
Suasana kantin yang tadi santai dan dipenuhi tawa dari para siswa kini berubah menjadi tegang saat Resya nyiram muka Khanza dengan minumannya."Anjing lo ya" Khanza bangun dari duduknya sambil berteriak.Resya tersenyum puas setelah melihat wajah dan baju khanza yang basah kena siram tadi "Woy lo punya sopan dikit ngapa sih" ucap salah seorang teman Khanza.
"What?Setelah dia memperlakukan gue kek gitu gue harus sopan gituh sama manusia kek dia?" jawab Resya ngegas, lalu Lisa pun ikut menimpali perdebatan mereka "Resya juga gabakalan gitu kalau Lo ga mulai duluan" ucap lisa membela Resya.
"Emang kenyataan nya gitu kan?"
"Tapi lo gak bisa seenaknya ngehina Resya dong,dimana letak hati lo hah" Syila yang tadi diam pun sekarang ikut bicara dengan nada yang tidak biasa sambil menekan kening Khanza dengan telunjuk nya.Khanza yang udah kesal dari tadi pun refleks mendorong tubuh Syila dan membuat Syila meringis kesakitan karena terbentur ke lantai.
Rasa kesal di dada Resya semakin menjadi jadi "Lo mau apa sih dari gue hah?mau uang?mau mobil? lo dari dulu asik banget kayaknya ganggu hidup gue" Resya mencengkram kuat seragam Khanza hingga membuat kancing baju nya Khanza lepas.Resya mendorong tubuh Khanza hingga terbentur ke tembok lalu cengkraman Resya pindah ke dagu nya Khanza
"Lo dengerin gue ya! Kalo lo berani sekali lagi buka suara lo sambil ngehina hina keluarga gue,jangan harap keluarga lo bisa hidup enak lagi" tegas Resya dengan nada mengancam.
"Emang lo mau lakuin apa hah sama keluarga gue? kalo gue minta mobil emang lo mau ngasih? duit darimana? ngelonte?" tanya Khanza yang membuat emosi Resya meledak. Resya memang tidak mempublilasikan tentang Papa nya, jadi yang orang lain tahu Papa Resya itu tidak punya apa apa dan Resya tinggal bersama mama nya.
Perdebatan berlangsung lama di kantin, Rio yang merasa bingung membela siapa jadi dia memutuskan untuk diam dan melihat dari kursi yang didudukinya tadi.
__ADS_1
****
"Kenapa Resya belum keluar ya?Jangan sampai lah dia di skors lagi! bete gue kalo gak ada dia ,ya walaupun dia nyebelin sih" ucap Lisa sambil melipat kedua tangannya di dada.Syila dan Lisa sedang duduk menunggu Resya keluar dari ruangan bu Arin.
"Woy diem2 bae,lagi ngapain?" ucap Rio saat hendak masuk ke kelas ."Diam lo" jawab Syila dan Lisa ketus .Rio mengeryit lalu dia melanjutkan langkahnya ke kelas.
Selang beberapa menit terlihat wajah kusut Resya keluar dari ruang Bu Arin lalu berjalan menghampiri kedua sahabatnya dengan wajah yang sulit di artikan."Sya!!Gimana?" ucap Syila saat Resya sudah mendudukan dirinya di tengah tengah sahabatnya.
"Gue di skors lagi 3 hari" ucap Resya dengan wajah datarnya,"Bosen gue di skors mulu" ucap Resya sambil menonjok pintu.
"Ya makannya jangan ber ulah" jawab Syila santai.
"Ngapain sih bicara kek gitu? lihat noh Resya sedih kan?" kesal Lisa
"Ya maaf gue keceplosan, udah yuk masuk!" ajak Syilla.
__ADS_1
Syilla mendudukan diri disamping Resya. "Sya maafin gue ya! gur gak bermaksud ngomong gitu" ucap Syilla dengan wajah memohon
"Gue emang nakal Syil, Lis tapi apakah bisa mereka tidak berbuat seenaknya sama gue?" ucap Resya dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Buliran bening itu lolos begitu saja dari netra nya Resya.Syila dan Lisa pun merasa aneh karena Resya yang cuek nya sampe ke akar bisa menangis dan rapuh.
(Kan Resya juga manusia wkwk)
Syila dan Lisa pun segera memeluk sahabatnya itu sambil ngelus2 pundaknya mencoba untuk menenangkan."Sabar ya Sya, biarin aja mereka bicara sepuasnya, ya meskipun kita juga gak tau yang sebenarnya tapi kita tau dibalik sifat dingin itu lo sangat rapuh"
Resya melerai pelukannya lalu menatap bergantian kedua sahabatnya ,terukir senyuman di bibir Resya "Makasih ya ,kalian selalu suport aku,selalu mengerti aku "
Syila dan Lisa pun tersenyum kepada Resya lalu mereka kembali memeluk tubuh Resya.
"Ahh udah jangan peluk terus, gerah" canda Resya.
__ADS_1
Setelah selesai drama pelukan hangat dari sahabat kini mereka asik berbicara entah membicarakan apa ,Lisa tak sengaja melihat pipi merah Resya "Sya pipi lo merah,lo ditampar bu Arin?" ucap Lisa penuh tanda tanya.
"Hemm" Resya hanya menjawab dengan berdehem ,Syila dan Lisa membulatkan mata nya,mereka membayangkan betapa kerasnya tamparan bu Arin hingga meninggalkan jejak merah di pipi Resya.