
" Tidak bisa...kamu harus nurut sama ibu " ucap ibu " Kamu mau durhaka ya sama ibu? " lanjut nya ibu..ku lihat Mas Fahry bimbang dengan ke adaan saat ini.
" Bukan seperti itu ibu.." jawab Mas Fahry..aku tau suami ku sulit untuk menentukan memilih siapa..dan aku tau dia tidak akan bisa memilih.
" Mira...segera tinggalkan anak ku...karna aku sudah ada pengganti dirimu yang jauh dari segalanya " sakit hati ini mendengar nya..ucapan ibu yang begitu menusuk...serendah itu kah aku di mata ibu ?? " batinku.
" Bu.." terpotong ucapan Mas Fahry karna aku.
" Mas...aku pulang duluan... Mas selesaikan dulu urusan Mas disini.." ucap ku pelan namun tegas
" Untuk ibu...maav aku tidak ada mundur...jika Mas Fahry yang meminta ku untuk pergi...maka aku akan pergi...tapi seperti yang tadi aku bilang...aku TIDAK akan pergi jika Mas Fahry masih mau dengan ku..syarat nya aku tidak mau di MADU " ucap ku
" Kamu tidak hak disini untuk menentukan nya " ucap Ka Sarah.
Lah kenapa nih orang ikut campur sih..coba dia ada di posisi ku...apakah dia akan mengalah atau sama dengan ku mempertahan kan apa yang sudah menjadi milik ku...aneh sekali.
" Betul itu...Tante...aku siap ko nikah sirih sama Mas Fahry" Nissa punyak luput buka suara...dan dengan jijik nya mau di nikahi sirih.
" Bu...kita omongin nanti lagi...aku sudah lelah dan cape..ingin pulang dan segera istirahat... Assalamualaikum " ucap Mas Fahry langsung menarik tangan ku keluar dari rumah yang penuh dengan ambisi.
" FAHRY "
" MAS FAHRY "
Ucap Ibu dan Nissa bersamaan..tapi di abaikan oleh suami ku dan aku malah kasih senyum termanis ku untuk semua yang ada di ruangan itu...PUAS aku hahaha.
********
__ADS_1
Di motor kata berdua tak ada yang bersuara...aku dalam renungan ku dan Mas Fahry sepertinya pun sama..hanya beda nya dia tetap fokus pada tujuan nya..yaitu rumah kontrakan kami.
Aku peluk pinggang nya dan pipiku bersandar di punggung kokoh nya...indah sekali...nyaman...itu yang ku rasakan...tangan ku di genggam oleh Mas Fahry...dia hanya menggunakan satu tangan untuk membawa lajunya motor... " Maaf " ucap nya lembut.
" Untuk apa Mas?? " tanyaku " Untuk Maslah yang ibu ciptakan " jawab nya.
" Mas...kita bicarakan ini di rumah saja ya ?? " usul ku... " iya " jawab nya...dan kami sama-sama diam kembali.
Sesampainya di rumah...aku dan Mas Fahry langsung membersihkan diri...jam sudah menunjukan pukul 10 lewat 15 menit...ah lelah sekali.
Aku merebahkan diriku di pembaringan ku...sambil menunggu Mas Fahry yang sedang membersihkan diri.
" Dek'...belum tidur? " ucap nya setelah keluar dari kamar mandi.
" Belum...aku tunggu kamu Mas.." jawab ku sendu.
" Iy Mas...aku takut aja...aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu dan keluarga kamu " sedih hati ku menjawab nya.
Mas Fahry memeluk ku dengan erat dan mencium pucuk kepalaku bertubi-tubi...aku semakin menangis sejadi-jadinya di pelukan nya... sungguh aku takut ya Allah...
Aku pun tidur dalam ke adaan menangis dan tak tau apa-apa lagi...begitu juga suami ku...aku terbangun pukul 5 pagi dan membangunkan Mas Fahry untuk menunaikan kewajiban ku sebagai umat muslim...kami shalat berjama'ah...dan setelah nya Mas Fahry mandi bersiap ke kantor sedangkan aku langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk suamiku tercinta.
" Sayang...Mas berangkat dulu ya...kamu ngga usah pikirin omongan Ibu...kamu harus yakin dan percaya sama Mas.." ucap nya setelah sarapan dan akan berangkat ke kantor...sekali lagi dia meyakin kan ku.
" Iya Mas...aku percaya sama kamu...jangan mengecewakan aku ya Mas?? " jawab ku .
" Pasti sayang.." Mas Fahry mencium keningku dan memelukku dengan erat.
__ADS_1
" Mas berangkat ya..kamu hati-hati di rumah "
" Emm...iya Mas..Mas juga hati-hati ya " ku cium punggung tangan nya dengan takzim.
Setelah mengantar suami ku ke depan pintu...dan melihat suami ku menaiki motor nya dan meninggal kan rumah...aku masih melihat nya sampai Mas Fahry tak terasa sudah tak terlihat oleh mata ku...aku pun masuk dan merapihkan semua pekerjaan ku..
Aku akan Masuk kerja esok hari..kemarin aku sudah memberikan lamaran kerjaku..semoga aku tidak lalai menjalankan kewajiban ku sebagai istri.
**********
Berangkat kerja bersama
" Mas...aku ikut sama kamu ya...tempat aku kerja kan satu arah sama Mas.."
" Iy sayang...Mas antar kamu dulu...tenang saja ya "
"Alhamdulillah..makasi ya suamiku yang tampan " ucap ku manja
" Hahahaha...iya sayang " dia seneng kalau aku tuh manja sama dia...karna katanya kalau aku manja...berarti aku tuh butuh dia...so sweet my husband...makin love love deh.
" Mas udah siap ??.. yuk kita berangkat..takut kesiangan " ajak ku " yuk " jawab nya singkat tapi senyum nya tak pernah pudar untuk ku.
Ibu mertuaku dan keluarga belum ada yang tau jika aku kembali bekerja...semoga ini tidak akan jadi masalah dan semoga saja ibu bisa menerima aku jika aku sudah bekerja kembali..karna ibu selama ini hanya menganggap aku benalu..miris banget ya hidup ku.
Sampai di perusahaan tempat aku bekerja..banyak wejangan dari suamiku...dari mulai ini..itu..onoh dan lain-lain...tapi aku justru bahagia..karna Mas Fahry mengizin kan ku bekerja dan perhatian sama aku..nikmat mana coba yang kau dustakan..ngga ada lah..aku punya suami yang sayang dan perhatian.
*******************************************************
__ADS_1
keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur