
aku berencana akan menculik Lia, agar lia selalu berada dalam pelukanku. tidak kabur dariku. aku hanya ingin setiap saat bersama nya dan menghabiskan waktu ku.
aku menyuruh orang bayaran ku. untuk membawa Lia ke gudang listrik yang sudah lama kosong.
" halo bos , anaknya sudah aman di gudang"
" baiklah, kerja bagus"
aku begitu senang. "akhirnya, aku sangat merindukanmu , wanitaku " batinku.
sore itu
aku keluar kantor ku dan pergi ke gudang untuk menemui wanita ku. ku dapati dia sedang menangis. tapi aku tidak menghiraukannya. aku melihat wajah cantik Lia. begitu mempesona.
" Mario lepaskan aku" dia meneriaki ku.
" tidak sayang, aku sudah susah payah mendapatkan mu , mencari mu hingga berbulan-bulan lamanya. mana mungkin aku melepaskan mu begitu saja" goda ku.
aku berencana menyekap Lia sampai dia mau untuk hidup bersamaku. tapi kenapa dia sangat keras kepala sekali. selalu memancing emosi ku.
__ADS_1
"menikah lah dengan ku Lia, apa susah nya kamu bilang iya hah" aku memegang dagu Lia dan sedikit mengangkat nya agar sejajar dengan wajah ku.
" aku lebih baik mati , dari pada menikah dengan laki laki brengsek seperti mu"
aku terbakar emosi dan menampar wajah Lia beberapa kali. aku hanya ingin menikahi nya. tapi berani beraninya dia menyebutku lelaki brengsek.
" fu*k you" aku menampar pipiny lagi. hingga menimbulkan darah di ujung bibirnya. tangisan Lia tidak aku hiraukan.
ponsel ku berbunyi. sekertaris ku Adam .
aku segera membungkam mulut Lia dengan sapu tangan. dan berjalan menjauh agar suara tangisan Lia tidak terdengar Adam.
" ada salah satu client yang ingin bertemu bapak. bagaimana pak? "
" oh iya itu client penting saya. tolong kamu siapkan berkas. nanti saya kabari via chat. jadi setelah saya sampai , saya tinggal ambil saja. 10 menit lg saya sampai. saya sedang dalam perjalanan"
" baik pak "
Tut Tut...
__ADS_1
aku kembali mendekati Lia yang masih menangis. membuka sapu tangan yang menutupi bibirnya. ku cium bibirnya yang sudah di penuhi darah. sesekali dia membuang muka. tapi aku tidak menyerah untuk menggapai bibir nya. dalam keadaan seperti ini aku masih sempat-sempatnya ingin menikmati tubuh lia lagi.
aku mengusap rambutnya
" kamu tau kan betapa aku sangat mencintaimu. kamu lah yang membuat aku seperti ini Lia. kamu sudah mengambil hati ku. lalu kamu buang begitu saja. kamu fikir aku akan menyerah. tidak , tidak sama sekali."
" enyahlah kau dari kehidupan ku " dia meneriaki ku
aku menjambak rambutnya dan tertawa sinis mendengar celotehan wanita ku ini. " akan aku pastikan kamu jadi milikku. hahaha"
aku melepaskan rambutnya dengan kasar. sikap kasar ku kepada Lia justru malah membuat ku makin mencintai wanita itu. sekilas aku teringat kejadian dalam mobil saat menikmati tubuhnya. aku ingin mengulang nya kembali.
tapi sekarang aku harus kembali ke kantor untuk menemui client ku.
" aku pergi dulu sayang ...nanti malam aku akan kembali lagi dan kita akan melakukan nya di gudang ini hahaha"
aku pergi meninggalkan Lia yang masih berteriak ingin aku lepaskan. lalu aku mengunci pintu gudang itu. agar aku bisa memastikan bahwa Lia aman di dalam.
" Mario lepaskan aku .. tunggu . brengsek kau."
__ADS_1
tak ku hiraukan. aku hanya membayangkan malam nanti aku akan menikmati tubuh lia. rasa tidak sabar itu muncul. aku menaiki mobil ku dan menancap gas untuk kembali ke kantor. semoga sore ini segera berganti malam