
" Mir..gimana kalau makan siang nya di caffe bulan..tempat nya bagus loh " ajak Hesti.
" Boleh..gimana kalau sekarang aja kita berangkat nya..10 menit lagi kan jam makan siang " jawab ku dan memberi saran..
" Okey Bu Bos.. " katanya sambil cengar cengir..dasar Hesti..aku hanya tersenyum masam dan geleng-geleng kepala.
Owh iya..aku sekarang sudah menjabat sebagai direktur perusahaan XXX...sudah beberapa Minggu ini aku mengerjakan pekerjaan ku sebagai direktur...serasa jungkir balik..karna aku tidak banyak tahu tentang kerja sama dan lain-lain nya.
Untung saja ada Hesti dan staf lain yang benar-benar handal dan profesional jadi aku sedikit banyak belajar dari mereka semua...aku sudah menyuruh Mas Fahry pindah ke perusahaan ku..tapi dia belum mau..katanya dia mau kerja atas kemampuan nya sendiri...
Aku belum pindah rumah...karna kata Mas Fahry sayang tinggal dua bulan lagi habis kontrak nya..baru dah kita pindah...aku sih ikut aja deh..
Sampai lah kami di Caffe Bulan..tempat nya bagus juga..aku suka.
" Hayo Bos..kita masuk " ucap Hesti setalah kami sampai..
" Ok..yuk " jawab ku..kami berjalan masuk ke Caffe Bulan dan aku mengedarkan pandangan ku..untuk memilih tempat duduk mana yang cocok untuk kami duduki..
" Hes..dekat taman kayak nya enak tuh ?? pemandangan nya juga bagus " saran ku dan di setujui oleh Hesti.
" Baiklah...yuk "
Saat aku dan Hesti sudah duduk di meja yang aku inginkan..aku mengedarkan pandangan ku..ku lihat meja sebrang kanan ku ada sepasang kekasih yang sedang menikmati makan siang nya.. " romantis sekali " batinku.
Pelayan datang dengan membawa buku menu..dan aku memesan ayam tulang lunak sambel matah dan cap cay goreng...sedangkan Hesti pesan Steak daging dan kentang goreng..dengan minuman es lemon tea nya dua..buat aku dan dia.
" Mir..kamu punya utang cerita loh sama aku " membuka percakapan
" Utang cerita yang mana ?? " tanya ku pura-pura lupa..jujur saja aku malas membahas nya.
" Kamu mah..bilang aja kamu males ya ceritanya ? " tepat sekali jawaban Hesti.
" Bukan seperti itu..aku hanya malas saja membahas keluarga suami ku itu "
" Ada masalah serius kayak nya ?? Coba kamu cerita sama aku..biar kamu bisa sedikit berkurang sesak di dada...aku melihat kamu kaya banyak beban pikiran tau ngga " ucap nya ada benar nya juga..harus kah aku cerita Maslah rumah tanggaku pada Hesti..
__ADS_1
" Tapi kalau kamu ngga mau cerita ya ngga apa-apa Mir..jangan di paksa ya " lanjut nya lagi...Hahhhhh aku hanya menghela nafasku berat..
" Bukan seperti itu..aku cuma ngga mau kamu ikut mikirin Maslah aku ini Hes" elak ku
" Baik lah " pasrah Hesti...karna Mira berhak tidak mengumbar Maslah rumah tangga nya.
******
Di meja yang berbeda sebelah kiri meja Mira...ada keluarga yang menjadi beban pikiran nya bersama perempuan itu pula...
" Ya Allah...ko bisa ketemu di sini sih..dan aku malah melihat mereka senang sekali...terlihat akrab dan ibu begitu bahagia...coba Bu..aku di perlakukan sama seperti itu..pasti aku akan memuliakan ibu..karna ibu sudah aku anggap sebagai ibu ku sendiri " batinku menjerit.
" Mir...kamu kenapa ?? Kamu lihat apa ? " ucapan Hesti mengagetkan ku dari lamunan..saat aku melihat keluarga Mas Fahry.
" Oh ngga apa-apa..aku cuma lagi lihat keluarga yang di sebrang kiri kita aja...serasa kenal..dan ternyata..." jawaban ku gantungkan karena aku juga bingung harus bilang nya seperti apa...Hesti ngga kenal keluarga Mas Fahry..jadi dia biasa saja melihat ke meja yang ibu mertua ku tempati.
" Ternyata apa Mir...?? " makin penasaran aja Hesti ku lihat.
" Itu keluarga Mas Fahry " jawab ku
" Keluarga suamimu ?? " tanya nya
Disisi yang lain...
Itu bukan nya Mira ya?? istrinya Mas Fahry...tapa dengan siapa ?? ah kesempatan ku untuk membuat dia cemburu...karna ke deketan ku dengan keluarga Mas Fahry...aku tau cerita tentang nya...yang tidak di sukai oleh Tante dan Ka Sarah. batinku
" Tante...itu bukan nya Mbak Mira ya ? " tanya ku sambil menunjuk ke arah Mira.
" Mana Nak ?? " tanya nya.
" Itu Tan..sebelah kanan kita..yang duduk bersama teman perempuan nya "
" Wah iya itu Bu..itu Mira..dengan siapa ya ? " ka Sarah melihat nya
" Iya Ka..aku juga tidak tau.." jawab ku " Ko bisa ya mereka makan di tempat ini Ka ... padahal kan makanan di sini lumayan Mahal " kata ku memanasi keluarga Mas Fahry.
__ADS_1
" Bu.. Jangan-jangan Mira pakai gaji nya Fahry untuk makan di sini.." Ka Sarah semakin memanasi Tante Tuti.
" Kurang ajar..anak ku cape mencari uang...enak saja dia malah menghabiskan nya.." jawab Tante Tuti murka.. aku hanya tersenyum mendengar kan nya.
" Ayok Bu..kita bikin malu dia di sini " kata Ka Sarah.
" hmm " jawab Tante Tuti..asik pertunjukan di mulai.
Duh kenapa mereka semua ke ke arah ku sih..jangan sampai mereka membuat ku malu di depan umum.. batinku.
Apa yang aku takutkan ternyata terjadi..mereka semakin mendekat...dan aku bisa melihat wajah ibu mertuaku yang merah padam...kenapa coba..apa aku buat salah ya...entah lah.
" Wah-wah wah...ada yang lagi seneng-seneng nih..." ucap Kaka ipar ku.
" Bu..Ka.." aku berdiri dan menyapa..saat aku ingin meraih tangan ibu mertuaku..tangan ku di tepis oleh nya...kan terjadi.
" Heh..ngapain kamu ada di sini ?? " kata ibu mertuaku..kulihat Hesti menyerengitkan matanya.
" Kamu sedang makan siang Bu " jawab ku tegas.
" Enak bangat ya..makan siang di tempat yang mewah...punya uang kamu ?? pasti uang anak ku kan ?? " astaghfirullah mulut ibu mertuaku pedas sekali..
" Ini uang ku sediri Bu..jadi aku mau makan apa saja terserah pada ku.. " jawab ku tak kalah lantang
" Uang mu ?? uang adikku " Ucap ka Sarah...
" Maaf Bu Mira...kita harus kembali ke kantor..karna ada metting dengan staf Bu mirra " ucap Hesti mengingat kan ku kan pekerjaan ku yang harus.Meetting dengan beberapa staf kantorku.
" Apa?? Meting ?? gayak mu seperti Bos saja.." ucapan ka Sarah meremeh kan ku.
" Benar..Bu Mira ada lah direktur utama PT Angkas utama " jawab Hesti..aku hanya diam saja..biar lah mereka tau sekarang siapa aku.
" Jangan ngawur kamu kalau ngomong " jawab ibu..kulihat Nissa masih terkejut dengan ucapan Hesti..menarik..aku tersenyum puas melihat nya.
" Permisi Bu..nanti kita bicarakan di rumah..malam ini aku dan Mas Fahry ke rumah ibu..aku permisi dulu.. " kataku tegas dan langsung pergi dari Caffe Bulan.
__ADS_1
*******************************************************
keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur