
Setelah mengantar kedua sahabatnya pulang Resya memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena dia udah beberapa hari gak pulang dia malah memilih pulang ke rumah Papa nya.
"Males banget gue pulang" Resya bicara sendiri dalam mobil,pandangan nya lurus kedepan menatap jalan yang macet,ya mungkin karena sudah sore jadi jalanan macet.
Resya menghentikan mobilnya saat sudah memasuki halaman rumahnya,dengan malas yang menghatui dirinya Resya menyeret kakinya untuk masuk kedalam rumah yang beberapa hari ia tinggalkan.
Saat Resya membuka pintu dia melirik sana sini dia tidak mendapati keberadaan Mama nya dia hanya melihat Art nya yang sedang merapikan sofa "Bi ,mama belum pulang?" tanya Resya pada Art nya.
"Belum non,katanya nyonya ada meeting jadi pulangnya agak malam non" terang Bi Isah art nya.
"Giliran gue pulang aja mama pulang telat,gimana mau akur sih huh!" Resya bergumam dalam hati setelah mendengar perkataan Bi Isah.
"Ohh yaudah deh bi,aku naik dulu ya,nanti tolong buatin makan terus di anter ke kamar ya"
Resya naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya,ketika membuka pintu kamar,terlihat ada sepucuk surat di meja rias miliknya.Resya pun berjalan menghampiri meja itu lalu membuka suratnya.
Dear Resya
__ADS_1
*Kamu jangan diemin mama terus dong,mama kesepian tanpa kamu,Kamu cepet pulang yaa
mama rindu kamu ,
Mama sayang kamu
maafin mama ya sayang,stelah ini mama janji gabakal ngelarang larang kamu lagi .
I Love You My Children*
Resya terharu saat melihat isi surat itu,namun pikirannya kembali pada saat Mama nya menjelek jelekan Papa nya dan ngelarang Resya untuk bertemu papanya.
setelah selesai mandi Resya keluar lalu menuruni tangga ,dia melihat mama nya yang sibuk dengan laptop nya,Resya pun berjalan menghampirinya lalu mendudukan dirinya di samping Dita
"Mamah!" Resya langsung memanggil namanya saat ia hendak duduk,
"Eh Ia apa sayang?udah selesai mandinya" Dita menjawab tanpa melirik Resya .Resya yang melihat itu langsung berubah raut muka nya.
__ADS_1
"Mah!Aku izin ke rumah papa ya!" Resya bicara dengan nada datar. Mendengar itu Dita langsung menutup laptopnya lalu menghadap ke Resya."Emang mau ngapain sih" Dita bicara dengan sorot mata tidak suka.
"Ya Esya kangen aja sama papa,lagian kan mamah sibuk terus ,mamah selalu ga ada waktu buat Esya" Resya bicara dengan santai sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Kamu kan baru kemarin kerumah papa ,masa iya udah kangen ajah"
"Ya kan namanya juga anak sama papanya" Resya masih bicara dengan santai sambil melahap buah strawberry yang ada di meja.Semenjak berpisah Resya memang jarang banget dibolehin ketemu papanya,mungkin hanya sekali duakali dalam seminggu,tapi kali ini udah ketiga kalinya Resya minta izin kerumah papanya dan karena Dita tidak suka dia langsung bicara pada Resya dengan nada yang ngegas sambil menjelek jelekan mantan suaminya itu.
"Resya papa kamu itu orang ga bener,dia itu udah hianatin mama,dia udah bohongin mama,kenapa kamu masih aja peduli sama dia sih" dengan nada yang ngegas Dita bicara sambil menatap tajam anaknya itu.
Resya yang mendengar perkataan Mamanya pun langsung bangun dari bersandar dia duduk tegak menghadap ke Mamanya."Mama aja yang bodoh yang langsung percaya sama orang lain tanpa mencari tahu kebenarannya!" terlihat raut wajah Resya sangat kesal.
"Tapi kan memang itu kenyataanya bodoh!" Dita langsung membekap mulutnya saat menyadari apa yang barusan ia katakan,Dita langsung memegang tangan Resya namun Resya menghempaskan tangan Dita dengan kasar.
"MAMAH JAHAT!" Resya berdiri dari duduknya lalu menatap ke arah Dita dengan tatapan kebencian.
Resya hendak berlari namun tangan nya sudah di pegang oleh Dita "Resya maafin mama,mama gak bermaksud berkata seperti itu!" ucap Dita dengan mata yang berkaca kaca.
__ADS_1
Resya tidak menghiraukan apa kata Mamanya ,dia melepas pegangan Dita dengan kasar lalu berlari menuju mobil,dan bergegas cepat meninggalkan rumahnya.
Flashback*Off