Keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur

Keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur
Perjodohan berkedok makan malam 8


__ADS_3

" Assalamualaikum...." terdengar salam dari depan pintu...kulihat wajah ibu yang berbinar...siapa yang datang ya??.


" Wa'allaikumsalam...hai ku jeng sinta apa kabar nya? " terdengar ucapan ibu yang senang dengan kedatangan tamu nya.


" Ini pasti Nissa? Wah cantik bangat ya? " lanjut nya ibu


" Aku baik jeng Tuti...iya ini Nissan anak ku yang waktu itu aku ceritakan....Nissa kenalin ini Tante Tuti " jawab jeng sinta


" Malam Tante...saya Nissa"


" Iy sayang...yuk ah masuk-masuk...aku ud siapin makan malam yang enak loh jeng...nak Sinta khusus buat kalian " owh jadi ini sebabnya ibu masak-masak kan enak.


" Fahry...sini nak...kenalin ini teman ibu dan anak nya yang cantik dan berpendidikan " ucapan ibu saat tamunya sudah berada di ruang tamu...mata ku menangkap senyum ibu yang meremehkan ku.


Kedua tamu ibu pun tersenyum ke arah Fahry...senyum anak perempuan teman ibu begitu manis untuk suami ku...oh tak akan ku biarkan dia mengambil yang sudah menjadi punyaku..itu janjiku.


Mas Fahry ngga tau apa maksud dari kata kenalin...padahal artinya mengerikan 'menjodohkan' .


" Fahry Tante..." Mas Fahry mencium punggung tangan Tante Sinta.


" Sinta..Mamah nya Nissa...wah kamu tampan sekali nak Fahry...sama seperti yang ada di foto " ucapan Tante Sinta membuat Mas Fahry mengkerut kan dahinya karna tak mengerti maksud nya. " Terimaksih Tante" jawab suamiku.


" Ini anak Tante...namanya Nissa "


" Fahry " Nissa dengan cepat mengambil tangan nya Mas Fahry...dan suamiku terlihat risih karna tatan nya Nissa agak aneh dan pegangan tangan nya yang tak di lepas.


" Kenal kan aku istrinya Mas Fahry " ucap ku setelah melepaskan genggaman tangan Nissa dari suamiku dan aku pun mengeluarkan senyum termanis ku... Nissa langsung melepaskan begitu saja dan aku bisa lihat mukanya merah padam karna menahan amarah.

__ADS_1


Fany dan Mas Fahry tersenyum melihat tingkah ku...sedangkan ka Sarah...ibu dan yang lain nya menahan kesal atas tindakan ku...apa salah nya aku mengenal kan diri ku...toh aku istri nya Mas Fahry bukan simpanan nya..catet ya kami sudah ' sah ' .


" Mira...jangan kurang ajar kamu...jaga sikap mu " bisikan ibu...sayang nya aku tidak takut.


" Ayo jeng...nak Nissa kita kemeja makan...Tante masak enak loh " mengalihkan pembicaraan...ibu memang jagonya hahaha.. batinku


" Silahkan duduk jeng dan nak Nissa... " ucap ibu...


Dan kami pun duduk bersama di meja makan..ibu menyuruh Fany tukar tempat dengan Nissa..karna posisi Mas Fahry ada di tengah antara aku dan Fany..mau tidak mau Fany pindah dan Nissa duduk di bangku Fany..yaaa salaaammm perempuan itu dengan senang hati duduk di kursi sebelah kiri Mas Fahry.." ko ngga risih ya malah senang " batin ku sambil geleng-geleng kepala.


Ibu selalu saja bikin aku kesel pada saat makan malam..masa ada aku ibu malah menyuruh Nissa untuk mengambilkan makan untuk suami ku..dan lebih parah nya lagi ibu langsung to the poin untuk menjodohkan suami ku dengan perempuan itu...sampai mas Fahry tersedak dan baru saja aku mau memberikan air ternyata sudah Nissa duluan yang memberikan nya..mas Fahry sampai menoleh antara aku dan Nissa...aku mengangguk saja agar suamiku tidak sakit tenggorokan nya.


*********


Obrolan berlanjut setelah makan malam


" APA ??" ucap Mas Fahry..aku dan Fany..kalau yang lain jangan di tanya...keliatan dari wajah nya malam senang dan senyum mengejek ke arah ku.


" Bu.." belum sempat Mas Fahry melanjutkan sudah di potong oleh ibu.


" Ibu ngga mau dengar penolakan..dan ibu minta sama kamu segera cerai kan Mira dan menikah dengan Nissa " tegas dan tak mau dii bantah.


" Tapi Bu..aku ngga mau pisah sama Mira...dan aku juga ngga mau menikah dengan Nissa " tegas Mas Fahry.


Ibu...Tante Sinta...Nissa dan tidak ketinggalan dengan ka Saras dan suaminya terkejut atas penolakan dari Mas Fahry.


" FAHRY.." teriak ibu.

__ADS_1


" Jeng Tuti...saya tidak terima anak saya di permalukan seperti ini " ucap Tante Sinta " Hayo Nissa kita pulang " lanjut nya lagi.


" Jeng sinta...maaf kan Fahry..." ibu langsung melotot ke Mas Fahry " Fahry..ibu tidak mau ada penolakan...jangan bikin ibu malu " lanjut nya.


" Tapi Bu..." jawab mas Fahry sambil memegang tangan ku..sayang nya ucapan nya belum selesai langsung di potong oleh Ka Saras.


" Fahry...jangan durhaka kamu sama ibu...sudah turuti permintaan ibu...toh Nissa lebih pantas untuk mu ketimbang Mira" sakit sekali mendengar ucapan ka Sarah.


" Tapi ka.." bantah mas Fahry " Tidak ada penolakan " potong ibu.


Ya Allah keluarga macam apa ini yang aku nikahi..aku tidak menyangka ini akan terjadi...aku pikir hanya di ikan terbang saja...ternyata aku juga mengalaminya... astaghfirullah... batin ku


Aku masih menyimak saja apa yang mereka bicarakan...aku mau liat sampai mana pertahanan Mas Fahry untuk mempertahankan aku sebagai istri nya.


" Mah..Tante..aku akan menunggu Mas Fahry...aku mau jadi istri nya..walaupun dia belum menceraikan mba Mira " tanpa di duga Nissa berucap yang membuat aku..fany dan Mas terkejut...tapi tidak dengan yang lain senang.


" Ya sudah jeng Tuti..kita nikah siri saja dulu..sampai nak Fahry menceraikan istrinya " apa kata nya tadi..ibu macam apa yang tega menikah kan anak nya dengan pria yang sudah beristri itu...koslet kali ya otak nya.


" Ya sudah kami semua setuju " ucap ibu dan di anggukan oleh ka Sarah dan suaminya.


" Bu.. Tante..sebelum nya saya minta maaf karna telah ikut berbicara...tapi saya rasa sah sah aja kalian pun saya ikut kasih saran..." ku gantungkan ucapan ku " Aku tidak mau di madu..dan aku pun tidak akan meninggal kan Mas Fahry...tapi jika Mas Fahry sendiri yang meminta ku untuk meninggalkan ku...aku ikhlas...bukan berarti aku ngga sayang dan cinta kamu Mas Fahry...tapi aku juga ngga mau egois jika karna Maslah ini kamu jadi anak yang durhaka membantah ucapan ibu Mas ini.. tapi jika menurut Mas Fahry ucapan ibu salah maka aku akan berjuang bersama mu..tapi jika menurut Mas ucapan ibu benar maka aku akan mundur Mas " ucapan ku panjang lebar..dan aku bisa melihat ibu mertua ku dan yang lain melotot ke arah ku.


Sedangkan Mas Fahry menggenggam tangan ku erat...seolah membenarkan ucapan ibu itu salah..dan suami ku mau berjuang bersama ku...aku pun tersenyum ke arah nya.


" Tidak Bisa...kamu harus nurut sama ibu "


*******************************************************

__ADS_1


keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur


__ADS_2