
"Maaf pak bisa bicara sebentar?" pinta sang dokter pada Arham.
Arham pun mengangguk lalu mengikuti dokter itu ke ruangannya.
"Pak,apakah putri anda mempunyai problem?" tanya Dokter.
"Problem?" Arham mengeryitkan dahi nya.
"Iya pak,putri bapak sepertinya terlalu banyak melamun,dia sepertinya depresi,jadi..."dokter itu menjeda ucapannya.
"saya mohon setelah kesembuhannya,jangan pernah membuatnya tertekan lagi,buat dia terbuka sama bapak,terus tenangkan pikirannya!"
Arham mendengarkannya dengan seksama,dia mencoba mencerna apa yang dikatakan dokter.
"Okke dok terimakasih,saya akan berusaha untuk itu!" ucap Arham seraya tersenyum.
Dokter itu pun mengangguk lalu mempersilahkan Arham untuk keluar ruangannya.
"Aku harus telpon dita." Arham segera mengambil ponsel nya lalu menelpon Dita.
"*Hallo?" ucap Arham
"Iya hallo?siapa ya ada perlu apa?" jawab Dita
"Ini saya Arham!Kamu bisa pulang dulu?Resya masuk rumah sakit"
"Apa?Masuk Rumah sakit?"
"Kirim lokasi nya secepatnya saya akan datang!" ucap Dita lalu memutuskan sambungannya*.
__ADS_1
Arham pun segera mengirim lokasi nya lalu masuk lagi ke ruangan Resya.
Arham memesan ruang perawatan VVIP karena tidak mau terlibat dengan orang banyak.
Selang beberapa menit Arham keluar dan saat Arham masuk Resya sudah sadarkan diri,Arham segera menghampiri Resya.
"Sayang kamu udah sadar!" ucap Arham sambil memegang tangan Resya.
"Resya dimana pah?sshhtt" Resya memegang kepalanya karena sakit.
"Kamu dirumah sakit,tadi kamu pingsan!" jawab Arham.
Resya tidak menjawab lagi ,dia mencoba duduk namun kepalanya terasa sangat berat."Pah Resya lapar" ucap Resya dengan wajah pucat.
"Yaudah kamu tunggu ya!papa cari bubur dulu" Resya pun mengangguk lalu Arham pergi meninggalkan Resya.
****
Resya tersenyum saat melihat sosok dari jendela yang ia kira papa nya tapi ternyata bukan.Senyuman Resya seketika pudar saat melihat Dita diambang pintu.
Dita menghampiri Resya "Sayang kamu kenapa?sakit apa?" tanya Dita ,dia hendak memeluk Resya namun Resya mendorongnya."Mama ngapain kesini?sana urus saja pekerjaan mama!" ucap Resya dengan nada mengusir.
"Resyaa!Kamu jangan gitu dong!" ucap Dita melas,mata nya sudah berkaca kaca karena perlakuan anaknya."Mama pergi aja,biar papa aja yang nemenin Resya" ucap Resya yang masih memalingkan wajahnya.
"Maafin mama sayang,mama melakukan ini juga demi kamu" Dita memegang tangan Resya namun Resya menepisnya dengan kasar.
"Syaa" Dita tak kuasa lagi membendung air matanya,hingga butiran bening itu jatuh dipipinya.
"Resya bilang pergi maa" ucap Resya sambil terisak.Tak ada pilihan lain lagi,Dita pun pergi meninggalkan Resya yang masih belum membalikan pandangannya.Dita menyeret kaki nya pelan,ketika sudah diambang pintu dia membalikan badannya menatap ke arah Resya,namun Resya masih setia dengan pandangan menghindari Dita.
__ADS_1
Dita menutup pintu pelan,dia menghembuskan nafas dengan kasar.Dita melihat Arham yang baru masuk dari pintu utama Rumah sakit,ia bergegas menghampiri Arham dan tiba-tiba.
Plakkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Arham "Apa yang kamu lakukan?" ucap Arham sambil memegang pipi nya yang terasa panas.
"Hah?apa kamu bilang?aku disini mau jenguk Resya ,tapi Resya terus menghindar dariku ,ini semua pasti ulah kamu kan?kamu yang membuat Resya menghindariku!" ucap Dita dengan nada membentak.
"Bukannya ini karena ulah kamu?kamu yang sering meninggalkan Resya,hingga membuat Resya kesepian dan merasa kurang kasih sayang" jawab Arham dengan suara yang tak kalah tinggi.Dita bungkam dia tidak bisa lagi menjawab ucapan Arham,Dita seperti sudah terpojokan.
Ci**h!
Arham berdecih.
"Dasar wanita tidak tahu jalur benar" ucap Arham sambil melengos pergi.Ia tak mau lagi debat dengan mantan istrinya itu.
Dita keluar dari rumah sakit dengan keadaan menangis,dia tak menyangka bahwa putrinya akan setega itu padanya.
-
-
-
-
Hai hai,para Readersku🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak nya ya🤗
__ADS_1
Jangan bosan bosan untuk membaca karya saya.Jangan lupa Like,Coment,Rate + Vote nya ya teman teman💙
Salam Hangat🤗😇