
acara pernikahan ku dan Rizky sudah selesai. kini kehidupan ku sudah menjadi seorang istri. sementara aku tinggal di rumah mama dan papa mertua ku.
pagi itu. aku harus bangun terlebih dahulu sebelum suamiku bangun. aku turun dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. disusul oleh mama yang baru bangun.
" wahh Lia, udah siap aja nih sarapannya. baru aja mama mau bantu."
" iya ma, tadi sehabis sholat subuh Lia langsung siapin sarapan."
" mama merasa terbantu deh karena kehadiran kamu. karena pembantu disini cuman bisa beres-beres aja tapi ga bisa masak. jadi selama ini mama masak sendiri."
" Alhamdulillah"
kehidupan ku kini jauh lebih baik. aku bahagia sekali.
setelah aku selesai menyiapkan sarapan. aku membangunkan suamiku.
" mas , bangun yuk . terus mandi"
kini pun aku memanggil Rizky dengan sebutan mas. agar terdengar lebih menghargai nya.
Rizky sekilas mencium bibirku.
" mas berangkat siang aja dek, masih pengen sama kamu" godanya.
" ih mas udah mau menjelang siang juga. masih godain ajja ih."
dalam keadaan setengah sadar. Rizky menggendong ku dan membaringkan ku. lalu membuka hijabku. dan menciumi ku hingga kami melakukan hubungan yang di lakukan pasangan suami istri pada umumnya.
__ADS_1
malam telah tiba.
aku membantu mama untuk menyiapkan makan malam bersama. setelah selesai makan seperti biasa kami pun berbincang bincang.
"Lia gimana kalo mama dan adik adikmu tinggal disini aja. lagian pasti bakal rame. dirumah sebesar ini masa hanya kita ber 4 " mama membuka percakapan.
" mama serius ?"
" iya biar mama bisa lebih dekat sama besan. ya kan pah ?"
" ide bagus tu mah."
" ya ampun mah pah makasih banyak. kalian pengertian banget"
aku memeluk kedua mertua ku.
" kok mas ga di peluk sih " Rizky menimpa.
tak lupa aku memeluk suamiku yang menerima kekurangan ku dan berusaha membahagiakan ku.
***
kedatangan mama dan adikku yang dari kampung disambut oleh kedua mertua ku. ada beberapa kamar yang tak terpakai yang bisa di gunakan mama dan adik adikku.
aku senang sekali tidak jauh dari mereka lagi.
***
__ADS_1
hari berganti bulan, bulan berganti tahun.
tak terasa sudah 2 tahun pernikahan ku dengan mas Rizky. tapi tak kunjung di berikan momongan.
" mungkin masih belum waktunya. sabar ya sayang kita ikhtiar."
" adek kasihan sama mama dan papa yang sudah ingin menimang cucu. apalagi pas papa bilang . sebelum papa tiada papa ingin menimang cucu dulu. kan adek jadi sedih"
"iya bagaimana lagi sayang. kita sudah berusaha. dari kita pun tidak ada masalah. yaudah bobo yuk. udah malam"
keesokkan harinya seperti biasa aku membuat sarapan. tapi kali ini ketika aku mengiris bawang aku merasa mual. belum sempat aku memuntahkan aku sudah tidak sadarkan diri.
setelah Sadar aku sudah berada di rumah sakit. disamping ku ada mas Rizky.
" mas ada apa dengan ku?"
" terimakasih ya sayang. kamu hamil"
" mas serius , baru aja tadi malam kita khawatir paginya Allah sudah memberikan kita rezeki"
" iya kata dokter udah jalan 2 Minggu. tuhkan apa mas bilang. percaya sama Allah. tidak ada hasil yang sia-sia."
lalu datanglah mama ku dan kedua mertua ku.
" selamat ya nak. akhirnya kita punya cucu ya jeng" sambut mama mertua ku kepada mamaku. mereka sangat senang karena kehadiran buah hati yang tumbuh dalam rahimku.
kebahagiaan ku lengkap saat anak aku dan mas Rizky lahir
__ADS_1
----HAPPY END----