susu.
"Vi, nih sudah" kata Abang Willy sambil memberikan selembar kertas denah kelas Violet.
"Sudah sanah tidur, nempelin fotonya besok aja di kelas kamu istrahat gih" tambah Abang Willy.
"iya Abang......" jawab Violet bejalan menuju kamar nya.
Keesokan paginya Violet sudah berada di meja makan sambil menyantap sarapan.
"Papa? abang Wily dan abang Dio mana? katanya mau antarin Violet kesekolah dan langsung pergi ke bandara." tanya Violet kepada Papanya yang baru saja turun.
"Palingan masih tidur nak," jawab Papa.
"Abang udah bangun kok." kata abang Dio sambil menuruni anak tangga dan menghampiri Papa dan Adiknya.
Dan disusul oleh Abang Willy.
"Wah ada anak berseragam putih biru nih." kata abang Wily menggoda Violet sambil mengambil roti dan selai.
"Mama kemana Pa?" tanya Wily.
"Biasa Wil, dandan bisa ampe berjam - jam loh." jawab Papa datar.
"Apa yang berjam - jam?" Tanya Mama ketus.
Anak - anaknya yang mendengar itu pun tertawa dengan jawaban Mamanya, sedangkan Papa hanya bisa berdiam dan memakan rotinya.
Setelah sarapan. Violet, Abang Wily dan Dio pun berangkat, mereka mengantarkan Violet dahulu baru pergi ke bandara.
****
__ADS_1
Bersambung.....
NB: maaf lama update, 2 minggu ini Authornya lagi sakit.