kehidupan wanita malam

kehidupan wanita malam
eps 14 *ingin seperti wanita normal*


__ADS_3

tak terasa aku menjalani kehidupan ini hampir 4 tahun. melewati masa sulit , melayani seorang lelaki hidung belang demi uang. sampai pada akhirnya aku bertaruh nyawa karena menaruh hatiku pada orang yang salah. aku jenuh, aku menyesal, aku tidak tentu arah saat ini. hening nya malam ini ku isi dengan tangisan ku di ruangan kecil kamar ku. ku tumpahkan semua perasaanku. sesekali ku memukul tubuh kotor ini. aku benci dengan diriku.


semenjak papa tiada , hidup ku hancur. tidak ada yang mengarahkan ku. aku terpaksa bekerja demi ke 2 adikku dan mama ku yang sekarang single parent. beliau tidak bisa bekerja karena adikku masih berumur 3'5 tahun. aku lah yang bertanggung jawab atas semua. aku lah yang menggantikan posisi papa.


ku ambil sebuah foto yang sudah usang. "papa , maafkan Lia. Lia tidak menjadi anak yang seperti papa harapkan. Lia sangat merindukan papa. lia hanya lah wanita belia berumur 17tahun yang terpaksa menjadi tulang punggung. tapi kenapa harus jalan seperti ini pah, adakah orang yang mencintai Lia dengan tulus. karena Lia sudah ternodai. berapa banyak lelaki sudah menikmati tubuh kotor ini. Lia ingin berhenti. Lia sudah tidak sanggup pah."


air mata ini sudah tak terbendung lagi. ku curahkan semua isi hati ku pada foto papa yang telah tiada. aku hanya ingin papa hadir dan memeluk ku walau hanya beberapa detik saja. agar aku kuat menjalani pahit nya kehidupan ku.


tangisanku terhenti ketika ponselku berbunyi.


dari Rizky.


" halo Rizky ada apa ?"


" kamu tidak bekerja ?" tanya Rizky


"oh tidak , aku sedang tidak enak badan"


" kamu sakit ?" tanyanya.


" nggk kok cmn pusing dikit udah minum obat juga. ngomong ngomong ada apa kamu telpon?"


"aku cuman ingin mendengar suara mu dan mau ngomong sesuatu."


" ngomong apa"

__ADS_1


"sebaiknya kamu ga usah bekerja lagi. aku akan membiayai kehidupan mu dan keluarga mu."


" maaf Rizky, terimakasih sudah berbaik hati. lagian kita belum ada hubungan apa apa. biar lah urusan keluarga ku menjadi tanggung jawab ku. aku juga takut orang tua kamu marah" jelas ku.


karena aku masih membutuhkan waktu untuk soal percintaan. aku harus fokus bekerja demi keluarga. kalo pun aku menerima yang ada nanti orang tua Rizky memakiku lagi.


" benar kan dugaan ku. pasti mama ku bicara kasar ya sama kamu. "


" nggak kok . mama kamu hanya bilang keadaan mu saja. lalu aku pulang"


" hmm gitu ya , Lia , aku mohon jangan tolak bantuan ku. urusan orang tua ku biar aku yang urus. aku yang minta bukan kamu. jadi terima yahh"


mendengarkan Jawaban Rizky yang terkesan memaksa ku untuk menerima bantuan nya. apa boleh buat? . disisi lain aku sudah bosan bekerja. akhir akhir ini seperti kehilangan semangat hidup ku.


" makasih ya Lia, oya pasti kamu jenuh ya di kos, jalan yuk . mau gak? biar kamu tu semangat lagi. aku jemput kamu sekarang."


belum sempat aku menjawab. ternyata Rizky sudah mematikan telepon nya terlebih dahulu.


" ih kebiasaan deh ni orang. kalo udah ngajak jalan ga pernah menunggu persetujuan aku atau nggk " batinku.


aku tersenyum melihat tingkah Rizky. sedikit membuat aku terhibur. aku mengganti pakaian ku dengan menggunakan Hoodie.


tak berlama . Rizky mengabari ku dia sudah sampai.


aku segera keluar dan Rizky sudah tepat berada di depan ku. menatap mata ku dengan penuh cinta. aku gugup. perasaan apa ini. aku tidak ingin mudah jatuh cinta lagi.

__ADS_1



"maaf kamu gugup yaa " godanya


"haha nggk kok, ngapain sih kamu liatin aku gitu banget"


" kamu cantik"


" makasih" aku tersenyum padanya.


Rizky mempersilahkan aku masuk dalam mobilnya. di perjalanan Rizky melihat jari jariku. mungkin dia berharap aku memakai cincin pemberian darinya.


" Lia, aku akan melakukan apapun agar kamu mencintaiku"


aku hanya terdiam dan mencoba untuk memahaminya perasaan Rizky. aku merasakan cinta yang tulus darinya. tapi aku masih membutuhkan waktu untuk mengenalnya lebih dalam. aku mengeluarkan kotak cincin yang sudah kubawa sedari tadi. aku membuka dan memasang cincin pemberian Rizky. aku menunjukkan jari ku yang sudah terpasang cincin pemberiannya.


" kita jalani dulu yaah."


Rizky menepikan mobilnya dan mencium punggung tangan ku.


" terimakasih yaa "


" Iyah sama sama "


kami melanjutkan perjalanan untuk pergi jalan ke salah satu mall. di dalam perjalanan aku mencurahkan isi hati ku. dan Rizky selalu menyemangati ku. Rizky memperlakukan ku bagaikan ratu. sikap nya yang lembut, perhatian dan memprioritaskan aku terlebih dahulu membuat aku luluh. sesekali kami bergurau dan tertawa. malam ini ku habiskan waktuku dengannya.

__ADS_1


__ADS_2