Kau Hadir Merubah Segalanya

Kau Hadir Merubah Segalanya
Eps 20


__ADS_3

Tepat pukul 14.00 bell berbunyi semua siswa ribut ingin segera pulang.


"Sya mau dianterin ampe rumah?" tanya Syila sembari membereskan alat sekolah nya."Gak Syil,tapi dari sini lo yang bawa mobil ya,nanti lo turun gue gantiin" jawab Resya lemas.


Syila pun mengangguk,mereka bertiga berjalan menuju parkiran.Syila segera memarkirkan mobilnya lalu bergegas pulang.Di dalam mobil Resya tidak berkutik sedikitpun dia bersandar di jok mobil dengan mata terpejam.


"Lis cek kening Resya ,panas lagi gak?" pinta Syila,Lisa pun menuruti dia tersentak karena merasai kening Resya sangat panas,lebih panas dari tadi pagi."Makin panas syil!" ucap Lisa panik.


Tanpa pikir panjang lagi dia memutar balikan mobilnya lalu menuju rumah sakit.Setelah 20 menit akhirnya mereka sampai lalu Syila membantu Resya turun,sedangkan Lisa berlari masuk untuk memanggir perawatnya.


Syila memapah Resya sampai pintu lalu disambung dengan brankar yang sudah dibawakan perawat.Mereka membawa Resya ke ugd.


"Maaf bak,mbak ga boleh masuk dulu" ucap salah satu suster.Dengan terpaksa Syila dan Lisa hanya duduk dikursi tunggu.


"Syil punya no bokap nya Resya gak?" tanya Lisa.Syila pun mengambil handphone nya lalu scroll contact."Gak ada Lis,gimna dong!" raut wajah Syila sangat memelas.


Lisa pun menunduk memikirkan cara menghubungi orang tua Resya,lalu tring sebuah lampu muncul di atas kepala Lisa,"Ada apa Lis ,lo punya ide?" tanya Syila ketika melihat mata Lisa berbinar.


"Syil Resya bawa hp kan?Cari aja di hp Resya" ucap Lisa.


"Ahh iya knapa gk kepikiran dari tadi sih!" jawab Syila sambil menepuk jidat nya.


Syila pun segera mengambil Hp Resya yang ada di tas nya.Lalu mencari nomor Arham.


****


Dikantor.


Arham sedang sibuk dengan laptopnya,dia tidak memalingkan wajahnya sedikitpun.Tiba tiba disela kesibukan,ponsel Arham berdering menandakan ada panggilan masuk.Arham pun melirik hp nya dan tertera nama Resyađź’™.


Tumben nelpon ,kenapa ya?. Batin Arham.


Ia pun segera mengangkat telpon nya.


*Hallo Sya,Ada apa?

__ADS_1


Hallo om,maaf om ini Syila teman* Resya.


Resyaa.......(Syila menggantung ucapan nya karena ragu)


Resya kenapa? ( Arham mulai panik)


*Re Resya masuk rumah sakit om,pulang sekolah badannya panas.


Rumah sakit mana?


Gemilang om!


Yaudah kalo gitu,om segera kesana*!


Tutttt.


Arham menutup telponnya.


"Rina!" panggil Arham pada sekertarisnya."Ia tuan!" sahut Rina sambil membungkukan badan.


"Baik tuan"


Tanpa pikir panjang lagi Arham menutup laptop nya lalu berjalan menuju lift.Arham sangat panik mendengar putri semata wayangnya masuk rumah sakit.


"Apa Dita tau tentang ini?". Gumam Arham dalam hati.


Setelah sampai lantai bawah ia segera bergerak masuk mobil,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.Tambah lagi suasana jalan lagi agak sepi jadi dia melaju tanpa hambatan sedikitpun.


*****


Syila dan Lisa sudah mondar mandir gak jelas sedari tadi.Mereka sangat khawatir dengan keadaan Resya.


Tiba tiba seorang dokter pun keluar dari ruangan Resya "Dok gimana keadaan teman saya?" tanya Syila panik.


"Pasien sudah mendingan,panas nya juga sudah turun.Tapi dia belum sadarkan diri" jelas dokter itu.

__ADS_1


Syila dan Lisa hanya menghela nafas lalu masuk ke dalam ruangan Resya.


Mereka berdua seakan tak berdaya melihat temannya terbaring lemah diatas brankar.


Syila dan Lisa menhampiri Resya dengan mata yang sudah berkaca kaca.Syila mendudukan diri di kursi samping kiri Resya sedangkan Lisa duduk di atas ranjang kanan Resya.


Lisa mengelus pucuk kepala Resya "Sya lo kenapa bisa gini sih?ayo lah jangan sakit,bt tau gk ada yang ngajak berantem" ucap Lisa sambil tersenyum.


"Iya Sya ,sepi kalo gk ada lo!Semoga lo cepet sembuh,terus jangan pernah sakit kek begini lagi" imbuh Syila.


Mereka terus menerus mengajak Resya biacara,namun itu tidak berhasil membuat Resya siuman.


Ckiiiiitt"


Mendengar suara pintu Syila dan Lisa membalikan tubuhnya dan ternyata yang datang adalah Arham.


Syila beranjak dari duduk nya,lalu ia pindah ke dekat Lisa.Arham menghampiri Resya lalu memeluknya.


"Kamu kenapa sayang?kok bisa begini?" ucap Arham sambil menangis.Arham adalah sosok yang sangat hangat terhadap semua orang,terutama putrinya itu.


Arham mendongakan wajahnya lalu melirik Syila dan Lisa."Kenapa Resya bisa sakit?" tanya Arham dengan nada tegas.Dengan tubuh yang agak bergetar mereka berdua menjelaskan semuanya pada Arham.


Arham kembali melihat putrinya,ia menatapnya putrinya dalam.


"Apa yang kamu pikirkan sayang,sampai kamu jadi begini".Batin Arham.


Hatinya terasa begitu sakit saat melihat putrinya terbaring lemas tanpa gerak ataupun suara.


-


-


-


-

__ADS_1


HappyReading💙🤗


__ADS_2