
"Huh? Apa yang kau lakukan disini? ", Ucap Arisu.
" Ini kamar penginapan kami, Apa yang kau lakukan juga disini? ", Ucap Regist.
" Ini kamar penginapan ku", Ucap Arisu.
"Hei, jangan bilang kita Satu penginapan", Ucap Regist.
" Sepertinya begitu", Ucap Arisu.
"Huh, Sepertinya kita mungkin akan lebih dekat", Ucap Regist.
Lalu Regist pun pergi menuruni tangga.
" Hei, Kau Mau Kemana? ", Ucap Arisu
" Hanya sedikit peregangan saja", Ucap Regist.
"Hei, Aku ikut", Ucap Arisu.
Mereka pun pergi ke lantai bawah.
" Hei, Seperti kemarin, apa aku bisa meminjam handuk itu lagi", Ucap Regist.
"tentu saja tuan", Ucap Pemilik penginapan itu.
" Hei, aku tidak terlalu suka disebut dengan sebutan tuan, Panggil aku Regist saja", Ucap Regist.
"Kalau begitu kau juga bisa memanggilku samura", Ucap Pemilik penginapan itu sambil memberikan handuk kepada Regist.
"Kalau begitu kami pergi keluar dulu", Ucap Regist.
" Silahkan tu- maksudku Regist", Ucap Samura.
Mereka berdua pun keluar dari penginapan itu dan ketempat biasa Regist berolahraga.
"aku tidak menyangka akan ada tempat seperti ini dibelakang tempat penginapan", Ucap Arisu.
Regist memulai kegiatan seperti biasanya seperti peregangan tangan, kaki, kepala, dan anggota badan lainnya.
" Hei, apa kau selalu melakukan ini setiap Pagi", Ucap Arisu.
"Aku sudah melakukan hal ini sejak aku pertama kali kabur dari rumah", Ucap Regist.
"Kabur dari rumah? Kenapa kau melakukan itu? ", Ucap Arisu.
" Saat aku keluar rumah, terkadang para pengawal selalu mengikutiku kemanapun aku pergi", Ucap Regist.
"Pengawal? JANGAN-JANGAN KAU ANAK DARI KERAJAAN", Ucap Arisu dengan terkejut.
" bisa dibilang begitu", Ucap Regist.
seketika Arisu pun langsung bertekuk lutut.
"M-M-MAAFKAN A-AKU P-P-PANGERAN K-K-KARRNA TELAH L-LANCANG TERHADAPMU", Ucap Arisu.
" BUKKK"
"AWWW", Ucap Arisu.
" Aku tidak terlalu suka dipanggil seperti itu, kau bisa memanggilku seperti biasa", Ucap Regist.
"Apa tidak apa-apa aku memanggilmu seperti itu", Ucap Arisu.
"aku juga tidak perduli untuk hal seperti itu, kau bisa memanggilku seperti biasa" ,Ucap Regist.
"Baiklah pang-maksudku Regist", Ucap Arisu.
" Hei, aku masih mendengar kata pangeran tau", Ucap Regist.
Saat mereka sedang asik berbicara.
"HEI REGIST, APA KAU DISANA", Ucap Clara dan Albert.
Regist pun memberi sebuah kode dengan menggunakan sedikit aura rajanya.
" Huh, sepertinya dia benar-benar berada di tempat yang kemarin", Ucap Albert.
"Kau benar, dari aura tadi yang kita rasakan juga tidak asing", Ucap Clara.
" Kalau begitu……HEI REGIST, KAMI AKAN KESANA", Ucap mereka berdua.
"Apa mereka akan kesini? ", Ucap Arisu.
" Ya, karena aku sudah berjanji pada mereka bahwa aku akan melatih mereka", Ucap Regist.
"Kalau begitu apa kau bisa mengajariku seperti mereka", Ucap Arisu.
" Terserah saja", Ucap Regist.
"KALAU BEGITU APA KITA AKAN MULAI LATIHANNYA SEKARANG", Ucap Arisu.
" baiklah, kita akan memulai yang dasar dulu, kalau begitu ikuti gerakan yang ku perlihatkan kepadamu tadi", Ucap Regist.
"Seperti ini", Ucap Arisu.
" kau harus turun kebawah lagi seperti ini", Ucap Regist sambil mendorong punggung Arisu.
"Akhhh, sakit sekali, Apa harus dipaksakan seperti ini", Ucap Arisu.
" Kau juga harus melenturkan anggota badanmu, dengan begitu kau akan mempelajari semua teknik-teknik beladiri dengan mudah", Ucap Regist.
"Huh? Teknik-teknik beladiri? Apa itu", Ucap Arisu.
" Ah, sepertinya di dunia ini orang-orang mungkin belum mengenal apa itu beladiri", Ucap Regist dalam hati.
"beladiri adalah cara seseorang untuk mempertahankan atau membela diri mereka dari serangan orang-orang yang jahat, ini mengandalkan ketahanan dan kekuatan fisik, karena fisikmu masih di tingkat bawah mungkin akan susah mempelajari teknik-tekniknya dengan sempurna, jadi kau harus membentuk tubuhmu dulu", Ucap Regist.
"Berapa lama tubuhku bisa jadi seperti itu", Ucap Arisu.
"entahlah, mungkin sekitar 2 sampai 3 bulan", Ucap Regist.
" Kalau begitu, AYO KITA MULAI LATIHANNYA""Ucap Arisu.
__ADS_1
"Kalau begitu kau harus melakukan pemanasan sedikit untuk lebih mudah melakukan peregangannya, Ikuti aku kalau kau ingin melakukannya dengan benar", Ucap Regist.
Arisu pun melihat Regist melakukan pemanasan dan meniru apa yang dia lakukan.
" Seperti ini ", Ucap Arisu.
" Kau salah dibagian tangan mu", Ucap Regist.
Regist pun membenarkan posisi tangannya.
"ini baru benar, Ikuti aku dengan gerakan lainnya", Ucap Regist.
Arisu pun mengikuti Regist dengan gerakan yang lain.
30 menit kemudian.
" Ahh, sakit sekali, apa kau selalu melakukan ini setiap hari", Ucap Arisu.
"Ini hanya keseharian ku saja", Ucap Regist.
Seketika Arisu pun mengingat apa yang dia ingin katakan tadi.
" Oh ya, kenapa kau selalu menggunakan topeng", Ucap Arisu.
"Maksudmu ini", Ucap Regist dengan melepas topengnya.
" kenapa ada Kain putih menutupi mata mu, TUNGGU, JANGAN BILANG KAU BUTA",Ucap Arisu.
"Aku tidak Buta, hanya saja aku tidak ingin membuka mata ku di waktu yang belum tepat", Ucap Regist.
Tidak dalam waktu lama mereka mendengar sebuah suara yang memanggil.
" REGIST...... KAMI BAWA MAKANAN DISINI", Ucap Clara dan Albert.
"Huh? makanan? ", Ucap Regist dengan kebingungan.
"Ya, kami sempat membeli makanan yang ada di dekat penginapan ini", Ucap Clara.
" Pantas saja kalian lumayan lama", Ucap Regist.
"Huh? kau kan orang yang kemarin, kalau tidak salah nama mu itu ehmmm", Ucap Albert.
" Arisu, namaku adalah arisu", Ucap Arisu.
"Ahh, benar, arisu", Ucap Albert.
" Oh ya, Apa yang kau lakukan disini", Ucap Clara.
"Aku juga tinggal di penginapan ini", Ucap Arisu.
" Ahhh, pantas saja tadi malam aku mendengar suara yang tidak asing di kamar sebelah", Ucap Albert.
"Huh? Kapan kau mendengarnya", Ucap Clara.
" Kalau tidak salah pas tengah malam, saat itu aku ingin kencing, setelah aku selesai kencing aku mendengar sebuah suara di samping kamar ku yang tidak asing, kalau tidak salah dia sempat berteriak AKU KAYA, AKU KAYA", Ucap Albert.
Seketika Regist pun melihat Arisu yang wajahnya yang begitu merah-merahan.
" Huh? Latihan peregangan, jangan bilang arisu juga ikut latihan juga", Ucap Albert.
"Ya, bisa dibilang begitu", Ucap Regist.
" Kalau begitu kami juga ikut bergabung, semakin ramai akan semakin asik", Ucap Clara.
"ayooo", Ucap Albert.
" Kalau begitu kalian harus melakukannya dari awal terlebih dahulu", Ucap Regist.
"Yahhh, jadi tidak seru", Ucap mereka berdua.
" Jangan banyak alasan, lakukan dari awal dengan teratur, aku dan arisu akan melanjutkan gerakan yang tadi", Ucap Regist.
"hihihi", Ucap Arisu dengan tertawa kecil.
Mereka pun melanjutkan peregangan kembali.
Setelah melakukan peregangan yang lumayan lama dan akhirnya mereka selesai juga.
"karena sudah selesai kalau begitu aku akan mandi terlebih dahulu di sungai", Ucap Regist.
"Huh? Kau mau mandi di sungai? bukan kah tidak ada sungai disekitar desa" ini? ", Ucap Arisu.
" Ya, sungai itu berada di luar desa ini, di arah barat sekitar 10 km ada sungai yang airnya begitu bening, jadi aku akan mandi disana", Ucap Regist.
"Hmmm, 10 km ke arah barat? Ahhh, sungai luvad", Ucap Arisu.
" Huh, apa itu", Ucap Clara dan Albert.
"Itu adalah nama sungai yang ingin di datangi oleh Regist", Ucap Arisu.
" Ahhh, jadi nama sungai itu ya", Ucap mereka berdua.
"Aku pernah mendengar kisah tentang sungai itu, kalau tidak salah sungai itu airnya tidak akan pernah habis walau terjadi musim kemarau yang jangka waktunya sangat Lama sekali pun", Ucap Regist.
" Air yang tidak parnah habis? Keren……", Ucap mereka berdua dengan mata yang berkilauan.
"Kalau begitu apa kalian mau ikut? ", Ucap Regist.
" Kami ikut……", Ucap mereka bertiga.
"Terserah saja", Ucap Regist.
Mereka pun pergi ke sungai itu dengan berlari.
" Huff, Huff, Huff", ucap mereka bertiga dengan begitu kecapean.
"Hei Regist, tunggu kami", Ucap Albert.
"apa masih jauh, aku sudah tidak kuat lagi, " Ucap Arisu.
"Kita akan sampai dalam 3, 2, 1", Ucap Regist.
Ketika mereka keluar dari semak besar yang terakhir itu, mereka melihat sesuatu yang indah dibalik semak itu.
__ADS_1
" Keren……", Ucap Arisu.
"Aku tidak pernah melihat sesuatu seindah ini sebelumnya", Ucap Clara.
" sepertinya rasa lelah ku telah terbayarkan setelah melihat ini", Ucap Albert.
Saat mereka terpesona oleh keindahannya, Regist langsung turun dan pergi menuju ke sungai itu.
"Hei, Apa yang kalian lakukan, apa kalian hanya melamun saja", Ucap Regist.
" Huh? Hei, kau lewat mana sampai bisa berada dibawah?, "Ucap Albert.
"Di samping kalian ada tangga yang menuju ke bawah, Ikuti saja tangga itu", Ucap Regist.
mereka pun melihat sebuah tangga kayu di samping kiri.
" Baiklah, kalau begitu aku duluan", Ucap Albert.
"Hei, aku yang lebih dekat dengan tangga ini, jadi aku lah yang harus duluan", Ucap Clara.
"JADI KAU MENOLAK APA YANG KAKAK MU KATAKAN", Ucap Albert.
" HUH, HANYA KARENA KITA BERBEDA 7 MENIT SAJA KAU PIKIR KAU ITU KAKAK KU", Ucap Clara.
Mereka berdua pun bertengkar seperti adik kakak pada umumnya, pada saat bertengkar Arisu lah yang duluan menuruni tangga itu.
"Huh, Pada akhirnya dia yang pertama", Ucap Albert.
" Kau benar, terus apa yang telah kita lakukan tadi", Ucap Clara.
"baiklah, karena kau adalah adik ku bagaimana jika kau saja duluan", Ucap Albert.
" Tidak-tidak, kau adalah kakak ku, seorang kakak harus duluan untuk membimbing adiknya", Ucap Clara.
"Tidak, kau saja, justru karena aku kakak mu aku lah yang harus mengawasimu dari belakang", Ucap Albert.
" Tidak, kau saja", Ucap Clara.
"tidak-tidak, kau lah yang harus duluan", Ucap Albert.
" Kau saja", Ucap Clara dengan senyuman yang menahan emosi
"Kau saja", Ucap AAlbert yang sama dengan Clara.
Karena perdebatan yang tidak berhenti pada akhirnya Albert lah yang selanjutnya menuruni tangga itu.
" Lihat lah bagaimana kekuatan adikmu ini, hahahahaha", Ucap Clara.
"Baiklah sekarang kau selanjutnya", Ucap Albert.
Saat Clara sedang berada di tengah-tengah tangga kayu itu, salah satu kayu yang dipegang oleh kedua tangannya Clara tiba-tiba patah dan membuat Clara dengan keadaan tubuh yang menghadap ke langit.
" KAKAK!!!!!!", Ucap Clara.
Dalam sekejap Albert langsung berada di dekat Clara sekaligus menangkap Clara dengan gendongan ala tuan putri.
"Apa yang kau lakukan, bagaimana jika aku telat menangkap mu, apa yang akan terjadi selanjutnya", Ucap Albert.
Clara yang dengan keadaan yang sedikit terkejut itu tiba-tiba menangis di depan Albert.
" Hiks, hiks, hiks, aku takut kak", Ucap Clara.
"Huh, yang penting sekarang kau sudah selamat, apa ada yang terluka", Ucap Albert.
" Aku t-t-tidak apa-apa, hiks, hiks", Ucap Clara.
"sudah lah, kau tidak perlu takut lagi, ada aku disini yang menjagamu", Ucap Albert.
Clara pun berhenti menangis kerena permintaan Albert.
" Nah gini dong, kalau kau nangis lagi nanti cantiknya hilang loh", Ucap Albert.
Saat Albert menyapu air matanya Clara tiba-tiba wajahnya Clara menjadi berwarna merah.
"Huh? kau kenapa? kau demam ya", Ucap Albert.
" T-t-tidak apa-apa, lebih baik kita pergi ketempat Regist ", Ucap Clara pergi dengan wajahnya yang memerah.
" huh? Aku tidak begitu mengerti dengan sifatnya yang tiba-tiba berubah, ya sudah lah, yang penting dia baik-baik saja", Ucap Albert.
mereka berdua pun pergi ke tempatnya Regist dan Arisu.
Sesampainya mereka disana, mereka berdua melihat Regist dan Arisu mandi di sungai itu.
"Hei, kalian sangat lama sekali, Aku dan Arisu sudah mau keluar dari sungai ini", Ucap Regist.
" Hehehe, tadi terjadi sedikit kesalahan", Ucap Albert.
"Huh? Clara, apa yang terjadi dengan mu, kenapa wajah mu memerah begitu, apa kau sakit", Ucap Arisu.
" T-t-tidak a-apa-apa", Ucap Clara.
"Sudah lah, dia tidak sakit", Ucap Regist.
" Huh? Kau tau dia sedang mengalami gejalah apa", Ucap Arisu.
"Itu adalah hal yang lumrah untuk kejadian yang seperti ini, dari pada kalian terus disana kenapa kalian tidak ikut mandi juga", Ucap Regist.
" Baiklah, Kalau begitu persiapkan diri kalian untuk ombak yang besar", Ucap Albert.
Albert pun mengambil ancang-ancang dari jauh dan berlari menuju ke sungai dengan melompat.
"DWUSSS".
" Bagaimana, Keren tidak", Ucap Albert.
"kalau begitu Aku juga ikut", Ucap Clara.
" Sepertinya kau sudah bisa menenangkannya", Ucap Regist.
Clara pun ikut bergabung dengan mereka.
Mereka pun bermain dan menikmati segarnya air itu di pagi hari.
__ADS_1