
putri bergegas menuju tepat peristirahatan yang berada di ruangan harem ,di antar dengan Digo dan para Harem yang lain nya ,putri pun duduk dan menepuk tepat untuk menyuruh Daigo duduk di samping nya
" sini duduk lah dengan ku " sahut nya putri sambil menepuk kursi panjang yang iya singgahi .
" ya tuan ku ,apa tida apa apa hamba bisa menemani duduk di bawah saja ", sahut nya ,sedikit malu dengan suami utama
" aku juga orang biasa ,aku bisa menghargai kalian ,aku tak ingin memandang rendah Harem ku ,bila nanti ada yang memandang rendah kalian langsung beri tau ak**u" ,sahut putri memerintah Harem nya
" ya saya mengerti tuan ,apakah tuan ingin say**a untuk menyuapi anggur " cara genit Daigo kepada tuan nya
" boleh ,kau memang berani ya ", sambil menyentil kecil hidup Daigo
Daigo menyodorkan anggur dengan tangan tangan nya tapi putri malah menolak ,Daigo bingung dengan tingkah tuan nya
" mengapa seperti itu" sahut nya sambil menolak pelan
" ya ini saya suapi ,em..... memang nya harus seperti apa tuan " jawab malu Harem Daigo kepada tuan putri
" aku ingin menggunakan ini " jawab putri sambil menyentuh bibi Daigo dengan lembut
" tapi tuan " Daigo malu dan menurut nya tak sopan karna ada suami utama dan para Harem yang lain ,dia takut salah paham atas sikap nya yang keterlaluan kepada tuan nya
" ada apa ,kau takut atau malu " sahut nya bertanya tanya
" saya mau ,tapi saya malu dengan suami utama dan para Harem yang lain nya ",
" baiklah aku ,akan menyuruh semua pergi dari hadapan ku ,buat semua nya silahkan keluar aku ingin ,aku dan Daigo saja yang berada di sini " jawab tegas sang tuan putri
dan semua para Harem pergi meninggal kan ruangan itu dan masih terlihat dari jauh ,karna ruangan peristirahatan itu ada di tengah tengah danau teratai ,dan suami utama melihat Daigo yang menyuapi tuan putri dengan bibir nya
"ayo suapi aku ,mereka sudah pergi ,apa kau masih tida mau " sahut putri dengan nakal nya berkata kepada Daigo
" ya putri saya mau ",
tak lama Daigo menyuapi nya dengan mulut nya dengan santai
" wah sangat manis ya ,anggur ini "
Di sisi lain Daigo tersipu kepada tuan putri atas sikap tuan nya yang sangat manja kepada nya ,
"adik daigo aku sedikit mengantuk boleh kah aku tidur di pangkuan mu ", jawab nya dengan lembut
" silahkan tuan ku ,hamba akan siap menjadi bantal di kepala tuan putri ",
tak lama putri pun tertidur , di sisi lain para Harem sedang menceritakan sikap pagi nya putri yang masuk kamar Akemi ,dan cay cay yang menanyakan mengapa putri ada di kamar Akemi, dan di Sana ada Aizen ,tapi Akemi berhenti bercerita takut suami utama marah kepada nya
" Akemi aku tak ingin bertengkar dengan mu tapi tadi mengapa tuan putri ada di kamar mu .dan kamu mengapa tak memakai pakaian "
Akemi pun kaget mendengar cay cay yang berbicara lantang soal itu
" apa memang nya salah ku ,danaku tadi sedang mandi" jawab Akemi tak ingin di salah kan
" ya memang seperti itu ,tapi aku melihat jelas kamu dan putri bersama di ruangan mandi itu " , cay cay masih bersikeras bertanya
Ketika Akemi ingin menjawab suami utama datang ,Akemi langsung diam begitu juga cay cay
" tida apa apa cerita saja aku juga ingin mendengar nya ,tenang saja adik Akemi aku tak akan menyalahkan mu" sahut lembut Aizen kepada salah satu Harem nya
" maaf kan hamba tuan suami utama , aku pun tak tau .aku sedang mandi , lalu tiba-tiba ada suara yang jatuh , dan aku kira pengintip tapi ternyata tuan putri yang mengintip ku ,Dia sangat mesum ,aku tak berani berhadapan dengan nya ,dengan tak memakai Sehelai pakaian , tapi aku bilang untuk menjauh tapi tuan putri malah mendekat dan ,ini bukan semua salah ku ,tolong jangan menyalahkan ku " ,sahut nya Akemi yang tak ingin di salah kan
" berarti Akemi tida salah ,itu hanya kesalahan tuan putri saja ," sahut Aizen yang tak ingin semua jadi pertengkaran
Tapi di sini cay cay memang tida senang dengan Akemi yang menyerobot mengambil inisiatif di banding diri nya
" tapi aku masih tida suka ,kau seperti itu " sahut cay cay sangat membenci nya
" sudah sudah ,adik cay cay jangan seperti itu " suami utama melerai dengan hati hati
" maaf kan hamba suami utama ,aku tau kamu adalah suami utamanya kami juga menghormati mu ,tapi jangan harap , tuan putri hanya berpihak pada mu ,tuan putri mempunya kita dan tak bisa hanya kamu saja , tadi tuan putri memegang yang tak seharusnya di pegang .dan menggoda Akemi sampai dia tak bistahan " cay cay yang membara melihat kesabaran suami utama kepada Akemi
" cay cay jaga lisan mu " sahut Akemi yang sedikit marah kepada cay cay
" adik cay cay aku tak akan mengambil taun putri dengan kalian semua ,tuan putri milik kalian aku tak berani untuk hanya memiliki tuan putri sendiri" sahut nya Aizen dengan lembut namun takut juga di salah kan
" sudah tuan Aizen tak perlu berbicara seperti itu ,cay cay memang masih kecil jadi dia sedikit cemburu kepada mu dan aku "
" terima kasih adik Akemi ,atas kebaikan mu "
" ya tida apa apa "
Cay cay pun pergi meninggal kan ruangan itu setelah pertengkaran nya ,dan tak lama Daigo keluar dari tempat istirahat itu
" adik daigo mengapa kau sudah pergi meninggal kan Putri " sahut nya suami utama
" tuan putri sedang tertidur makanya aku tak mau menganggu dan aku keluar saja .dan aku sedikit mendengar pertengkaran kalian ,syukur tuan putri tida mendengar nya ,maaf suami utama aku akan segera mandi tolong bantu aku untuk menjaga tuan putri " jawab nya Daigo baik kepada suami utama
" maaf aku ingin bertanya " sahut Zizi dengan sopan
Begitu juga dengan Harem lain nya yang menatap Daigo
" mengapa aku kalian harus tau aku sedang apa bersama tuan putri "
" jangan lancang Daigo ,di sini ada suami utama ,kami haya ingin tahu " sahut Akemi sedikit kesal ata sperkataan daido
" baiklah.....Tadi putri minta aku suapi anggur kepada nya ,terus aku memakai tangan tapi Diah tak mau ,Dia menyentuh bibir ku dan menyuapinya menggunakan mulut ku ,tapi putri sangat sopan dan menghargai ku .Dia juga bilang kalau ada yang menggangu kita tolong segera laporkan kepada putri begitu aku senang sekali Dia berbicara seperti itu kepada ku ,sudah aku bercerita semua nya kepada kalian "
" owh jadi begitu ,ya sudah aku juga akan pergi " sahut Zizi kepada daigo .
__ADS_1
Lalu Akemi ,Daigo dan Zizi pergi meninggal kan aula utama ,hanya tinggal Aizen ,dan Aizen meninggal kan aula untuk pergi ke hadapan tuan putri
" hmm aku kira kamu seperti itu hanya untuk ku .tapi kamu memang sangat mesum dan nafsumu tak bisa di tahan .apakah aku salah hanya aku yang boleh kamu sentuh .tapi kamu sudah menyentuh Akemi .aku sedih mendengarnya aku marah .aku tau aku egois .tapi apakah harus seperti ini,dan aku juga salah karna putri memiliki empat Harem lain nya " sahut sedih Aizen di hadapan tuan putri
Tak lama putri bangun ,dan mendengar ocehan Aizen menangis namun tak bersuara hanya tetesan air mata yang mengalir dan putri bangun dari tidur nya dan mengusap air mata yang berada di pipi Aizen
" jangan menangis .aku tak ingin melihat seseorang menangis di depan ku ,apalagi menangisi aku yang bodoh ini " ,sahut putri yang menjelekkan dirinya
" maaf kan hamba sudah sangat tida sopan ,maaf " sahut nya sambil menundukkan kepada nya kebawah
" sudah ya ,jangan menangis lagi ,nanti cantik nya hilang ,heheh " sahut candaan tuan putri kepada Aizen
" apa kamu masih mencari Daigo "
" tida " ,sahut putri yang sambil menatap Aizen
"nda ingin di temani siapa saya akan panggil kan yang lain "
"apakah harus seperti itu" ,
" aku tida memaksa mu tapi bukan kah kau hanya ingin Harem yang lain bukan aku " sahut nya dengan ga sedikit sedih
" lalu aku harus apa dengan Harem yang lain ,kau ingin aku bersama mu tapi kau sendiri memberikan aku untuk yang lain ,kau fikir aku bisa di jual begitu saja " ,sahut goda putri kepada Aizen
"bukan maksut ku seperti itu tuan " serba salah untuk Aizen kepada tuan putri
"baiklah bila mau mu aku di berikan kepada Harem bukan untuk mu panggil saja Zizi kesini ,mungkin lebih baik dia di banding kau" sahut kesal putri kepada Akemi
" maaf kan hamba tuan putri " sahut nya Aizen merasa bersalah kepada tuan nya
" sudahlah aku bosan aku akan pergi " ,sahut putri ingin pergi meninggal kan Aizen dan pergi ke pasar kota
" saya akan antar anda pergi " sahut Aizen merasa bersalah atas sikap nya dan ingin mengantar tuan putri
" tak perlu aku bisa sendiri toh pelayan ku sudah ada di depan "
putri pun pergi dengan santai nya dan tak merasa bersalah ,tapi memang yang di pikiran putri memang tak perlu berbicara panjang lebar
"Ki yu ,ayo kita berangkat " sahut putri yang tak merasa bersalah atas sikap nya ,dan tak menengok ke belakang
" kita akan pergi kemana tuan " sahut Ki yu yang bertanya
" kita pergi ke rumah bordil " sahut nya lantang sambil berjalan keluar
" memang nya kau mau apa kesana ,bukan kah Harem mu cantik cantik dan menawan melebihi lelaki bordil " sahut nya Ki yu
" ku kira kau tak menyukai tempat seperti itu,,ternyata kau memang ,ya seperti para putri lain nya " sahut nya sambil meremehkan stats bangsawan nya
" tida ,aku hanya ingin melihat saja ,memang nya kenapah salah bila aku ingin pergi kesana "
" Asal kau tau ,bila ratu dan kaisar tau putri nya ke rumah bordil dia akan marah semarah marah nya "
" baiklah " sahut senang mendengar kenaikan gaji nya
Dalam hati putri " ,mumpung sedang berada di sini aku benar benar ingin melihat rumah bordil ,apakah sama seperti komik dan manhua lain nya ,hahah senang nya "
" mengapa kau senyum senyum ,pasti kau sedang memikirkan lelaki telanjang ya ,dasar kau mesum sekali putri "
" dasar kau pelayan kurang ajar ,mulut mu tak bisa di jaga ,aku tida memikirkan lelaki telanjang"
" lalu apa ,bila bukan lelaki telanjang"
" sudah sudah ,kita sudah ada di tengah pasar aku ingin menikmati suasana nih ,jangan cerewet " sahut putri
Mereka pun sampai di pasar dan sambil berjalan ingin pergi ke rumah bordil ,sebelum sampai sana banyak makanan dan mainan yang sangat bagus di abad ini yang belum pernah Liu lu lihat ,putri menikmati makanan dan manisan di pasar ini ,begitu juga pelayan ki yu dia juga merasakan menikmati makanan pemberian dari putri ,dia membeli manisan buah asam ,gulali ,ternyata putri tak memegang uwang ,siapa lagi yang harus membayar ya ,,,pelayan ki yu dia selalu membawa uang ,karna harus berjaga jaga ,putri memiliki banyak uang tapi dia sendiri tida membawa ataukarna dia lupa naru nya ,ketika putri sedang asik berjalan dan ada anak kecil yang menabrak nya sehingga putri hampir terjatuh dan ada seseorang yang menolong nya ,
" putri awas " sahut Ki yu kepada putri yang akan terjatuh
" ah " putri yang hampir terjatuh
" ...apakah kau baik baik saja putri " sahut lelaki yang menangkap putri jatuh
" putri apakah kau baik baik saja "
Putri hanya bengong dan diam melihat wajah lelaki itu
" maaf saya permisi ,saya harus pergi " jawab pemuda itu langsung pergi
" hey ..tunggu "
" putri kau kenapa ,kau kenal kepada pria itu "
" tida ,ayo kita jalan "
selama dalam perjalanan putri mengingat mengingat wajah pria itu
" apakah kau mau melanjut kan ke rumah bordil
" tida kita pulang saja ,kepala ku pusing sekali "
" lebih baik kita naik kereta kuda ,biar anda tida terlalu lelah ,
" terserah aku hanya ingin buru buru istirahat
dalam hati pelayan ki yu " putri kenapa seperti ini barusan sangat sehat tapi di saat bertemu dengan pria tadi tiba tiba saja pusing dan sakit heran aku siapa dia ,aku tak boleh mempertemukan putri lagi dengan pria itu "
Sampailah putri di kediaman nya ,
__ADS_1
" Ki yu ,jangan panggil aku bila tida penting ,aku hanya mau istirahat ,dan tolong panggil tabib ,jangan sampai ibu dan kaisar tau tentang ku tiba tiba sakit "
" baik putri "
Bergegas lah tabib kerjaan di panggil oleh pelayan ki yu untuk ke ruangan putri dan memeriksa nya
Sampailah tabib istana
" bagiamana tabib ,mengapa aku tiba tiba pusing "
" anda hanya kelelahan dan ada sedikit ingatan anda yang masuk ,jadi kepala anda pusing ,saya minta anda jangan terlalu lelah dengan keadaan anda ,baru satu Minggu anda siuman putri saya tida mau nanti anda akan di salahkan oleh kaisar " sahut sang tabib istana
" tolong jangan beri tahu ratu dan kaisar aku memanggil mu"
" baiklah saya akan pergi " sahut tabib
" Ki yu antar tabib keluar " putri pun memerintah
" baik tuan putri "
Malam pun tiba ,putri hanya bisa tiduran dan menatap langit langit kamar nya,dia masih mengingat ingat wajah nya ,yang sedari memang ada di ingatan nya ,
" hah , , , , ,siapa dia ,ingatan ku sangat kabur ,apakah wanita ini mengenal lelaki itu " putri masih berfikir keras tentang lelaki itu
Tiba tiba ketukan pintu terdengar
"siapa sih, ,, , di bilang jangan ada yang masuk ,Ki yu benar benar "
Tak lama pintu itu terbuka dan siapa sangka yang datang adalah Aizen
" tuan ini hamba Aizen " sahut Aizen yang berada di pintu
" owh ,silahkan masuk "
Aizen pun masuk karna di perintahkan. Oleh putri ,siap sangka ,malam ini Aizen sangat cantik dan memakai baju sehelai dan transparan dari ujung rambut sampai kaki semua kulit putih nya terlihat ,padahal malam ini putri hanya ingin istirahat dengan kepala nya yang sangat sakit tapi ,,, , , , dia harus apa dengan semua ini menahan hawa nafsu nya, atau dengan kerja baktinya di malam hari ,sungguh pilihan yang sangat kacau untuk saat ini
Dalam hati putri yang berkata " ya ampun suami ku benar benar menggoda ,aku sedang sakit di goda dengan seperti ini,maksut dia apa ,aku sedang menahan iman ku agar tida goyah ,tapi apa ini dasar benar benar ",
" maaf putri apakah aku menganggu anda"
" tida kau tidak menganggu suami ku " sahu putri yang tak pernah lengah dengan penglihatan nya
"pelayan Ki yu bilang kau sakit ,makanya aku kesini untuk membawakan teh hangat dan ingin memijat mu " ,
" owh, seperti itu "
"dalam hati putri " dasar bocah tengik berani berani nya dia nyuruh suami utama datang dan hanya memakai baju sehelai saja ,akan ku kasi hukuman dia nanti "
Di sisi lain Ki yu
" akh ...... Tengkuk leherku sangat panas ,kau membicarakan aku ya ,bimba "
" tida aku kan berada di sini ,mungkin orang lain"
" ya sudahlah "
di dalam kamar tuan putri
" mendekat lah ,bila kau jauh bagaimana aku mau merasakan hangat nya teh yang kau bawa itu " ,sahut putri yang terasa kering dahaga nya
Aizen pun mendekat perlahan ,dan setelah di pinggir ranjang di tarik lah pinggul Aizen sampai ke pelukan putri yang sedang duduk ,dan putri berada di dada Aizen sedang kan kepala Aizen berada di atas kepala putri
" akh , , , , ,tuan kau pelayan Ki yu bilang kau sakit tapi tenaga mu " sahut nya Aizen hanya bisa pasrah dengan tingkah tuan nya
" ya kan memang aku sakit ,tapi bila seperti ini,aku akan sembuh suami ku" ,
Begitu juga dengan tangan tuan putri meraba raba kemana mana dan ke tempat yang bukan dia sentuh ,dengan Aizen yang menahan Suara nya ,
" putri itu geli " sahut nya Aizen dengan menggeliat dan menahan suara nya dengan tangan nya
" suami ku ,kau sangat harum ,kau sangat pintar menggoda ku,kau tau aku sakit ,tapi kau berpakaian seperti ini,siapa yang akan kuat menahan semua ini "
" tuan hamba hanya di suruh oleh pelayan Ki yu agar tuan sehat ugh,,,," ,erangan yang kecil menjadi kencang dengan sentuhan putri dan gigitan putri yang berada di dada Aizen
" owh jadi kau menyukai ini" tuan yang semakin mengigit Aizen kemana saja tanpa melihat wajah Aizen
" tida bukan seperti itu" ,sambil menahan erangan itu
" kau bilang tida tapi buktinya diri mu berkata bohong bila kau tak menginginkan ini" ,
" putri ugh.....",
Dan putri pun berhenti ,karna dia tahu batasan nya kepala nya pun terasa lebih sakit ,jadi dia tida bisa melanjutkan hawa panas itu ,dia hanya minta Aizen menemani nya untuk tidur meskipun sudah separuh badan nya di penuhi bunga bunga merah ,
" akh , , , kepala ku ", terasa sakit di kepala putri
" putri ayo istirahat ,pasti sangat sakit ",
Putri pun tiduran ,karna di perintah oleh suami Aizen
" maaf kan ,aku atas sikap ku ,dan maaf tida bisa melanjutkan panas nya malam ini " ,
" putri jangan berkata seperti itu,lebih baik putri istirahat ,dan akan hamba temani tuan " sahut nya Aizen kepada istrinya
" baiklah ,ingat bunga bunga ini akan terus bermekaran ketika malam ,sampai aku sehat ingat itu " ,
"maksut dari bunga itu adalah bunga yang putri gigit di dada Aizen dan kecupan merah itu tida akan pudar sampai putri benar benar sehat
__ADS_1
" baiklah " ,sahut Aizen dengan tersipu
Dan mereka pun tertidur