
Hari begitu cepat kepergian para tuan putri pun datang ,mereka pun masing masing bergegas membawa 3000 pasukan bersenjata untuk berjaga di setiap perjalanan dan tak lupa membawa sedikit perbekalan ,dan sedikit hadiah untuk kerajaan yang mereka kunjungi ,kedua para putri pun sudah pergi tapi putri Liu belum jalan karna masih menunggu ,masing mereka sudah pergi menjauh stelah itu baru putri Liu yang berangkat
" kau tida khawatir dengan lelaki itu ," sahut bola moci yang berada di dekat Liu
" khawatir apa " menjawab sambil memakai baju yang iya beli dari misi nya
" kau tida takut dia akan hamil " jawab nya sambil membantu Liu memakai pakaian yang ribet itu
" tida ,mana mungkin dia hamil ,toh aku cuma melakukan satu kali " masih sibuk berpakaian
" tapi sikap mu malam itu sangat kasar kau melecehkan nya seperti orang yang memperikosa nya "
" sudah lah ,aku tak berfikir jauh sampai kesana ,biar kan saja ,itu lah hukuman nya " masih santai dengan tangan yang bekerja
" yasudah ,tapi bila dia benar hamil aku tida bisa membantu "
" terserah ,jauh sekali pikiran mu "
" owh iya ,kau bawa barang barang yang berada di kotak misi itu "
" ya aku bawa ,lihat lah aku membeli semua barang ini hanya untuk menyenangkan kerjaan es itu ,dan kau lihat koin ku hampir habis hah , ,, " kecewa atas barang barang yang iya beli dengan cukup mahal
" ya , ,semua itu butuh perjuangan ,mengapa kau bisa tau tentang kerajaan es "
" aku kan pintar ,hahaha "
" aku bertanya serius Manusia " kesal nya bola moci
" Selama aku di dunia manusia ku ,aku sering membaca kerjaan dan kekaisaran jadi aku aga tau tentang kerajaan es itu ,bila benar berarti aku benar benar tau keadaan di sana ,dan aku akan bisa buat perjanjian perdagangan hahah ,kaya lah aku " semangat dan senang karna uang
" tapi pasti kau berfikir tentang putra nya juga kan " merasa menjijik kepada Liu
" hahaha benar sekali ,itu sangat lucu " .sangat bahagia
" dasar manusia mesum "
putri Liu pun selalu tertawa ,dan bahagia dia tida akan berfikir bahwa Ahmya akan hamil ,toh suami utama saja yang dia perlakuan kasar saat malam pertama dan sering melakukan itu ,tak kunjung hamil ,dan bantuan bola moci pun masih belum bereaksi ,celoteh sang ibu dan ayah masih sama menginginkan seorang putri dan putra terhadap putri Liu ,jadi selama itu dia tida datang ke istana ibunya meskipun hari terakhir keberangkatan nya tak ada sepatah kata pun ke ibunda nya ,ibunda hanya melihat nya di atas istana aula utama menyaksikan putrinya yang akan pergi ke kerjaan dingin ,sedih terharu tapi dia selalu berdoa untuk putrinya ,agar sampai dengan selamat dan tak ada bahaya di perjalanan nanti
Suami utama pun mengetuk pintu kamar itu
__ADS_1
"tok tok tok "
" masuk "
" tuan " sahut suami utama memanggil
" eh mengapa kau pergi kesini ,seharusnya aku saja " menghampiri suami utama
" tida apa apa ,apa ada hal yang harus aku bantu ,bukan kah hari ini hari keberangkatan mu " jawab nya lembut dengan sama seperti sikap nya yang anggun dan lembut
" aku ingin peluk ", manja nya terlihat di depan Sumi utama
" Iyah " mereka pun berpelukan dan mencium satu salain ,aga sedikit panas tapi tida melanjutkan karna Liu takut lelah di perjalanan nanti
" akh , , ,aku kesal " sahut sang putri
" mengapa " jawab nya malu malu dengan wajah merona berwarna pink
" aku ingin melanjut kan itu ,tapi aku takut lelah nanti "
" mm ,apakah anda sudah sarapan "
" bukan kah aku memang seperti ini ,"
" tetap saja ,aku percayakan semua kepada mu,di saat aku tida ada ya,dan jaga para Harem ,owh iya pembukuan masih ada kan "
" masih aku masih mencatat itu ,dan semua pun di bawa keruang keuangan mu, dan itu tersimpan rapat "
" jangan kemana mana ya ,dan jangan keluar aku tak ingin orang melihat mu dengan keadaan cantik "
" aku tak akan pergi ,aku tetap berada di istana bersama para Harem yang lain "
" baiklah antar aku ke depan kreta ,aku tak ingin melewati wajah mu yang cantik ini "
" iya iya jangan seperti ini aku sangat malu " benar benar memerah
Suami Utama di percayakan untuk menulis pembukuan keuangan kekurangan dan pengeluaran ,suami lah yang bertanggung jawab pembagian uang untuk para Harem dia lah bertanggung jawab ,dan untuk masuk nya uang kepada putri Liu, dia juga yang bertanggung jawab jadi para pedagang juga hafal suami utama lah yang memegang semua pembukuan itu ,jadi suami sudah terbiasa ,
Mereka pun menuju aula utama dan ibunda menyaksikan kepergian Liu ,ibunda pun melihat suami utama yang merasa sedih di tinggal kan ,pelukan dari samping tuan putri seperti suami utama tak boleh lepas dari genggaman nya ,dan putri pun pergi menjauh dari istana hong ,tiba tiba ada panggilan untuk suami utama bahwa ibunda ingin bertemu dengan suami utama ,dia pun bergegas menuju saung bawah danau yang indah dan sejuk dan mereka pun berbicara cukup serius
__ADS_1
" apa ibunda ratu memanggil ku " kaget karna pertama kalinya di panggil
" iya mohon cepat ratu sedang berada di belakang saung danau " kata pelayan yang memanggil nya
" baiklah "
Selama perjalanan menuju belakang istana danau itu ,suami utama banyak berfikir
" aku tida berbuat apa apa ,tapi mengapa ibunda ratu memanggil ku ,apakah untuk menjauh dari tuan putri ,hm , ,tida boleh berfikir buruk ,"
Sampailah suami utama di hadapan sang ratu
" salam hormat kepada ibunda ratu Hong ";bersujud dengan kedua tangan di taruh di atas kening
" ya tida apa apa ,ayo duduk temani aku minum teh "
" baik ibunda ratu "
Mereka pun memulai percakapan itu
" aku lihat ,kau begitu dekat dengan putri ku Liu ,apakah memang seperti itu apakah berbeda "
" hamba menjawab ,ya hamba sangat dekat dengan tuan putri ,begitu juga di malam hari " jawab nya santai dengan elegan
" syukur lah ,semoga kalian selalu di berkati dan semoga kalian di berikan momongan "
" amin terimakasih ibunda "
" aku ingin bertanya " ibunda dengan menatap arah danau
" ya silahkan ibunda ,hamba akan menjawab sebisa hamba "
" apakah ada pergerakan ,putri ku berpindah hati atau kah , , "
" maaf bila hamba berkata seperti ini, hamba tida ingin menutupi nya,hamba tau tuan putri bukan seutuhnya milik hamba ,tuan putri pun masih memiliki harem ,jadi tida sopan untuk hamba ber cemburu "
" terimakasih atas sikap mu yang dewasa ,maaf bila putri ku melukai hati mu ,"
" tida apa apa ibunda ,hamba mengerti "
__ADS_1
Pertemuan itu pun di selesaikan dan ratu pun pergi dari tempat itu begitu juga suami utama