Kehidupan Setelah Kematian

Kehidupan Setelah Kematian
Bab 3:Pertualangan Regist pun di Mulai


__ADS_3

waktu pun mulai berlalu.


Hari demi hari Regist terus berlatih dengan menggunakan pikirannya.


7 tahun kemudian.


"sepertinya disekitar sini aman, para penjaga tidak terlihat Satu pun", Ucap Regist.


pada saat itu Regist pun sudah bisa kabur dari istana.


sebelum kabur, dia membuat kloningan dirinya sendiri dikamarnya, itu membuat seluruh pembantu di istana itu pun tidak menyadarinya.


"Yesss, aku bisa lolos lagi……saatnya mencari samsak baru lagi untuk mencoba teknik-teknik ku di kehidupan sebelumnya".


dan pada saat itu dia melihat sebuah sekumpulan goblin dari kekuatan pendeteksinya.


" disana yah……arah utara 31 km ", Ucap Regist sambil bersemangat.


pada disaat itu dia juga melihat sesuatu yang aneh diradarnya.


" apa ini? manusia yah? pantas saja segerombolan goblin terus-terusan berada disitu", Ucap Regist.


Regist pun kepikiran untuk menggunakan teknik yang baru dia ciptakan.


"mungkin saatnya mencoba itu",Ucap Regist


" SWISSS……BLEP……"


Seketika dia langsung berada di tempat gerombolan goblin itu dan langsung menghajar seluruh goblin itu dengan teknik beladirinya di kehidupan sebelumnya.


"ahh, aku lupa"


"SWENGGG"


tangan dan kaki Regist berubah besi seketika.


"ini dia yang ingin aku coba", Ucap Regist.


waktu demi waktu dia mengalahkan Satu per Satu goblin-goblin itu, dan tersisa goblin terakhir.


" aku kan mencoba itu", Ucap Regist.


"(time freeze) ……WHISSS……TIKKK………"


"Ahh, kupikir aku waktu itu cuma bisa memundurkan waktu, Tapi setelah ku coba dengan pikiranku lagi ternyata itu juga bisa", Ucap Regist.


" apakah hukum fisika dan kimia juga berlaku disini??", Ucap Regist sambil kebingungan.


Regist pun mencoba dengan menciptakan api dan menggabungkan dengan oksigen yang kandungannya begitu tinggi dan terciptalah api berwarna biru.


"hei, ini cukup keren", Ucap Regist dengan suasana yang senang.


disaat senangnya Regist, anak perempuan itu berbicara kepadanya.


" a…a…apa kau baik-baik saja? ", Ucap perempuan itu.


" Aku tidak apa-apa, apa kau juga tidak apa-apa", Ucap Regist.


"a…a…aku juga t-tidak apa-apa", Ucap Perempuan itu dengan keadaan gugup.


Tiba-tiba Regist merasa ada sesuatu yang aneh dengan perempuan itu, dia merasa ada sesuatu yang gelap dibagian kedua tangan perempuan tersebut.


" kenapa kedua tanganmu memakai sarung tangan? entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh pada kedua tanganmu, mereka memancarkan sesuatu yang gelap", Ucap Regist sambil bertanya-tanya di pikirannya.


"a-aku sudah mendapatkan penyakit ini dari lahir, kata ayahku penyakit ini tidak bisa disembuhkan", Ucap Perempuan itu.


karena semakin penasarannya Regist pun mendekatkan dirinya dan memeriksa kedua tangan perempuan itu.

__ADS_1


" a-apa yang kau lakukan? jika kau menyentuhnya kau juga akan terkena penyakitnya juga


"BERISIK, Lebih baik berikan kedua tanganmu itu", Ucap Regist dengan keadaan kesal.


Regist pun membuka kedua sarung tangan perempuan itu dan melihat kedua tangan perempuan itu.


" hitam yah", Ucap Regist.


dan Regist pun menyentuh tangan perempuan itu dan seketika penyakit itu juga menyebar ke tangan dirinya juga.


"jika terus seperti ini kau akan mati muda", Ucap Regist.


Regist pun menatap kedua tangan perempuan itu dan ia melihat sesuatu bola-bola hitam kecil mengarah ke matanya, akan tetapi sebelum mencapai matanya Regist, dia menggunakan suatu jurus yang keluar dari matanya, dan seketika bola-bola itu pun menghilang seketika dari tangan perempuan itu maupun di tangan dia.


" Dengan begini kau sudah sembuh, akhirnya teknik mata ini ada gunanya juga", Ucap Regist


"A-A-Apa yang terjadi? sesuatu yang gelap itu hilang dan kedua tangan ku bisa ku gerakan lagi secara leluasa", Ucap Perempuan itu.


" ahhh, kau terlalu berisik, lebih baik kau keluar dari hutan ini dari pada kau berurusan lagi dengan goblin-goblin lain", Ucap Regist.


"t-tapi aku tidak tahu dimana jalan keluarnya", Ucap Perempuan itu.


" hhhhh, mau tidak mau", Ucap Regist.


dia pun berjalan perempuan itu ke luar dari hutan tersebut.


tibanya dia di luar hutan tersebut dia merasakan dari jauh arah timur dia merasakan ada beberapa orang yang sedang diserang segerombolan goblin.


"hei bocah, pegang tangan ku", Ucap Regist.


dan dalam sekejap dia langsung berada di tempat dan melihat orang-orang dari kerajaan lain diserang oleh segerombolan goblin.


akan tetapi dalam sekejap Regist langsung membuat kedua kaki dan tangannya menjadi sekeras besi dan mengeluarkan tehnik-tehnik beladirinya,


"Hei kalian, apa kalian baik-baik saja", Ucap Regist.


dari dalam keluar seorang pria dan wanita yang begitu cantik yang mengenakan mahkota.


"SILVIA……IBU MENCARI MU KEMANA-MANA".


" Maafkan silvia bu", Ucap Perempuan itu sambil menagis


"Maafkan ayah, jika saja ayah lebih kuat lagi mungkin aku bisa melindungimu",


Regist pun melihat ada sesuatu yang janggal juga dengan ayahnya perempuan yang bernama silvia itu.


" Hei pak tua, ku lihat kau sedang terluka", Ucap Regist.


Seketika Regist langsung mengeluarkan sihir


"wisss"


dan seketika seluruh badan ayah dari anak perempuan itu pun sembuh seketika.


"apa ini?? aku bisa menggerakan seluruh anggota tubuh ku, aku jugs sudah bisa mengeluarkan sihir-sihir ku kembali", Ucap ayah anak perempuan itu.


disaat lagi berbahagianya mereka Regist pun mulai melanjutkan pertualangan dia, tapi disaat itu anak perempuan itu memanggil dia dan mendekat ke Regist


" terima kasih telah menyelamatkan aku dan keluargaku", Ucap anak perempuan itu.


"terima kasih juga telah menyembuhkan ku dari luka ini" Ucap ayah anak perempuan itu.


"walaupun kau berterima kasih, lebih jangan mudah mempercayai orang asing", Ucap Regist.


pada saat semua berterima kasih, ayah dari anak perempuan itu melihat sesuatu yang tidak asing dari Regist.


" TUNGGUI!!! Kalung ini!!! hanya pangeran dari kerajaan kalvair lah yang mempunyai kalung ini, dan kalung ini memiliki setiap nomor, kan kalung mu bernomor 1??? apa kau pangeran pertama dari kerajaan kalvair", Ucap ayah dari anak perempuan itu.

__ADS_1


"ahhh, ini kalung dari ayahku, masing-masing saudaraku mendapatkannya", Ucap Regist.


" Perkenalkan, kami dari kerajaan Dari Kerajaan Rilikya", Ucap ayah dari Anak perempuan itu.


"Perkenalkan juga, aku Regist, Putra pertama dari kerajaan kalvair", Ucap Regist.


" pangeran, kenapa kau bisa berada di tempat seperti ini", Ucap Ayah Dari Anak perempuan itu.


"aku hanya melakukan sebuah perburuan seperti biasanya, Apa kalian mau pergi ke Kalvair", Ucap Regist.


" benar, kami ingin pergi ke Kalvair, kami ingin beraliansi dengan kerajaan kalvair untuk bisa mengalahkan segerombolan para iblis, beruntung kau menyenbuhkan ku Dari luka ini, dengan begini aku bisa bertarung di medan perang lagi", Ucap Ayah Dari anak itu.


"begitu yah", Ucap Regist.


Ditengah perbincangan itu, Regist tiba-tiba mengeluarkan jurus miliknya.


"Swinsss"


dan seketika sebuah lingkaran tercipta dan menghubungkan ke kerajaan kalvair.


"Lebih cepat lewat sini", Ucap Regist.


" Hah, apa ini, kenapa tiba-tiba ada gerbang kerajaan kalvair di depan kita", Ucap Ayah Dari anak perempuan itu.


"lebih baik kalian cepat pergi dari sini, para gerombolan goblin mulai bermunculan", Ucap Regist.


Tanpa berlangsung lama Regist mendorong mereka semua dengan elemen angin beserta keretanya, dan seketika di langsung menutup lubang itu.


" Bleppp"


"teknik gerbang memang memakan sedikit energi, saatnya bantai-bantai lagi", Ucap Regist dengan bersemangatnya.


dan seketika dia maju dengan percaya dirinya ke segerombolan goblin itu yang kemungkinan goblin tersebut berjumlah sekitar 5.000 lebih.


tempat pun berpindah ke kerajaan kalvair.


" Hei sahabat ku, kau masih sama seperti biasanya", Ucap Ayah Dari anak perempuan itu.


"Heh, ku pikir kau sudah mati di tempat itu", Ucap ayahnya Regist.


" hei, tadi aku bertemu dengan anakmu di tengah hutan bagian timur", Ucap ayah Dari anak perempuan itu.


"apa yang kau katakan, anak ku berada di kamar mereka masing masing, HEI PENJAGA, APA KAU BISA MEMANGGIL MEREKA SEMUA TURUN", Ucap ayahnya Regist.


tak lama mereka semua turun dari kamar mereka.


Tapi ayahnya Regist merasa ada yang janggal.


" Dimana Regist?? ", Ucap ayahnya Regist.


" kakak tidak ada di kamarnya", Ucap pangeran kedua.


"SAYANG!!!! AKU TIDAK BISA MENEMUKAN REGIST DIMANA PUN", Ucap ibunya Regist dengan keadaan panik.


Dan keadaan semakin panik dengan bergetarnya kerajaan kalvair.


"ADA APA INI???? KENAPA WILAYAH KALVAIR TIBA-TIBA GEMPA???? ", Ucap ayahnya Regist dengan keadaan panik.


tempat pun berpindah dengan memperlihatkan Regist menduduki tumpukan mayat para segerombolan goblin tersebut.


" hah, kupikir tadi lumayan menyenangkan", Ucap Regist.


tiba-tiba Regist merasakan sesuatu hawa yang tidak enak.


"apa ini, hawa ini berada Dari biasanya, sepertinya kerajaan dalam bahaya", Ucap Regist.


dalam sekejap Regist langsung berteleport ke kerajaan kalvair.

__ADS_1


__ADS_2