KEBAHGIAAN DI PENUHI HAREM LELAKI TAMPAN

KEBAHGIAAN DI PENUHI HAREM LELAKI TAMPAN
madu belum tentu racun


__ADS_3

Pintu pun terbuka keras ,Aizen pun sentak kaget mendengar pintu ,lalu Liu menutup kembali dan mengunci kamar itu ,Liu berlari memeluk Aizen ,seketika tangisan Aizen pecah dan menangis lepas di pelukan Liu,pintu luar sudah di jaga oleh pelayan ki yu dan kimba ,tangis haru dari dalam terdengar keluar pelayan kimba ikut senang bahwa tuan nya setelah pulang tak lupa dengan suami utama ,sehingga dia berlari ,awal dari berlari tuan nya


Ketika sibuk berbicara Liu kesempatan pergi dari sana tapi sudah berbisik akan pergi sebentar ,Liu menghampiri dua pelayan nya


" Ki yu apakah kau melihat suami utama " sahut nya memerhatikan di sela sela aula utama


" tida tuan ", sahut Ki yu


" kau kimba Pakah kau melihat nya ", bertanya kepada kimba


" tida sama sekali tuan ",


" tadi aku melihat suami utama setelah aku turun tapi dia pergi bersama pelayan nya ,aku pun merasa tida enak ,"


" apakah ingin saya yang menghampirinya " bertanya kepada tuan nya


" tida usah ,owh iya aku akan berlari kesana ku pikir dia akan menangis ,aku sudah melihat dari kejauhan wajah nya,dan kau sedikit melambat di belakang agar tida ketahuan oleh yang lain nya ", sahut nya menyuruh dua pelayan nya


" baik tuan ",


Putri Liu pun berlari menuju istana suami utama ,


" Ki yu memang nya kau tak melihat ",sahut kimba bertanya


" tida aku tak melihat ,kau tahu tuan sangat menyukai suami utama ,aku begitu senang ",


" Seperi nya iya ,sangat terburu buru dia tak ingin suami utama menangis karna nya ya kan ", sahut kimba


" ya kita lihat saja "


Di sisi lain ,ruangan itu

__ADS_1


" jangan menangis aku sudah pulang ayolah tatap wajah ku,jangan seperti ini ", sahut Liu memeluk Aizen di dada nya dengan khawatir


" tida tida mau ", masih sedih malu untuk memberikan wajah kepada nya


" aku tahu ,sakit kan,maaf ini demi bisnis kau paham kan ",


",.......," suami utama Hanya diam


Lalu suami utama melepas pelukan nya ,dan Liu pun menatap wajah aizen ,dan mereka pun berbicara dengan menatap satu sama lain ,tapi Aizen terkadang memalingkan wajah nya ke sisi mana pun


" lihat aku,aku sudah pulang aku di sini ,apakah kau tida merindukan ku ", sahut nya Liu


" aku sangat merindukan mu ,tapi apakah kau ", bertanya tapi takut semua bohong


" aku juga begitu merindukan mu ", langsung mencium ******* bibi manis Aizen


" akh,......,hmm,......,hah,...." susah bernafas lalu baru bisa bernafas setelah ciuman itu di lepas


" tida aku tida menangis " wajah merah tapi masih sesenggukan


" ayo sini kasih tangan mu,kau pasti melakukan itu lagi kan ,"


" tida tida ,aku tak melakukan apa apa ", sahut nya takut memperlihat kan tangan nya


" jangan menolak ," langsung mengobati jemari suami utama


" ingat kau pasti tau ,ya,...,dia anak salah satu kerajaan es nama nya biru dia lebih muda dari mu,dan dia anak yang masih polos lugu dan aku pun tak melakukan kesalahan apa apa ,pernah sekali itupun hanya di bibir ", berbicara tak henti menjelas kan padahal suami utama tak meminta nya


" dan dia meminta ku untuk menikahkan nya ,tapi dia tau status ku mempunyai suami utama dan selir tapi dia sangat percaya pada ku ,tapi aku juga merasa kasihan kau tau aku,aku tak bisa seseorang memohon begitu saja kepada ku,jadi aku menerima nya ,dan akan menjadi suami kedua apakah tida apa apa ,dan maaf aku tida bilang di surat hanya bilang kepada ibu ku,aku ingin berbicara pas saat aku datang tapi kau sudah mendengar itu semua,....,maaf ", baru kali ini Liu berkata maaf dengan tulus sambil membalut jemari suami utama


" tida apa apa ,itu nama yang cantik ,dan dia juga cantik terlihat elegan dan itu tipe mu kan ,kau sudah menjelas kan ,aku berterimakasih kepada tuan,ya hamba tahu tuan orang yang tida selalu tida enak kepada siapapun ,ya aku tida apa apa tuan berhak mencintai siapapun toh aku hanya suami utama " sahut nya mantap jemari Liu membalut obat di jari nya

__ADS_1


" tolong jangan seperti itu,lebih cantik kamu dan elegan kamu jadi jangan berkata seperti itu kau paham ,bila kau cemburu berarti aku bangga sudah di cintai oleh mu,dan jangan seperti ini,tangan mu akan terluka karna cemburu ya kan,ingat status mu suami utama, dan perasaan ku itu lebih besar di banding yang lain nya jadi jangan selalu menyingkir dari semua nya kau paham ,bila aku marah kau tak akan bisa membaik kan ku kan ",


" maaf kan aku,aku paham aku juga tida mau kau marah dengan ku ",


" ya sudah ,nanti malam aku akan ke sini temani aku tidur aku sangat rindu hangat nya dirimu ," sambil memeluk Aizen


" tapi bukan kah kau harus bermalam dengan biru ",


" kami belum sah ,jangan coba coba menyuruh ku tidur dengan orang lain ", jawab nya Liu yang memegangi tangan Aizen dengan wajah masam


" aku kira kau sudah menikah di sana ," ,


" tida ,aku tak mau aku tak ingin suami utama ku ,berfikir aku sangat buruk ",


" tak akan,..., aku tak akan berfikir seperti itu ",


" dan ingat aku tak akan menyentuh nya bila dia tida mengijinkan ku dan bila memang mood ku tida mau ya aku tak mau di paksa ",


" baiklah "


Liu pun sudah berbicara kepada suami utama dengan jelas , dan Liu pun pergi meninggal kan ruangan itu begitu juga dua pelayan nya mengikuti dari belakang ,Tao Tao pun memasuki ruangan itu dan menemani suami utama , yang merasa khawatir


" tuan tuan ",sahut Tao Tao merasa khawatir


" ada apa ,aku di sini Tao Tao ", sahut nya


" tuan Pakah luka mu sudah ,...." menatap jemari tuan nya


" lihat sudah kan ,jadi tak perlu khawatir tuan putri Liu yang membalut nya aku hanya bisa diam jika dia yang bergerak ", sahut nya sambil tersenyum


" syukur lah hamba ikut bahagia melihat tuan putri sangat menyayangi tuan Sumi utama , aku senah dengan seperti ini ",sahut Tao Tao .

__ADS_1


__ADS_2