
"hem, hei Regist, kita bakal mengambil misi apa", Ucap Clara.
" kita akan mengambil misi yang sesuai dengan rank kita", Ucap Regist.
"menurutku kita mungkin akan mendapatkan misi-misi yang mudah seperti mencari tanaman obat, membersihkan selokan, mencari barang atau hewan yang hilang, atau membantu pekerjaan kecil lainnya lagi", Ucap Albert.
" Kau benar, rank kita masih di tingkat G, jadi mungkin kita harus menyelesaikan misi-misi seperti itu dulu untuk menaikkan rank kita", Ucap Regist.
Mereka pun tiba di lantai kedua guild itu dan melihat begitu banyak misi-misi dari rank G Sampai dengan rank S.
"Hei Regist, rata-rata di sini misinya kebanyakan dari rank B kebawah", Ucap Albert.
" kau benar, namun jika seperti ini rank B kebawah akan mudah untuk mencari misi yang cocok untuk mereka", Ucap Regist.
Mereka pun berjalan ke tempat pengambilan misi itu.
"Hei Regist, kau mau mengambil misi yang mana? ", Ucap Clara.
Regist pun melihat misi yang ada di kedua tangan mereka.
" Hemm, membersihkan selokan, mencari kucing hilang, membasmi tikus-tikus di rumah warga, membantu tukang untuk memperbaiki dinding yang retak", Ucap Regist dalam hati.
"sepertinya Aku akan memilih membersihkan selokan", Ucap Regist.
" Bukan kah itu pekerjaan kotor? ", Ucap Clara.
" Kau benar, tapi kita sebagai bangsawan juga harus merasakan apa yang rakyat menengah kebawah rasakan", Ucap Regist.
Regist pun langsung mengambil misi itu dari mereka dan pergi turun ke lantai 1.
"Kami memilih misi ini", Ucap Regist.
" Baiklah, Tapi sebelum kalian mengerjakan misi, kalian harus menyerahkan kartu identitas petualang untuk memproses misi apa yang kalian ambil", Ucap orang yang memberikan formulir itu.
"Baiklah", Ucap mereka.
mereka pun menyerahkan kartu identitas petualang untuk memproses misi yang mereka ambil.
" Hei, sepertinya kita akan sering bertemu, Ku pikir kita semua harus sailing memperkenalkan diri", Ucap Albert.
"Kau benar, Akan susah jika kita tidak kenal satu sama lain,", Ucap orang yang memberikan formulir itu.
" Kalau begitu perkenalkan Aku Regist, yang perempuan itu Clara, dan yang laki-laki disebelahku ini Albert", Ucap Regist.
"Kalau begitu perkenalkan Aku juga, namaku Almora, Aku adalah resepsionis di guild ini", Ucap Almora.
" Kalau begitu mohon kerjasamanya", Ucap Regist.
"Mohon juga", Ucap Almora.
Mereka pun langsung berangkat ke tempat yang ingin mereka tuju.
" Hei Regist, selokan ada di jalan bagian kanan, kenapa kau pergi ke jalan bagian kiri", Ucap Clara.
"aku mau ke tempat pandai besi", Ucap Regist.
" huh? Kenapa kau harus kesana? bukankah tanpa senjata kau sudah bisa mengalahkan musuh-musuhmu", Ucap Albert.
"walaupun begitu aku juga masih membutuhkan senjata", Ucap Regist.
" Terserah kau saja, kami hanya mengikuti perintah kapten", Ucap Clara.
"Huh? sejak kapan aku jadi kapten? Huh, Terserah saja lah", Ucap Regist dalam hati.
Mereka bertiga pun menuju ke tempat pandai besi itu.
sesampainya mereka di Sana.
" Hei paman, apa aku bisa membeli senjata", Ucap Regist.
"kau bisa membelinya, tapi apa kau pantas untuk memakainya", Ucap pemilik tempat pandai besi itu.
" Huh, cepatlah antar aku ke tempat senjata buatan mu", Ucap Regist.
"Hahaha, baiklah, ayo ikut aku", Ucap pemilik tempat pandai besi itu.
Pemilik tempat pandai besi itu membawa mereka ke tempat persenjataan.
" Hemm, pedang, tombak, pisau, perisai, tongkat, baiklah, aku akan mengambil semua ,tapi apa kau bisa membuat barang yang ku inginkan", Ucap Regist.
"aku bisa membuatkannya", Ucap pemilik tempat pandai besi itu.
Regist pun memberikan sebuah kertas dangan gambar yang lumayan asing bagi pemilik tempat pandai besi itu.
" Hemm, apa ini, Mirip pisau tapi berbentuk melengkung", Ucap pemilik tempat pandai besi itu.
"ini disebut kerambit", Ucap Regist.
" Hei Regist, aku baru tahu ada senjata yang berbentuk seperti itu", Ucap Clara.
"Kau benar, aku sering melihat orang berperang, tapi tidak pernah melihat ada orang yang menggunakan senjata yang kau gambar, apakah ini senjata baru", Ucap Albert.
" Aku baru menggabarnya beberapa hari yang lalu, Mungkin menurut kalian ini benda asing, karena tidak ada yang pernah membuat senjata seperti ini", Ucap Regist.
"Hemm, kalau kita berhasil membuat senjata baru ini, kita akan menciptakan sejarah baru", Ucap pemilik tempat pandai besi itu.
"Hei Regist, kalau kau ingin menciptakan sejarah yang baru, kau akan sangat terkenal", Ucap Clara.
" Sepertinya bukan aku yang terkenal, tapi pemilik toko pandai besi ini lah yang akan sangat terkenal karena senjata itu pertama kali diciptakan di tempat dia", Ucap Regist.
"Hei, jangan panggil aku dengan sebutan pemilik toko pandai besi ini, aku mempunyai sebuah namanya, namaku Ramond, pemilik toko pandai besi ini, kalian bisa memanggilku Ran
" Begitu ya, hei paman Ran, menurutmu kapan senjataku bisa selesai", Ucap Regist.
"Kemungkinan kau bisa mengambilnya besok", Ucap Ramond.
" Kalau begitu apa kau bisa membuat ini", Ucap Regist.
"Apa ini, kenapa kau selalu memberiku sesuatu gambar yang aneh", Ucap Ramond.
" Ini bukan gambar yang aneh, ini disebut Nunchaku", Ucap Regist.
"Hhhh, terserah lah, kau bisa mengambil kedua senjata mu mungkin sekitar 4 hari lagi", Ucap Regist.
" Kalau begitu aku akan pergi melihat-lihat senjata buatan mu dulu", Ucap Regist.
Regist pun berjalan di tempat itu dan melihat-lihat senjata yang telah dibuat oleh Romand.
"Hei, kalian mau memilih yang mana", Ucap Regist.
" Aku akan memilih tombak", Ucap Albert.
"Kalau begitu Aku akan memilih tongkat penyihir, Dengan begitu Aku bisa membantu kalian berdua dari belakang", Ucap Clara.
__ADS_1
Mereka pun langsung memilih senjata dan hanya tersisa Regist yang masih memikirkan senjata yang cocok untuknya.
" Sebenarnya aku bisa menggunakan semua senjata yang ada di tempat ini dengan teknik beladiriku", Ucap Regist dalam hati.
disaat Regist kebingungan, tiba-tiba muncul ide terlintas di otaknya.
"Huhh, Kenapa tidak kusatukan seluruh senjata ini menjadi satu saja", Ucap Regist.
Regist pun mengambil masing-masing 1 senjata yang berbeda.
" Pedang, tongkat besi, tombak, katar, pisau, perisai besar dan kecil, hemm, ada yang kurang, ah benar", Ucap Regist.
Regist pun berlari ke arah ramond dengan tergesa-gesa
"HEI PAMAN RAN, APA KAU PUNYA SEBUAH KERTAS DAN PENA", Ucap Regist.
" Ah, ada di kamarku, Diatas meja ku", Ucap Ramond.
"DIMANA KAMARMU", Ucap Regist.
" disamping tungku pembakaran ku", Ucap Regist.
Regist pun langsung berlari ke kamar ramond, dan melihat beberapa kertas dan pena disana, Dan Regist pun langsung mengambil kertas dan pena itu dan langsung menggambar sesuatu di kertas itu.
"Apa yang membuatnya begitu tergesa-gesa", Ucap Ramond.
" Entah lah paman, jarang-jarang melihat dia begitu bersemangat", Ucap Albert.
"Jika dia begitu bersemangat, pasti ada sesuatu yang ingin di lakukan", Ucap Clara.
" Hhhh, kita hanya bisa menunggunya, Aku akan melanjutkan pekerjaan ku, bagaimana dengan kalian, apa kalian sudah menemukan senjata yang cocok", Ucap Ramond.
"kami sudah menemukannya", Ucap mereka berdua.
" Baguslah kalau begitu", Ucap Ramond.
Beberapa jam kemudian.
"DUKKKK"
"SELESAI……", Ucap Regist dengan berteriak.
" Hei tenanglah, apa yang membuat mu bersemangat", Ucap Ramond.
Regist pun langsung memberikan kertas yang barusan ia gambar.
"Hei paman apa kau bisa membuat ini", Ucap Regist.
" senjata apa ini, seumur hidup aku menempa, aku tidak pernah melihat bentuk senjata yang seperti ini", Ucap Ramond.
"Apa kau tidak bisa………", Ucap Regist dengan nada suara yang meremehkan.
" Hei Bocah, Tidak Ada Senjata Yang Tidak Bisa Ku Buat", Ucap Ramond dengan sedikit kesal.
"Kalau begitu apa kau bisa membuat senjata-senjata ini" Ucap Regist.
"tentu saja, tapi setiap senjata yang kau berikan pada ku pasti memiliki masing-masing nama", Ucap Ramond.
" Kau benar", Ucap Regist.
Regist pun langsung mengambil ke-4 kertas yang baru dia gambar dari Ramond.
"yang ini namanya tonfa, yang ini namanya cestus, yang ini namanya keling, dan yang terakhir ini namanya blood reaper", Ucap Regist.
" Hhhh, aku tidak tau kau dapat ide dari mana untuk membuat senjata-senjata ini, terserahlah", Ucap Ramond.
" Huh??? koin kristal???? TIDAK MUNGKIN!!!!! APA KAU SALAH SATU DARI KELUARGA KERAJAAN", Ucap Ramond dengan terkejut.
"Aku tidak butuh pendapatmu tentang keluarga kerajaan, yang jelas 4 hari lagi Aku akan kembali, Ayo semua, kita menuju ke lokasi misi kita", Ucap Regist.
" Baik kapten", Ucap mereka berdua.
Mereka bertiga pun berangkat menuju ketempat misi mereka.
"Huh, Anak yang aneh, sudah lama toko ini tidak di datangi oleh bangsawan, hemm……terakhir kali toko ini didatangi oleh seorang bangsawan sekitar 5000 tahun yang lalu, kalau tidak salah seorang raja kalvair generasi pertama, itu pun cerita dari turun temurun dari kakek", Ucap Ramond.
setelah itu mereka bertiga pun sampai ketempat itu.
" Hei Regist, disana sangat menjijikan", Ucap Clara.
"Kau benar, dan bau yang sangat tidak enak untuk dihirup", Ucap Albert.
" Beginilah pekerjaan rakyat menengah kebawah, mereka akan bekerja apapun demi menghidupi keluarga mereka, Kita sebagai bangsawan juga harus merasakan apa yang rakyat menengah kebawah agar tau perasaan mereka yang tidak mampu", Ucap Regist.
Disaat mereka sedang berbincang.
"HEIII, APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA", Ucap salah seorang yang diselokan itu.
"KAMI SEDANG MENJALANKAN MISI PEMBERSIHAN SELOKAN", Ucap Regist.
" KALAU KAU INGIN MENJALANKAN MISI PEMBERSIHANNYA KAU HARUS MENYERAHKAN KARTU IDENTITASMU DI POS ITU", Ucap Salah seorang yang diselokan itu.
"BAIKLAH, TERIMAKASIH ATAS INFORMASINYA", Ucap Regist.
wanita itu pun mengacungkan jempol ke mereka bertiga.
" Ayo kita ke pos itu untuk menjalankan misinya", Ucap Regist.
"Baiklah, semakin cepat semakin baik", Ucap Albert.
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke tempat pos itu.
" Hei anak muda, sepertinya kalian sedang melakulan misi ya", Ucap Penjaga pos itu.
"Kau benar, kami sedang menjalankan misi pertama kali", Ucap Regist.
" Kalau begitu ini kartu kalian bertiga, Selamat menjalankan misi kalian, kalau ada sesuatu yang aneh langsung panggil Aku saja", Ucap Penjaga pos itu.
"Baik paman", Ucap Clara.
"Kalau begitu kami pergi dulu", Ucap Regist.
Mereka pergi ke selokan itu.
" Heiii, sini-sini", Ucap orang yang memberitahu mereka tadi.
"Ah, kau kan yang memberi tahu tempat pos itu ya", Ucap Regist.
" Hahaha, kau benar, perkenalkan namaku Asuri kiara, kalian bisa memanggilku arisu", Ucap Orang yang memberitahu mereka tadi.
"Perkenalkan juga, namaku Regist al vair, kau bisa memanggilku Regist", Ucap Regist.
"Perkenalkan, Aku adalah Albert la vandesis", Ucap Albert.
__ADS_1
"perkenalkan, Aku adalah Clara la vandesis" Ucap Clara.
"Hei nama kalian seperti nama bangsawan saja, dan nama akhiran kalian berdua sama, apa kalian bersaudara", Ucap Arisu
" Tentu saja, Aku adalah Kakaknya", Ucap Albert.
"Hei, justru Aku lah Kakaknya, kau jangan mengaku-ngaku seperti itu", Ucap Clara.
" Hei, Aku yang lahir duluan sebelum kau, jadi jelas Akulah Kakaknya ", Ucap Albert dengan meledek.
" Kau sialan!!! ", Ucap Clara.
Regist pun memukuk mereka berdua.
" Hhhh, maaf kan kami atas keributannya, dan mungkin perasaan mu saja, Aku merasa Aku bukan lah seorang bangsawan, apa lagi mereka", Ucap Regist.
"Huh? umm, Baiklah, tapi seperti Aku baru pertama kali melihat orang seperti kalian", Ucap Arisu
" Kami baru saja sampai di desa ini kemarin", Ucap Regist.
"Pantas saja Aku merasa asing", Ucap Arisu
" kalau begitu kami akan membersihkan bagian sana", Ucap Regist.
"Baiklah, selamat mengerjakan misi pertama kalian", Ucap Arisu
Mereka bertiga pun menuju kebagian yang kosong.
" Hei Regist, aku merasa tidak nyaman dengan hawa di bagian sini", Ucap Clara.
"Aku tau, sesuatu yang aneh di dalam sana kan", Ucap Regist.
"jadi kau sudah tau sejak awal", Ucap Albert.
" Kau benar, sebelum sampai disini aku sudah merasakan aura yang sedikit tidak enak", Ucap Regist.
"Jadi itu alasan kenapa kau menuju ke tempat pandai besi", Ucap Clara.
" Begitulah, kalau kau sudah menguasai energi alam sepenuhnya kau akan gampang sensitif dengan hal-hal seperti ini", Ucap Regist.
"Berarti kita harus bersiap-siap", Ucap Albert.
" santai saja, kita bersihkan bagian ini dulu", Ucap Regist.
Mereka pun mulai membersihkan bagian itu dengan cepat.
"Hei, Apa kalian sudah selesai", Ucap Arisu.
" Kami sudah selesai ", Ucap Regist.
" kalian cepat sekali, padahal baru beberapa menit", Ucap Arisu.
"Kau bisa memeriksanya", Ucap Regist.
Arisu pun memeriksa tempat yang tadi dibersihkan Regist.
" Hei, perasaan ini adalah area yang paling kotor, bagaimana tiba-tiba begitu bersih dengan cepat", Ucap Arisu.
"lebih baik kita semua menjauh dari sini", Ucap Regist.
Tiba-tiba ada suara yang muncul sangat keras dari gorong-gorong.
" GRWARRRR"
"APA ITU!! ", Ucap Arisu.
Orang-orang yang sedang membersihkan selokan itu pergi berlarian keluar dari selokan menuju pos.
" APA YANG TERJADI??? ", Ucap penjaga pos itu sambil kebingungan.
" A-ADA S-SUARA YANG BEGITU MENGERIKAN DI GORONG-GORONG ", Ucap salah satu orang yang berlarian itu.
tiba-tiba keluar lah sebuah monster raksasa yang tubuhnya dipenuhi oleh lumpur dari gorong-gorong.
" CIH, MONSTER LUMPUR", Ucap penjaga pos.
Penjaga pos itu mengambil pedang besarnya dan langsung menuju ke tempat monster itu.
monster itu pun menyerang seseorang yang ada dibawahnya.
"TOLONGGG", Ucap Arisu.
Regist pun langsung berdiri di depan Arisu dan langsung mengeluarkan kekuatannya.
" DINDING AIR", Ucap Regist dalam hati.
Saat monster lumpur itu menyerang tiba-tiba tangan monster itu hancur karena menyentuh dinding air dari Regist.
"Saatnya Kita Pergi", Ucap Regist.
" Tapi Kakiku tidak bisa ku gerakkan karena lumpur pelumpuh itu", Ucap Arisu.
"Cih, tidak ada waktu", Ucap Regist.
Regist pun langsung menggendong Arisu dengan ala tuan putri.
" T-Tunggu, I-I-Ini terlalu memalukan", Ucap Arisu.
" kita tidak ada waktu, Kalian berdua, pegangan dengan ku", Ucap Regist.
Clara dan Albert pun memegang bahunya Regist.
" KECEPATAN CAHAYA", Ucap Regist dalam hati.
Seketika regist pun langsung berada di luar dari gorong-gorong itu dalam sekejap.
"Hhhh sudah sampai, Kalian jaga Arisu, Biar aku dan paman penjaga pos itu mengurusnya", Ucap Regist.
Seketika Penjaga pos itu turun dari langit.
" Kau terlalu lama pak tua", Ucap Regist.
"Bersiaplah, ini mungkin akan sedikit Sulit", Ucap penjaga pos itu.
Monster itu pun keluar dari gorong-gorong.
" Hei, ini seperti akan Sulit, jarang sekali ada monster lumpur yang memiliki racun, entah kita beruntung atau tidak", Ucap penjaga pos itu.
"Hei pak tua, saat di memukul dinding air ku tiba-tiba tangan dia hancur seketika, apa kah kelemahan dia air", Ucap Regist.
" Monster lumpur itu kelemahannya adalah air, terkadang ada juga yang kebal terhadap air", Ucap penjaga pos itu.
"Sepertinya kita sedikit beruntung dengan monster ini", Ucap Regist.
__ADS_1
" siap-siap, dia akan menyerang kita", Ucap penjaga pos itu.
Monster lumpur itu pun meluncurkan serangannya dengan hujan lumpur racun.