
Disuatu hari, ada sebuah tempat yang bernama Maxi.
Tempat ini terkenal karena berandalan yang begitu banyak, terkadang terjadi perseteruan antar geng satu dengan geng lainnya.
Pada suatu hari, ada seseorang yang melibas habis seluruh geng yang ada di kota maxi.
dia seorang anak yang bernama Roku, seseorang yang dijuluki raja tanpa mahkota.
dia tidak bergabung dengan geng manapun ataupun membuat gengnya sendiri.
"hah.... mustahil..... siapa kau? bagaimana mungkin kau bisa melibas seluruh grub yang ada di kota ini"
"mungkin hanya sebuah kebetulan saja, lagi pula kalian lah yang memulai duluan, aku hanya bisa membela diriku saja", ucap Roku sambil tersenyum.
seketika berandalan itu terdiam secara sekejap sambil mengingat serangan yang dia lakukan tadi.
" apa-apaan itu? aku mengenal seluruh tehnik beladiri itu!!! dia melakukan dengan sangat sempura!!!
tapi apa-apaan itu?, ucap berandalan itu dalam hati
"apa cuma segini kemampuanmu?" ucap Roku dengan tatapan yang meremehkan
"maafkan kami, kami semua berjanji tidak akan melakukan hal seperti tadi", ucap berandalan itu sambil berkeringat dingin.
karena pertarungannya yang begitu lama dari pagi sampai sore, dan pada akhirnya Roku terpaksa membolos dari sekolahnya.
dan saat dalam perjalanan pulang dia dihadang oleh sebuah geng, dan geng itu membawa alat pukul tongkat base ball, dan mau tidak mau Roku harus bertarung lagi.
waktu demi waktu dia habiskan untuk menghajar berandalan itu dengan tehnik-tehnik beladiri yang dia pelajari dari kecil, mulai dari Taekwondo, Muai thai, Judo, Kick Boxing, Krav Maga, Aikido, Karate, Cappoera, Kung Fu, Gulat, Silat, Kalaripayatu, Kumdo, kuntao, Ju Jitsu, Systema, Jeet Kune Do, sambo, dan masih banyak lagi.
satu persatu teknik beladiri dikeluarkan, seluruh orang-orang yang ada di geng tersebut tidak bisa melakukan apa-apa lagi dan tinggal menunggu kekalahan mereka saja.
tetapi pada saat itu terdapat sebuah truk yang begitu besar melaju dengan sangat cepat, akibat pertarungan yang terjadi tadi dari pagi sampai sore itu menghabiskan stamina yang banyak dan ditambah dengan geng yang menyerang dia saat perjalanan pulang.
karena kehabisan stamina, Roku pun tidak bisa lagi melakukan teknik-teknik beladiri secara sempura dan alhasil pertahanan roku mulai bisa ditembus.
karena serangan dari orang-orang di geng tersebut serta kehabisannya stamina membuat roku terpukul mundur, akibat terdorongnya Roku ke belakang dan mau tidak mau Roku harus tertabrak truk tersebut
"heh... ku pikir ini akan menjadi akhir dari ku", ucap kata-kata terakhir dari Roku.
" brakkk"
"Bangunlah anak muda".
"HAH!!! APA YANG TERJADI? BUKAN KAH AKU TADI SUDAH MATI?, Ucap Roku sambil kebingungan.
__ADS_1
" tenanglah anak muda, kau sudah mati dan kau sekarang berada di tempat para penciptaan roh yang pergi ke dunia yang baru dan kembali dari dunia bekas mereka tempati"
"Begitu ya…… TUNGGU SEBENTAR? SIAPA KAU?", Ucap Roku sambil kaget.
" hahaha……baiklah, kau lumayan lama menunggu aku datang dengan wujud asliku".
karena telah menunggu lama, sang suara itu memperlihatkan wujud aslinya.
"jeng jeng……bagaimana? keren tidak penampilanku? ".
Roku pun bertanya, " SIAPA DIRIMU?".
"Aku adalah seorang dewa", ucap orang itu
" Dewa? apa aku sudah mati?, ucap Roku sambil kebingungan
"Kau benar, kau sudah tiada", ucap Dewa itu
" TAPI, APAKAH MEREKA BAIK-BAIK SAJA???, Ucap Roku sambil gelisah
"mereka baik-baik saja, dan sekarang mereka sedang mengikuti acara pemakamanmu, kau bisa melihatnya di cermin ini", Ucap Dewa tersebut.
Sang Dewa pun mulai merperlihatkan apa yang terjadi di tempat pemakaman dia.
suasana duka, tangisan dimana-mana, dan orang-orang yang pernah dia selamatkan selama hidupnya pun mengikuti acara pemakamannya.
Dewa itu pun mulai tertawa terbahak-bahak dan berapa "kau ini……bahkan kau tidak mau mengakui dirimu sendiri bahwa kau itu orang yang baik".
" Hahaha………bagiku aku bukanlah orang yang baik",Ucap Roku sambil tertawa
Dewa itu pun bertanya "kenapa kau tidak suka pujian?".
dan Roku pun menjawab " karna bagiku pujian hanyalah sebuah racun dalam hidupku".
"hhh……manusia yang menarik".Ucap Dewa itu dalam hati
mereka pun mulai berbincang mengenai mengenai kehidupan mereka masing-masing,
tapi pada suatu saat.
" hei manusia, apa kau ingin hidup kembali", Ucap Dewa itu.
"apa aku akan berenkarnasi seperti di suatu seperti novel atau komik yang selalu ku setiap harinya baca? ",Ucap Roku sambil kebingungan.
" Hahahaha……tentu saja kau bisa, apa kau lupa siapa aku", Ucap Dewa itu sambil menyombongkan diri
__ADS_1
"Hahahaha……kau benar……kenapa aku bisa lupa", Ucap Roku sambil tertawa
" baiklah, aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi, karena itu lumayan memakan energi yang cukup besar", Ucap Dewa itu.
"hei…apakah kita bisa bertemu lagi? aku dari kecil tidak pernah mempunyai teman, dan sepertinya hanya kau lah satu-satunya temanku", Ucap Roku yang tidak sanggup menatap Dewa itu.
" Apa yang kau katakan? akan ada saat dimana kita semua harus berpisah, tapi disaat itu juga kita akan bertemu kembali dan merayakan pesta dengan suara yang meriah", Ucap Dewa itu sambil membujuk Roku.
"kau benar, setiap kali pertemuan akan ada perpisahan, setiap suka pasti ada duka……hhhh, dewasa itu memang menyakitkan, aku berharap semua orang tidak pernah merasakan menjadi dewasa", Ucap Roku sambil menerima kenyataannya.
" hahahaha……pada akhirnya kau harus menerima kenyataannya, waktu yang berlalu tidak bisa dimundurkan……kau yang sekarang hanya bisa mengenang masalalu itu sama seperti diriku……waktu itu mutlak, tidak bisa dimundurkan sama sekali", Ucap Dewa itu.
"kau benar……dari pada aku terus melihat kebelakang, lebih baik aku melihat apa yang ada di hadapanku ini", Ucap Roku yang mulai sedikit tersenyum
" hahahaha……JADI APAKAH KAU SIAP TERJUN KE DUNIA YANG BARU!!! ", Ucap Dewa itu sambil bersemangat
karena semangatnya Dewa itu, itu membuat Roku bersemangat juga untuk menyambut dunia baru itu
" AKU SELALU SIAP KAPAN PUN DAN DIMANA PUN!!!! ", Ucap Roku dengan suasana hati yang sangat senang.
" baiklah, tapi apa aku bisa meminta tolong", Ucap Dewa itu
"ada apa pak tua", Ucap Roku dengan tatapan yang meledek si Dewa itu
" hei, itu tidak sopan tau……yah itu terserah kau mau memanggilku dengan sebutan apa", Ucap Dewa itu.
"hahahaha…baiklah, maafkan aku, aku hanya bercanda……jadi apa permintaanmu? ", Ucap Roku dengan kebingungan.
" apakah kau bisa mengalahkan raja iblis di dunia itu", Ucap Dewa itu.
"bukan kah kalian para Dewa bisa mengalahkan itu? " ucap Roku sambil kebingungan.
"akan tapi para Dewa telah terjalin perjanjian dari para iblis itu, bahwa para Dewa dan malaikat dilarang ikut campur urusan mereka di dunia, dan yang hanya boleh ikut campur hanyalah manusia……dan saat mereka sampai didunia mereka memburu manusia yang tidak bersalah, dan mereka pun dijadikan santapan, terkadang budak, atau bahkan mereka disiksa dan ditampilkan di panggung pertunjukan dan siksaan itu terus berlanjut sampai para manusia itu mati", Ucap Dewa itu
" hhhh……sepertinya misi ini begitu berat, tapi apa salahnya jika tidak dicoba", Ucap Roku dengan kegirangan.
"baiklah, terima kasih telah menerima permintaanku ini ……sebagai gantinya aku memberikan sebuah energi yang mungkin akan berguna di kehidupanmu yang baru", ucap Dewa itu dengan tersenyum.
dan Dewa itu memberikan sebuah cahaya yang terang, dan cahaya itu masuk ketubuhnya.
" baiklah, karena waktuku tidak banyak lagi aku akan mengirim jiwa mu kedunia yang baru", Ucap Dewa itu.
"Hei pak tua……terima kasih telah menemaniku walaupun hanya sebentar", Ucap Roku dengan tersenyum.
" heh……ku harap kita bertemu kembali", Ucap si Dewa itu.
__ADS_1
dan si Dewa itu membuka sebuah portal yang terang dan si Roku pun terbawa ke dalam pusaran portal itu dan si Roku bangun dengan tubuh seorang bayi di suatu kamar yang besar, dan saat sadar dia merasa kalau dia berada disebuah kerajaan yang Megah.
"hhhh……sepertinya pertualangan ku di mulai dari sini", Ucap Roku dalam hati sambil tersenyum.