Keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur

Keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur
Ternyata.... 10


__ADS_3

Aku kerja di tempat yang sama...seperti dulu sebelum menikah...ah masa-masa itu Yang selalu aku rindukan beberapa waktu lalu..teman yang sama..ya walaupun ada beberapa yang berubah...tapi tidak jadi masalah..


" Mira...Almira Puteri " ada yang memanggil nama ku dari arah belakang pada saat aku menuju kantin bersama Hesti...aku dan Hesti kompak berbalik badan..dan aku terbelalak pada saat aku lihat wajah itu...iya wajah yang sama.


" Mira...kamu Mira kan ? " tanya nya kembali.


" I iya Om...aku Almira...om apa kabar ?? "


" Alhamdulillah om baik..kamu kemana saja Mir...om cari-cari kamu kemana saja...tapi tidak om temukan " ucap Om Andi adik dari mendiang ayah ku.


" Mira ada ko om..Mira sekarang sudah menikah dan tinggal tidak jauh dari sini " ucap ku setelah mencium punggung tangan ku..ku lihat Hesti sedang menunduk setelah memberi ucapan salam ke kada om Andi.


" Siang pak Andi " ucap Hesti


" Siang Hes.." jawab nya..ko kayak nya aku ketinggalan berita ya..tapi apa..dan kenapa om Andi ada di perusahaan tempat aku bekerja.


" kamu mau makan siang??" tanya nya om Andi


" Iya om..om mau kemana ? " ucap ku " Dan kenapa om bisa ada di sini ?? " lanjut ku


" Nanti om ceritakan..Hesti setalah makan siang ajak Mira ke ruangan saya..bersama kamu ya "


" Ba..baik pak " jawab Hesti terbata..ada apa sih ini pikirku.


" Ya sudah om mau ketemu temen dulu di luar..sudah janji soal nya..jika belum om akan ajak kamu makan di luar.." ucap nya om Andi


" Iya om tak apa..om hati-hati di jalan " jawab ku sekena nya.


Jujur aku masih bingung kenapa om Andi ada di sini ? sedang apa ? ruangan apa ?" itu pertanyaan yang terus saja berputar di kepalaku.


" Mir...kamu kenal dengan Pak Andi ?? " tanya Mira setalah kami duduk dan memesan makanan di kantin.


" Hmm..iya dia om ku..adik dari mendiang ayah ku...om Andi adik satu-satunya ayah " ucap ku sedih..karna mengingat ayah dan ibu ku.


" Oh..jadi kamu kenakan nya toh " ucap nya sambil terkejut " pantes saja kalian sedikit agak mirip " lanjut Hesti..iya aku dan ayah memang sangat mirip dan begitu pun dengan om Andi.


" Hes...ko bisa sih om ku itu ada di sini?? dan tunggu dulu tadi kamu kenal kan dengan om ku ?? dan kamu panggil dia tadi apa..pak ?? maksud nya gimana?? " banyak nya pertanyaan ku sampai Hesti menggelengkan kepalanya.


" Ya gimana aku ngga kenal..wong dia sekarang OWNER di perusahaan ini " mataku membola saat mendengar ucapnya Hesti.." Yang bener ?? " tanya ku lagi...Dan Hesti hanya manggut-manggut kan kepalanya pertanda benar yang dia ucap kan.


" Ko bisa ya...setau ku om dulu tinggal di kampung dan yang aku tau..ayah sempet memberikan dia modal untuk buka usaha...tapi aku tidak tau usaha apa..."


" Mir..yang aku dengar ya..pak Andi itu punya perusahaan lain nya...dan dia membeli perusahaan ini karna perusahaan ini ud koleps...dan akhirnya di beli oleh om mu itu...itu sih yang aku tau "

__ADS_1


" Syukurlah...om ku sudah sukses...aku itu senang..ya sudah yuk kita kembali lagi bekerja.." ucap ku setelah kami menghabiskan makanan sambil ngobrol kesana kemari.


" Ok "


********


" Dek'...gimana hari pertama bekerja ?? " tanya Mas Fahry saat makan malam.


" Alhamdulillah berjalan baik Mas " ucap ku lesu


" Kamu kenapa ko kaya ngga semangat gitu..?? " tanya nya sambil memancing kan mata ke arah ku.


" Hahhhh "


" Kenapa ?? Ada masalah ?? " tanya lagi..


" Iya Mas " jawab ku singkat


" Coba cerita ada apa ? "


" Mas ingat tidak adik ayah ?? " tanya ku


" Iya ingat...kenapa dengan nya ? " sambil menyuap nasi ke mulut nya.


" Maksud nya gimana Dek' ?? Mas belum paham yang kamu ucap kan.


" Begini Mas ..." aku menceritakan awal aku bertemu dengan om Andi ke Mas Fahry tadi siang...Mas Fahry masih manggut-manggut mendengar kan nya.


" Dan Om Andi...menyerah kan perusahan itu untuk ku Mas..." kata ku lagi..dan reaksi Mas Fahry langsung membelalakkan matanya...terkejut mungkin..sama seperti ku tadi siang.


Flashback on..


" Mir..hayu aku antar ke ruangan pak Andi" kata Hesti


" Ah...baik lah hayu " jawab ku


" Sampai di depan pintu..aku melihat tulisan 'Direktur' ...ah yang Hesti bilang benar sekali..ternyata Om Andi memang pemilik perusahaan ini.


Tok..tok..tok.. " silahkan masuk " ucap si empu ruangan.


" Permisi pak..." ucapan Hesti


" Hesti ..Mira...silahkan masuk dan duduk " katanya

__ADS_1


" Baik pak terima kasih.." jawab kami bersamaan dan aku bisa melihat om Andi tersenyum ke arah ku dan Hesti.


" Mira...ada yang ingin om kasih tau ke kamu... " ucapan om Andi " Dan untuk kamu Hesti..saya ingin kamu jadi saksi nya " lanjut nya lagi..aku dan Hesti saling pandang dan menggangguk bersama pada saat menatap Om Andi.


" Ada apa pak ? " tanya ku " Jangan panggil pak'..panggil Om saja Mira " ucap Om Andi


" Baik lah om... Ada apa om panggil aku ke sini dan mengapa Hesti harus jadi saksi juga " tanya ku heran.


" Begini... Om ingin memberikan perusahaan ini untuk mu " jawaban om Andi santai


" APA ?? " Aku dan Hesti sangat sangat terkejut mendengar nya..


" Iya...kenapa ko kaget ?? " sambil tertawa


" Bu bukan begitu Om " ucapan ku langsung di potong oleh Om Andi


" Om serius Mira..om sudah memiliki beberapa perusahaan..dan memang niat Om ingin memberikan perusahaan ini untuk mu...dan sebuah rumah di komplek xxx " ucap nya


" Hah ...om seriusan??" tanyaku masih tidak percaya


" Iya..bahkan om sudah pesan satu unit mobil untuk mu..sekarang ada di parkiran kantor "


" Tapi Om..." aku tidak dapat melanjutkan kalimat lagi..karna aku masih shock.


" Hesti kamu urus semu perpindahan aset ini ats nama Almira Puteri...kamu bisa urus dengan cepat ?? "


" Bi bi bisa pak " jawab Hesti gagap


" Selamat ya Mira..om hanya bisa kasih kamu ini saja..karna om yakin kamu bisa mengembangkannya "


" Baik lah om..tapi Mira hanya lulusan SMA...Mira takut Om" ucap ku sedih


" Ada Hesti yang nanti membantu kamu untuk belajar.. Hesti kamu bisa kan bantu Almira?? "


" Bisa pak " jawab Hesti pasti.


Flashback off


Semua aku ceritakan ke Mas Fahry..tanpa ada yang aku tutupi..Mas Fahry sangat senang mendengarnya..karna apa pun itu yang membuat aku bahagia..dia juga bahagia karna nya..


******************************************************


keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur

__ADS_1


__ADS_2