
"Sya kayaknya si Leo suka sama lo tuh" ucap Lisa dengan mulut penuh.Mereka sekarang sedang makan siang dikantin.
"Ah bodo amat!" Cuek Resya
"Yaelah,care dikit napa,cuek mulu lo mah" sambung Syila.
"Hooh tuh,kali kali tanggepin napa? Noh si Leo ganteng juga" ucap Lisa.
Resya pun berhenti mengunyah lalu menatap ke arah sahabat nya."Kenapa?"Lisa mengeryitkan dahi nya.Resya terlihat sedang berpikir "Ah ngga!" ucap Resya sambil menggeleng cepat.
"Dasar" cibir Syila.
Mereka pun melanjutkan makannya hingga habis tak tersisa.Setelah itu mereka memutuskan pergi ke taman.
"Eh Resya,mau kemana?" tanya Rio saat berpapasan dengan Resya.
"Eh ,mau ke taman!" gugup Resya.Entah kenapa saat bertemu Rio ,Resya merasa deg deg an,apakah ada perasaan?
"Sya nanti pulang bareng gue mau gk?" tawar Rio.
"Gue bawa mobil Ri!" jawab Resya.
Ada raut kecewa di wajah Rio,dia sangat ingin berdua dengan Resya namun belum ada kesempatan."Ooh yaudah" ucap Rio tersenyum.
Resya dkk pun melanjutkan langkah nya menuju taman,mereka bertiga mendudukan diri di kursi panjang."Sya si Rio juga kaya suka tuh!" ucap Lisa membuka pembicaraan.
"Kalian ya gak ada henti bilang si itu suka si anu suka ya gapapa kalo mereka suka gue bodo amat!" cerocos Resya.
"Yaelah pake koma dikit ngapa!" kesal Lisa.
Mereka masih belum berhenti berbincang tentang pacaran.Pada dasar nya Resya memang paling males kalo pacaran,dari dulu dia sering nolak banyak cowo.
__ADS_1
****
Resya baru saja masuk ke dalam mobil dan memasang selfbet nya.
Tinnn Tinnn
Suara klakson terdengar dari samping mobil Resya."Sya nanti malem jalan yuk!" ajak Rio sambil tersenyum.
Tadinya Resya mau menerimanya tapi dia ingat bahwa Mama nya masih di rumah sakit."Kayak nya gabisa deh Ri,nyokap gue masih d rumah sakit"
Lagi lagi Rio kecewa karena kehilangan momen bertemu dengan Resya "Hmmm,yaudah gue boleh jenguk mama lo gk?" tanya Rio.
"Boleh aja!" jawab Resya sambil tersenyum.
"Yaudah lo duluan, gue nyusul dari belakang"
"Okkey"
Saat Resya hendak masuk ,Rio datang dengan membawa parsel buah."Gue kira gak jadi" ucap Resya.
"Hehe gue tadi mampir dulu beli ini" jawab Rio sambil mengangkat parsel nya.
Mereka berdua pun jalan berdampingan memasuki rumah sakit.Ketika membuka pintu, Resya merasa kaget karena mendapati Papa nya sudah ada di sana.
"Eh sayang udah pulang" sambut sang Papa."Iya pah" ucap Resya seraya tersenyum sambil mencium punggung tangan Arham.Rio juga ikut menyalami Arham.
"Siapa ini? Pacar?" tanya Arham sambil tersemyum."Eh,bu bukan pah ini temen Resya" jawab Resya gugup.
"Perkenalkan saya Rio pak,temen Resya" ucap Rio dengan senyum manisnya."Ooh Iya,bukannya kamu keluarga Anggara Ya?"
Rio kaget karena Arham mengetahui nama keluarga nya."Hehe iya pak,saya putra sulung keluarga Anggara" Arham manggut manggut lalu mengajak Rio bicara di sofa.
__ADS_1
Resya baru saja selesai ganti baju,dia keluar dari kamar mandi lalu menghampiri Rio dan Arham.
"Tumben Papa pulang cepet" ucap Resya sambil memakan buah yang ada di meja.
"Iya ,hari ini papa agak santai" jelas Arham.
Resya tidak menjawab lagi,dia malah menghampiri mama nya yang belum sadarkam diri.Rio bisa melihat sisi rapuh Resya saat melihat Mama nya sedang sakit.
Rio menatap Resya dengan lekat,dia terus memandangi Resya yang sedang mengajak Mama nya bicars.Arham yang menyadari itu segera menepuk bahu Rio hingga memuatnya terkejut.
"Hayoo! Berkedip dikit napa" ucap Arham sambil tersenyum
"Eh maaf om" kaget Rio tersenyum canggung.
"Hahaha kamu suka sama Resya?" tanya Arham dengan tangan yang masih menempel di bahu nya Rio.
"Kalo kamu suka kejar,om akan dukung kok,tapi jaga dia!" ucap Arham sambil tersenyum.
Rio hanya menjawab dengan anggukan,dia menyadari bahwa dia sudah menyukai Resya sejak pertama bertemu di taman.
"Semoga kamu akan membawa perubahan bagi Resya." batin Arham.
-
-
-
-
Happy Readingđź’™
__ADS_1