
"AKHHHH, SIAL!!!! AKU BAHKAN TIDAK TAHU SEDANG BERADA DIMANA", Ucap Regist dengan keadaan terluka parah.
Dia pun teringat kembali dengan novel yang dia baca waktu sebelum renkarnasi.
" Ahhh, Aku Hampir Lupa, Meditasi"Ucap Regist.
dia pun langsung mempraktekkan teknik yang pernah dia baca di novel.
dalam sekejap, energj yang telah dia gunakan itu pun pulih kembali sedikit demi sedikit.
Hari demi Hari dia terus melakukan, sedikit demi sedikit luka yang Ada di tubuhnya pun memulih dan pada saat hari yang ke-30 dia terbangun dari meditasinya.
"Hhhhhh, Akhirnya, Aku bisa bergerak secara leluasa lagi", Ucap Regist dengan keadaan Yang segar.
karena dia tidak mengetahui tempat itu, dia pun sedikit menjelajah di tempat itu.
setelah sedikit menjelajah, dia melihat sebuah gubuk kecil.
"Hahh? Kenapa Ada gubuk kecil di tempat yang begitu mengerikan ini? ", Ucap Regist dengan kebingungan.
Regist pun mendatangi gubuk kecil tersebut.
saat dia mendekati gubuk itu dia merasakan Ada hawa yang begitu mengerikan dibalik gubuk itu.
" Cih, Aku harus bersiap-siap", Ucap Regist.
Sebelum dia membuka gubuk itu, dia menggunakan teknik yang bisa melihat masa depan dengan beberapa detik kedepan.
"Begitu ya", Ucap Regist.
Regist pun dengan pedenya membuka pintu gubuk itu.
" SHINGGGG"
"MUSTAHIL!!!! BAGAIMANA KAU BISA MENGETAHUI ARAH SERANGAN KU", Ucap anak Laki-laki itu.
" Entahlah, Mungkin sebuah keberuntungan", Ucap Regist.
"SHINGGG, SHINGGGG, SHINGGGG"
Mereka berdua pun bertarung, dan disitu Regist menggunakan teknik beladirinya dengan sangat sempurna.
Saat mereka berdua sedang bertarung, tiba-tiba.
"SHINGGGGG"
Dengan cepat Regist langsung menangkis serangan dibelakangnya tersebut.
"MUSTAHIL!!! BAGAIMANA MUNGKIN KAU BISA MERASAKAN KEBERADAAN KU", Ucap anak perempuan itu.
" Hahaha, Aku sudah mengetahui dimana keberadaan mu, Aku hanya perlu menunggu mu keluar dari persembunyian mu", Ucap Regist.
Mereka berdua pun bertarung dengan Regist sekuat tenaga, akan tetapi serangan mereka berdua pun sia-sia karena Regist telah masa depan mereka berdua.
"Hei, sepertinya kalian dua bersaudara", Ucap Regist.
" BAGAIMANA KAU TAHU KALAU KAMI BERSAUDARA??? "Ucap anak laki-laki itu.
" Entah lah, Aku hanya memeriksa energi kalian berdua, saat Aku melihat energi kalian berdua Aku melihat kalau energi kalian itu samar-samar sedikit mirip", Ucap Regist.
__ADS_1
"MUSTAHIL, AKU BELUM PERNAH MENDENGAR ADA TEKNIK SEPERTI ITU" Ucap anak laki-laki itu.
"Hahaha, kalian tidak akan pernah mendengar teknik ini, karena Aku sendiri yang menciptakan teknik ini" Ucap Regist.
"Orang yang bisa menciptakan tekniknya sendiri hanya orang yang berada ditingkat tertinggi dari keseluruhan ras, bahkan jika itu keluarga kerajaaan dari hanya beberapa orang saja yang bisa menciptakannya", Ucap anak perempuan itu.
" Hahaha, kau terlalu berpikiran dangkal, semua ras bisa menciptakan teknik mereka sendiri, baik keluarga kerajaaan maupun para rakyat jelata, akan tetapi ilmu yang mereka miliki hanya sebatas mewariskan, itulah yang menyebabkan kebanyakan orang tidak pernah bisa menciptakan teknik mereka sendiri, mereka hanya bisa mewariskan sesuatu yang lama dari pada menciptakan sesuatu yang baru", Ucap Regist.
Anak-anak itu pun terpukau oleh penjelasan yang dijelaskan Regist tadi.
"Apa kami Bisa menciptakan teknik kami sendiri" Ucap anak-anak itu.
"Heh, tentu saja, akan tetapi kalian harus ingat sesuatu yang telah diwariskan oleh leluhur kalian, karena semakin lama dari suatu barang itu, maka akan semakin Mahal juga harga dari barang itu" Ucap Regist.
"Begitu ya, kalau begitu maafkan kami telah menyerangmu duluan, kami merasa kalau kau itu sama seperti manusia-manusia itu", Ucap anak laki-laki itu.
" ahhhh, perbudakan ya, tapi Aku tidak terlalu tertarik akan hal itu", Ucap Regist.
"Bukan kah para manusia selalu menginginkan para budak" Ucap anak perempuan itu.
"heh, begitulah manusia, mereka memerlukan budak hanya untuk melampiaskan hawa nafsu dan emosi mereka, Lebih baik kusarankan kalian jangan begitu percaya dengan manusia" Ucap Regist.
"tapi kami berdua telah mempercayai mu" Ucap anak perempuan itu.
"Hhhh, terserah kalian saja, yang jelas jangan terlalu percaya dengan sesuatu yang belum pasti, bisa saja mereka menyembunyikan topeng mereka" Ucap Regist.
Regist pun keluar dari gubuk itu dan melanjutkan penjelajahan dia di tempat mengerikan itu.
Regist pun terus berjalan dan melihat sesuatu makhluk yang begitu abstrak.
saat ditengah perjalanan pun Regist pun tiba-tiba berhenti.
" hehehe, maafkan kami"Ucap anak perempuan itu.
"kami merasa bahwa mengikuti dirimu adalah jalan yang benar", Ucap anak laki-laki itu.
lalu dalam sekejap Regist pun melamun dan mengingat masa-masa dia dengan adik-adiknya.
" hei, kenapa kau diam saja"Ucap anak perempuan itu.
"hhhh,Kalian hanya mengingatkan ku ke suatu hal, oh ya, ngomong-ngomong siapa nama kalian berdua" Ucap Regist.
"Namaku albert, disamping ku ini adik ku, namanya clara", Ucap anak laki-laki itu.
" Heii, Aku bisa memperkenalkan diriku sendiri, huh", Ucap clara dengan wajah yang cemberut.
"perkenalkan juga, namaku Regist", Ucap Regist.
" Hei, dari gaya dan namamu Aku sepertinya tahu kalau kau kau keturunan dari kerajaaan", Ucap Albert.
"Aku anak pertama dari kerajaaan kalvair", Ucap Regist.
" KALVAIR!!!!! BUKAN KAH ITU KERAJAAAN YANG BERADA DI SEBELAH BUKIT TIMUR, TEMPAT YANG DIPENUHI OLEH TUMBUHAN-TUMBUHAN YANG SANGAT LANGKA DI DUNIA INI, DAN SERTA KEINDAHAN DARI PEMANDANGANNYA", Ucap Albert.
"kak, apakah tempat seperti itu Ada di dunia ini? jika Ada Aku ingin berkunjung ke tempat itu" Ucap clara.
"Tentu saja, kau bisa berkunjung kapan pun yang kau mau" Ucap Regist.
mereka pun melanjutkan perjalanan mereka sekaligus berbincang-bincang.
__ADS_1
Tanpa sadar mereka sudah berada perbatasan dari tempat itu.
"Hei Regist, apa yang kau lakukan?" Ucap Albert.
"Aku hanya menaruh sebuah tongkat besi yang sudah kuberi segel", Ucap Regist.
" hei Aku melihat papan nama tempat ini"Ucap clara.
Regist pun pergi ke tempat clara dan melihat sebuah papan nama tempat itu yang begitu besar.
"A.L.T.A.I.R" Ucap Regist.
setelah menyebut nama itu Regist sadar akan tempat itu.
dia pun langsung menggunakan teknik matanya dan melihat sekelilingan di tempat itu.
"Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces,
Zodiak ya", Ucap Regist.
" Apa itu Zodiak "Ucap mereka berdua.
"zodiak adalah sebuah prediksi atau ramalan kepribadian dan masa depan berdasarkan rasi bintang dan pergerakan planet" Ucap Regist.
"Kalau begitu, seperti aries, Taurus, dan yang kau sebutkan tadi apa maksudnya", Ucap Albert.
" masing-masing dari mereka melambangkan kepribadian mereka masing-masing, seperti aries melambangkan kejujuran, Taurus melambangkan ketenagan, Gemini melambangkan menyenangkan, Cancer melambangkan kebaikan, Leo melambangkan karisma, Virgo melambangkan sopan, Libra melambangkan magnetisme, yang berarti memiliki daya tarik dari kepribadian orang itu, Scorpio melambangkan kuat, sagitarius melambangkan antusiasme yang artinya orang yang suka bercanda dan tertawa, Capricorn melambangkan dewasa, Aquarius melambangkan berjiwa bebas, dan Pisces melambangkan perhatian", Ucap Regist sekaligus menjelaskan.
"kalau begitu kau Capricorn ya", Ucap Albert.
" Terserah kau saja, Aku juga tidak terlalu percaya akan hal itu, karena tidak semua kepribadian orang sesuai dengan zodiak yang mereka miliki"Ucap Regist.
"Jadi maksudmu itu hanyalah bualan oleh orang-orang yang membuat itu", Ucap clara.
" Tergantung orang itu, Ada yang percaya, dan Ada juga yang tidak percaya, kita tidak bisa memaksakan kehendak orang lain dengan memaksa harus percaya apa yang kita percayai, Setiap kepercayaan orang-orang itu berbeda, kita hanya bisa menghormati kepercayaan orang-orang itu", Ucap Regist.
"kau benar, terkadang orang yang tidak percaya kepada kepercayaan orang itu kadang dianggap seorang pendosa" Ucap Clara.
"Dari pada kita terus berada disini lebih baik kita langsung melanjutkan perjalanan kita, Aku merasakan Ada sebuah kehidupan di arah utara", Ucap Regist.
"Aku tidak bisa merasakan, bagaimana kau bisa merasakan Dari jarak segini", Ucap Albert.
" Apa kau pernah mendengar energi alam", Ucap Regist.
"Aku pernah mendengar teknik itu, kalau tidak salah teknik itu sudah hilang sejak raja kalvair Dari generasi pertama meninggal, setelah itu tidak Ada yang bisa menggunakan teknik alam lagi karena tidak Ada yang tau cara mengumpulkan energi alam tersebut" Ucap Albert.
"hahaha, itu adalah teknik yang gampang", Ucap Regist.
" apa kau bisa menggunakan energi alam "Ucap Albert.
" Kau hanya perlu mengumpulkan energi tersebut dengan teknik meditasi", Ucap Regist.
"Apa kau bisa mengajarinya kepada kami" Ucap Clara.
"dalam perjalanan nanti Aku akan mengajari kalian", Ucap Regist.
" Kalau begitu ayo kita mulai perjalanan kita", Ucap Clara.
Dan perjalanan mereka ke desa itu pun dimulai.
__ADS_1