
Kami bertiga meninggal kan penginapan .
Menaiki bus menuju stasiun bawah Tanah .
" kurapika, kau sempat di tangkap juga oleh perompak itu kan". Ucapku .
Kurapika mengangguk.
" ada baiknya jika kau menyamar kali ini, takutnya nanti .. Salah seorang dari mereka mengenali mu, dan itu bisa gawat. Dan membahayakan mu". Ucapku.
" ya, kau benar , oleh sebab itu .. Aku sudah siapkan wig dan kacamata di dalam tas ku ini ". Ucap kurapika ,
Lalu dia mengeluarkan sebuah wig panjang berwarna hitam.
Lalu memakai kacamata hitam juga .
" waahh ... Kurapika sangat keren". Ucap Gon.
beberapa saat kemudian, bus berhenti di halte.
Kami turun dan berjalan menuju stasiun bawah Tanah .
Di pintu masuk, seseorang menghadang kami.
" hei, bocah, mau kemana kalian?".
" kami akan menghadiri acara pameran senjata api , aku dengar akan di adakan di daerah sini ". Ucap kurapika .
" mana tiket kalian?". Ucap orang itu.
kurapika melihat ke arah ku dan Gon.
Aku dan Gon mengangkat tangan tanda tidak tau .
" tidak ada tiket, tidak boleh masuk " . Ucap orang itu.
" dimana membeli tiket nya ? ". Ucapku .
" tiket hanya di jual secara online, dan kurasa sekarang sudah habis ". Ucap orang itu.
kami bertiga menghela nafas .
" sudah sejauh ini, dan sedekat ini, apa kita akan menyerah begitu saja?". Ucapku .
" ada cara lain ". ucap kurapika .
" apa itu ". Gon antusias.
" menyusup ". Ucap kurapika .
Aku hanya mengangguk.
" ayo ". AJak kurapika .
Lalu kami berjalan mengamati sekitar tempat pameran.
__ADS_1
Penjagaan sangat ketat.
Kami bertiga melewati pintu belakang gedung, dengan dia penjaga disana.
Aku segera melumpuhkan satu penjaga , menutup mulutnya dengan lakban dan mengikatnya .
Begitu juga dengan kurapika, melumpuhkan dan mengikat penjaga yang satu nya lagi.
Akhirnya Kami masuk gedung pameran dengan melewati pintu belakang.
Suasananya cukup ramai, banyak juga orang yang tertarik dengan acara seperti ini .
" ingat, kita tidak boleh berpencar, harus bersama sama ya". Ucap kurapika .
" aku mengerti ". Ucap Gon tersenyum.
Aku mengangguk dan menggandeng tangan Gon.
Aku tidak akan membiarkan tangan Gon terlepas dari tangan ku.
aku akui , aura nya di sini sangat suram.
Di atas Panggung berdiri seorang pria berbadan gempal yang membawa mik , seperti nya acara akan di mulai .
" hei, kurapika, bagaimana ? Apa kau sudah menemukan perompak laba laba itu?". Tanya ku
" sangat sulit melihat tato di tubuh orang orang ini , tapi aku akan berusaha mencari nya ". Ucap kurapika sambil terus fokus mengamati orang orang .
" acara ini membosankan sekali, di sini hanya ada senjata api saja, tidak ada camilan atau apa ". Ucap Gon .
aku sedikit terkejut ketika melihat ayah duduk di sebuah kursi menyaksikan pameran ini .
Lalu aku melihat sekeliling, selain ayah, siapa lagi anggota keluarga ku yang hadir .
Setelah mengamati sekitar, seperti nya ayah datang sendirian .
Aku dan Gon duduk di sebuah kursi , sementara kurapika masih berkeliling mencari petunjuk .
entah kenapa aku merasa, perasaanku jadi tidak enak.
Aku melihat Gon, dia tertidur.
Mungkin dia bosan dengan acara seperti ini .
Tiba tiba seseorang dengan topeng di wajahnya menembakan pistol ke langit langit gedung .
Sehingga membuat semua orang terkejut dan lari berhamburan.
Aku mengamati dan mencari di mana kurapika .
Aku tidak melihat kurapika sejak tadi.
Ku harap dia baik baik saja.
Aku melihat ke arah di mana ayah duduk.
__ADS_1
Ayah juga sudah pergi dari sana.
aku menengok Gon , bisa bisa nya dia masih tertidur ..
[ seperti nya Gon akan baik baik saja, jika aku meninggalkan nya sebentar . Tidak akan jadi masalah, lagi pula dia tidur kan... ] ucapku dalam hati.
setelah mengecup kening Gon, aku mencari kurapika di tengah kerumunan orang orang yang panik.
Saat pencarian ku terhadap kurapika , Aku melihat Orang bertopeng itu membuka sebuah kotak senjata api yang berada di tengah tengah ruangan dan mengambilnya lalu membawa nya pergi .
Semua orang tidak berkutik karena dia menodongkan pistolnya .
Dan dari tangannya aku melihat sebuah tato gambar laba laba yang memiliki angka 8 di tengah nya .
Aku mengejar dan menyerang orang bertopeng itu .
Kami terlibat perkelahian di sebuah lorong
Dia menembakan beberapa peluru ke arah ku .
Tapi aku dengan lincah menghindari nya .
tiba tiba kurapika datang dan berhasil menjagal kaki orang bertopeng itu, hingga membuat orang itu terjatuh..
" kurapika, dia anggota perompak laba laba ! ". Teriakku
Kurapika mengangguk dan menyerang orang bertopeng itu .
Orang bertopeng menodongkan pistol ke arah ku dan kurapika , lalu menembak kan nya ..
Tapi di luar dugaan...
Gon datang dan tanpa sengaja sebuah peluru menembus dada nya .
Aku berteriak histeris .
Dan entah apa yang merasuki ku , aku menghajar perompak itu dengan sangat brutal.
Kurapika juga menyerang perompak itu,
perompak itu balik menyerang ku dan kurapika , lalu ku rebut pistolnya dan menembakan ke arah nya berkali kali hingga peluru nya habis .
Dan sudah di pastikan bahwa dia pasti tewas di tempat.
Aku berlari ke arah Gon yang tidak berdaya dan bersimbah darah.
Aku memangku kepala Gon dan menangis di sana.
Karena saat itu kami semua tidak membawa ponsel.
Kurapika berlari mencari bantuan.
" Gon... Bertahanlah ". Ucapku pada Gon yang semakin lemah .
" killua tidak perlu kawatir. Aku adalah bocah yang kuat ". Ucap Gon dengan pelan setengah berbisik .
__ADS_1
Beberapa saat kemudian datang panitia menyelenggara acara membawa tandu dan membawa Gon ke rumah sakit .