
aku Lia, siswi yang masih duduk di bangku SD. anak dari 2 bersaudara. adik lelaki ku Aldi. Anak yang berasal dari keluarga kaya. Orang tua ku selalu memanjakan aku. aku hidup seperti layaknya ratu. apapun yang aku inginkan selalu dituruti mama dan papa.
suatu hari
teman mama : "Hai ibu Lia , saya mempunyai bisnis yang pasti bisa menguntungkan hingga 100%"
mama : ( dengan ekspresi wajah tertarik ) "wah boleh tuh"
pertemuan singkat mama dengan temannya. terikatlah bisnis yang papa saja tidak tahu.
Hari terus berlalu.
seperti biasa aku hanyalah anak SD yg rutinitas ku di penuhi dengan Les bahasa Inggris, les matematika dengan guru privat ku dan masih banyak kesibukan ku lainnya.
Mama*
mama terus terjerumus dengan rayuan temannya. sampai akhirnya papa mengetahui. tapi papa menyetujui setelah di ceritakan mama.
untuk modal bisnis yang mama jalani. mama dan papa harus menjual beberapa aset yang ia miliki. seperti mobil , motor dan barang berharga lainnya. aku yang masih kecil pada pada saat itu bertanya
Aku : " mah, mobil kita kemana"
Mama : " mama jual dulu ya sayang , nanti kita beli yg lebih bagus 😊" ( dengan wajah yang antusias )
hingga pada suatu hari.
mama pulang dengan wajah penyesalan.
Mama : " pah, bagaimana ini , mama ditipu. teman mama sudah pindah. rumah dia kosong." (nangis)
Papa : " bagaimana bisa ??? mama sudah mengenalnya, mama mempercayai. kenapa mama ceroboh sekali. lalu bagaimana kita."
Mama : " mama gatau pah , dia memang sahabat mama. tapi mama ga ngerti. kenapa dia tega membohongi mama"
Papa : " ya Allah ma , bagaimana ini. apa yang harus kita lakukan? "
Mama Pingsan
Papa : " mah bangun mah , LIAAA , ALDII BANTU PAPA"
aku dan adikku yang sedari tadi hanya di kamar keluar mendengar teriakan papa.
Lia :"kenapa mama pah? "
Papa: " Tolong ambilkan hp papa, papa akan telp dokter "
aku ambil hp papa yang ada di meja. segera papa angkat mama ke tempat tidur dan menelpon dokter untuk datang ke rumah.
dokter tiba
Dokter:" selamat pak , istri anda sedang hamil muda. jangan terlalu banyak pikiran. jaga kesehatan dan istirahat yang cukup. saya akan membuat resep obatnya"
dengan wajah polos ku. aku mengatakan :"asiiik dek kita punya teman baru lagi 😍"
adikku:" iya kak, seneng banget. jadi ga sabar"
papa hanya duduk termenung. entahlah ! harus senang atau sedih mendengar kabar ini.
Perut mama semakin besar dan papa mulai bingung harus mencari uang kemana untuk biaya kelahiran calon adikku. sedangkan SPP di sekolah ku sudah menunggak. kini papa menyarankan ku untuk berhenti les bahasa Inggris dan matematika. aku lebih banyak waktu luang untuk bermain saat itu.
Mama:" pah , apa kita jual saja rumah ini. kita mengontrak. sepertinya kita tidak punya apa apa lagi. "
papa :" iya mah, papa akan mulai cari kerja"
dengan wajah yang polos aku dan adikku senang untuk Pindah rumah. ku kemas barang-barang yang ada di kamar ku. aku usap dinding kamar
Aku :" selamat tinggal rumah , aku akan menempatkan rumah baru ku"
senangnya akuu.
mama memanggil ku
mama :" Lia , sudah siap barang nya. bawa sini."
Aku :" iya maa"
sesampainya di kontrakan ku yang kecil dg 1 kamar dan dapur di belakang.
aku masih dengan wajah yang senang. apalagi aku langsung mendapatkan teman baru. aku ajak adikku bermain bersama ku. mama dan papa sedang beberes dalam rumah.
kini sekolah ku jauh. aku harus di antar papa dengan motor tanpa baju atau terkadang naik angkot sendirian.
papa, beliau mulai bekerja di tempat furniture dan menjadi supir untuk mengantar barang pesanan orang.
mama selalu menjadi ibu rumah tangga yang sempurna menurut ku.
suatu ketika.
papa pulang kerja. papa merasakan sakit di bagian dada.
Papa :"arrrhhh sakit sekali."
mama dari dapur berlari ke papa
Mama :"kenapa pah"
Papa :"sakit ma, bawa papa ke rumah sakit. ini sakit sekali"
mama :" iya pa , mama akan bawa papa ke rumah sakit"
mama meminta pertolongan tetangga.
sesampainya di rumah sakit.
Mama :" bagaimana dok keadaan suami saya?"
dokter :" suami ibu terserang gejala liver"
Mama :" Ya Allah, tidaaak" (menangis)
mama masuk ke dalam untuk melihat papa.
Mama :" pah, ujian apa lagi yang Allah berikan kepada kami, papa yang kuat ya. kita jalani ini bersama-sama"
papa sadar.
__ADS_1
Mama :" pah , papa sudah sadar"
Papa :" mah, papa kok ada di rumah sakit. ayo kita pulang, pasti biaya nya mahal. kita sudah tidak punya apa-apa lagi, dan dimana anak" ?"
mama :" papa harus sehat dulu.mama akan bilang pada bos papa untuk cuti beberapa hari ini. anak anak sudah mama titipkan ke tetangga."
papa :" nggak, pokoknya kita harus pulang, papa sudah sehat." ( melepas infus dan keluar kamar )
mama :" pah , tunggu " ( mengejar papa)
papa membayar admistrasi dengan uang seadanya yang ada di dompet
Papa :"Alhamdulillah untung cukup"
perawat :"terimakasih pak"
papa :" ayo kita pulang"
Mama hanya menuruti kata papa. dan pulang menggunakan angkot. mama masih belum yakin papa sekuat ini. mama hanya menangis didalam angkot yang penumpang nya hanya mama dan papa.
Mama :" pah, andai mama tidak terayu dengan bajingan itu. mungkin tidak akan seperti ini. kehidupan anak anak kita pun akan cerah."
Papa :" sudahlah, semua sudah berlalu. papa hanya memikirkan bagaimana papa mencari uang untuk biaya melahirkan nanti, sekolah lia dan keseharian Aldi"
mama hanya menangis dan papa memeluk mama.
sesampainya di rumah. mama menjemput aku dan adikku.
Mama :" buk terimakasih ya , maaf sudah banyak merepotkan. "
tetangga :"gpp buk, Lia dan aldi anak nya anteng sekali. saya pun senang bisa ada mereka."
Mama :" Wahh, hebat anak mama "
aku dan adikku tersenyum.
" baiklah buk , saya pamit dulu yaa"
tetangga :" iya buk ,Mari"
Aku :" mama bagaimana dengan papa, apa papa masih sakit? "
mama :" tidak sayang , papa sudah sembuh." mama berbohong padaku.
aku :"Alhamdulillah"
papa berbaring di kamar. aku lihat papa tidak tidur. papa memanggil ku
Papa :" Lia , tolong injak" punggung papa "
aku :" gamau pah , Lia mau main "
aku lalu pergi dan lanjut untuk bermain.
mama :" ihh anak ini disuruh injak-injak aja susah sekali "
aku :" mau main mah."
aku berlari keluar dan kembali bermain.
Papa :" terimakasih pah."
papa duduk di kursi tamu sekaligus kursi keluarga untuk kami nonton TV bersama.
Mama :" pah tadi dokter bilang. papa terserang liver "
Papa seketika tubuhnya berkeringat dingin dan gemetar.
"maaf ya pa, mama sudah bilang sama bos papa. papa berhenti kerja. ayo pah kita ke kampung. kita berobat tradisional yang jauh lebih murah."
Papa :" maafkan papa ya mah " ( menangis )
Mama :" papa ga perlu minta maaf , kita sembuhkan sakit papa ya. kita berjuang bersama-sama, Lia, dia bentar lagi ujian nasional. mama akan titipkan dengan bi imah. pembantu kita dulu. dan Alhamdulillah bi Imah mau."
papa hanya terdiam meratapi nasibnya kini.
Malam harinya
supir travel dari kampung kami ( Tegal ) pun menjemput mama dan papa. saat itu perut mama yang sudah besar sekali tidak kuat untuk menopang badan papa yang begitu lemas. supir membantu mama. dan menggendong papa masuk dalam mobil.
bi Imah dan aku di tinggal. sedangkan adikku aldi ikut dengan mama dan papa.
mama :" bi Imah , saya mohon jaga Lia dengan baik. hanya bi Imah yang saya percaya saat ini"
bi Imah :" iya buk, ibu jangan khawatir . Lia saya akan rawat sampai bapa sembuh. dan ibu dan bapa kembali kesini lagi."
mama :" terimakasih banyak bi"
aku melambaikan tangan ku ke mama dan menangis ketika mobil itu jauh tak terlihat lagi .
bi Imah :" ayo nak, masuk ke dalam. bibi akan buatkan makan malam"
aku :" iya bi"
SUBUH Jam 04.15 dini hari
mama dan papa sampai di kampung. mama merasa lelah sekali. keadaan mobil travel yang banyak penumpang dan barang. lebih" ketika tidak ada tempat untuk adikku. mama harus memangku adikku dengan keadaan perut yang besar. sesekali mama memberi papa air putih. untuk sedikit meredakan sakit yang papa tahan selama di perjalanan.
supir travel:" ibu duluan saja bawa barang. biar saya gendong suami ibu "
mama :" terimakasih pak,ayo nak "
mama menggandeng tangan Aldi dan berjalan menuju rumah yang di tinggalkan nenek yang kebetulan jalan untuk mobil tidak cukup. dan harus berjalan untuk masuk gang kecil.
supir travel itu membaringkan papa di kamar nenek.
Mama :" terimakasih pak, berapa ongkos nya?"
Supir travel :" itung 2 orang aja Bu, 300rb "
mama mengeluarkan dompet dan memberikan supir uang 300rb. supir travel itu pamit untuk mengantarkan orang lain lagi.
papa terbaring lemas. menahan sakit yang amat sakit di bagian dada. sedangkan mama berbincang kepada nenek di ruang tamu.
Nenek :"apa yang sebenarnya terjadi nak?"
__ADS_1
Mama menjelaskan semua yang terjadi selama ini. dari dalam papa memanggil
Papa :" maaah " (suara nahan sakit)
mama berlari ke kamar
mama :" iya pah ada apa , "
papa :"tolong ambilkan air putih hangat , papa haus "
mama :" iya pa , tunggu sebentar yaa"
mama pergi ke dapur untuk menyiapkan air putih hangat yang memang sudah tersedia di termos. Yang setiap pagi nenek selalu siapkan.
mama :" nih pah , pelan pelan bangunnya ya "
mama membantu papa untuk bangun dari tidurnya dan membaringkan papa kembali
mama :" lanjut istirahat nya ya pah"
papa sudah tidak bersuara dan seperti nya sudah tertidur. mama meninggalkan papa. dan mengambil air wudhu. untuk menunaikan ibadah sholat subuh.
sesudah sholat. mama keluar rumah. mama menikmati suasana perkampungan yang sangat asri. udara yang sejuk membuat hati dan pikiran ini tenang sejenak.
tiba-tiba teriakan nenek membuat mama yang sedang di luar rumah terkejut.
nenek :" NAKKK, CEPAT SINI "
mama :" ada apa Bu ?"
nenek :" suami mu nak kenapa tidak ada denyut nadi dan detakan jantung nya "
mama cek denyut nadi dan detak jantung. dan benar saja. sudah tidak ada lagi. seketika mama terjatuh dan pingsan.
warga berdatangan untuk melihat apa yang terjadi di rumah nenekku. dan beberapa ada yang menggendong mama untuk ke tempat tidur.
suara mic berbunyi :
innalilahi innalilahi innalilahi wa innailaihi Raji'un. telah berpulangnya bapak Riyadi bin rusja. semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT. mari kita menunaikan shalat jenazah.
mama sadar dari pingsan. dan mencari dimana papa. papa yang sudah di bawa untuk di mandikan dan di sholat kan. mama berlari ke masjid sambil menangis.
pagi ini seperti tersambar petir. ujian datang menghampiri keluarga kami. mama menangis tak henti"
mama :" bangun pah , bangun. bagaimana kalau Lia tau papa sudah tidak ada lagi. bangun pah."
pak ustadz :" sabar ibu sabar. kita semua akan kembali kepada Allah"
jenazah papa sudah di angkat dan akan di makamkan pagi itu juga.
Jakarta 07.00
" hari ini hari terakhir aku UN. pokoknya harus lulus, aku sudah sangat merindukan mama , papa dan adikku" dalam hatiku. sembari menyiapkan beberapa buku ke dalam tas.
bi Imah yang sedang membuat sarapan untukku. mendapatkan ponsel nya berdering.
bi Imah :" hallo buk. ada apa buk ? hallo buk, kenapa ibuk menangis."
mama :" bi, tolong sampaikan ke Lia , papa.... "
bi Imah:" iya kenapa bapak buk? "
mama :" papa meninggal bi " ( mama menangis lagi )
bi Imah :" astagfirullah innalilahi wa innailaihi Raji'un, Liaaaaa "
bi Imah memanggil ku.
Aku :" ada apa Bi? "
bi Imah :" papa mu nak , ya Allah , anak yang malang" ( bibi menangis)
aku bingung dan bertanya-tanya
aku :"ada apa dengan papa ? "
bi Imah :" papa mu sudah tiada"
aku :" apaa , ga mungkin "
aku ambil ponsel yang masih bibi pegang . tertera nama mama dan aku bicara sama mama.
Aku :" apa ma yang terjadi , papa ga mungkin meninggal."
aku tidak percaya sembari menahan air mata yang tak terbendung lagi.
mama :" sabar nak , kamu harus menerima kenyataan, papa sudah meninggal."
aku menangis 😭😭😭
aku teringat permintaan terakhir papa ku . aku suruh menginjak-injak punggung papa . aku tidak mau dan memilih untuk bermain.
papaaaaaa.. kenapa papa meninggalkan kami.. kami sangat menyayangi mu... tapi Allah lebih menyayangi mu.. kini papa ga perlu menahan rasa sakit lagi. papa sudah sembuh.
aku jalani tes terakhir ujian nasional ku. aku termenung mengingat papa. bagaimana mungkin pertemuan terakhir kami saat papa menahan sakit masuk dalam mobil travel. aku menangis di sekolah. tak terasa kertas ujian ku basah karena air mata yang tak terbendung lagi.
HARI PUN BERLALU LIA
Jakarta , Senin 07.00
hari pengambilan ijazah.
bibi :" selamat ya nak , kamu sudah lulus, bibi akan mengantarkan kamu ke sekolah untuk ambil ijazah. setelah itu kita pulang ke tegal naik bus . kamu mau ? "
wajah ku dari yang murung berubah menjadi senang
aku :" Mau bi "
bibi :" baiklah , ayo siap siap"
sepulang dari sekolah. aku mengemasi pakaian ku , memasukkannya kedalam tas. aku dan bibi pergi ke terminal untuk pulang ke kampung halaman ku ( Tegal ).
perjalanan yang amat sangat menyedihkan. sudah tidak ada lagi papa yang selalu bercanda dengan ku. menggendong ku disaat aku tertidur di depan tv.
__ADS_1