
Lelah sekali hari ini...aku bekerja sebagai sekertaris pribadi di perusahaan bonafit di Jakarta...sudah 5 tahun...aku lulusan S1...karir aku bagus dan aku juga cantik serta dari keluarga terpandang.
Pulang bekerja aku ke caffe dengan teman sekantorku Dimas...aku sering menghabiskan waktu dengan nya...dia pria yang baik dan romantis...aku suka di perlakukan bak putri oleh nya.
Hanya satu kekurangan nya...dia sangat mesum..iya aku terjebak oleh nya...ke gadisan ku di renggut oleh nya..dan dia berjanji akan menikahi ku..tapi janji tinggal janji..dia sama sekali tak menginginkan aku menjadi istri nya...hanya sebagai pemuas nafsunya..
Seperti saat ini..dia mengajak Ku ke caffe dan pasti setelah nya cek in...selalu saja begitu...aku lelah dengan semua ini.
Ah jadi ingat sama Mas Fahry...dia sempurna...tapi sayang nya sudah punya istri...aku memang egois ingin memilikinya..dan menghancurkan rumah tangganya...tapi hati kecil ku berkata 'jangan' .
flashback on
" Nissa...Niss kemari lah.." panggi mama ku..
" Iya mah...ada apa ? " tanyaku
" Sini...coba kamu lihat foto ini.." mamah menunjukan sebuah foto dari handphone nya " gimana ? tampan kan?? " lanjut nya lagi.
Aku sampai terpesona pada saat melihat fotonya..tampan..bentuk badan nya tegap...senyum nya..ya ampun senyum itu manis sekali..batin ku.
" Nis..Nissa " panggil mamah ku sambil mengguncang punggung ku.
" I~iya mah.." jawab ku gagap..lucu sekali sih hahaha.
" Ko bengong Nis ?? Tampan ya ?? " ucapan mamah malah membuat aku malu.
" Ini siapa mah ?? " tanya ku..penasaran
" Ini namanya Fahry...anak nya temen mamah..tampan..mapan loh " jawab mamah ku.
" Oh..anak nya temen mamah "
__ADS_1
" Iya..Jadi....mamah mau menjodohkan kamu sama Fahry ini ..anak nya temen mamah...giman ?? mau kan ?? " ucapan mamah bikin aku terkejut.
" APA ?? Mak maksud nya gi gimana mah ? Aku ngga ngerti " sampai gagap aku menjawab ucapan mamah...ngga tau kenapa...ko hati berdebar ya.
" Mamah mau menjodohkan kamu sama ya si Fahry ini " santai sekali mamah ku ini ngomong ya.
" Baik lah...aku mau nya kenalan dulu ya...jika cocok ya lanjut tapi jika tidak...mamah jangan memaksakan kehendak mamah ya ?? " pasrah saja lah ucap ku.
" Oke " singkat sekali sih jawaban mamah.
flashback off
Aku harus mendapat kan Mas Fahry...bagai mana pun caranya...aku ngga mau terjebak selamanya dengan Dimas..tanpa kepastian..dan aku juga ngga mau hanya di jadikan pemuas nafsu oleh Dimas.
Aku ingin memiliki keluarga yang sempurna...keluarga yang bahagia..apapun akan aku lakukan...aku mulai ada hati untuk Mas Fahry...pria sempurna yang aku temui...dan aku ngga mau yang lain..hanya Mas Fahry...iya hanya dia yang aku inginkan.
Setelah aku berpisah dengan Dimas dan memberikan apa yang dia mau..aku segera pulang kerumah..awal nya aku menikmati sentuhan Dimas ...karna dia memperlakukan ku dengan lembut.
Tapi setelah aku kenal dengan Mas Fahry...aku jijik pada Dimas...aku ngga mau dia menyentuh ku lagi...tapi aku ngga bisa lepas darinya..karna dia menyimpan sesuatu yang aku ngga bisa pergi darinya.
" Jam berapa ini ?? kenapa kamu baru pulang ? " tanya lagi...ku lirik jam di dinding dan aku melihat pukul 11 malam.
Ini semua karna Dimas...yang meminta lagi dan lagi..serasa tak pernah puas..sampai badan ku remuk semua..batin ku
" Nissa...??? " teriak mamah mengaget kan ku.
" Aku lelah...abis miring dengan investor " jawab ku sekena nya..langsung menuju kamar ku..aku ngga mau mamah banyak tanya.
Aku langsung merebahkan badan ku setelah masuk kamar...rasanya sakit semua...sialan kau Dimas...walaupun permainan nya lembut..jika di lakukan berulang kali..pasti akan terasa remuk tulang ku..HAHHHHHH.. helaan nafas ku lelah.
Aku segera bangun dari pembaringan ku...dan langsung membersihkan diri..sisa sisa penyatuan ku dan Dimas harus segera ku hilangkan..setelah nya aku berbaring dan terlelap ..karna esok aku harus bekerja kembali.
__ADS_1
*******
" Bu..minta uang dong " pinta Sarah pada sang ibu
" Untuk apa nak ? " tanya ibu.
" Untuk beli susu Egi Bu..." jawab ku sekena nya...karna uang itu sebetulnya untuk Bang Adit.
" Ini... kalua bisa suami mu secepat nya cari kerja " setelah ibu memberikan uang satu lembar merah kepada ku..dan ibu berpesan seperti itu.
" hmm " jawab ku malas..karna aku juga sudah bosan m nyuruh bang Adit untuk cari kerja.
" Kamu harus tau Sarah...ngga selamanya Fahry mau bantu kamu...ada kala nya dia juga jenuh..kecuali.." ucapan ibu yang menggantung pada saat menasehati buat aku penasaran.
" Kecuali apa Bu ? " tanya ku
" Kecuali kamu sudah pisah dengan Adit ...dan pasti adik kamu dengan senang hati membantu kamu memenuhi kebutuhan Egi " ucapan ibu membuat aku terkejut.. berarti aku harus jad janda...ah tidak bisa.
" Maksud ibu apa ? " pura pura tak mengerti maksud ibu ku.
"Ibu sayang sama ku Sarah..ibu juga sayang sama Egi cucu ibu..ibu ingin yang terbaik buat kamu dan Egi..tapi kalau kamu mempertahan kan Adit..ibu ngga yakin kamu bahagia...ibu selama ini tau..jika Adit malas mencari kerjaan..uang yang kamu minta dengan alasan untuk membeli ini dan itu untuk Egi..padahal untuk suami mu itu kan.. ? " ucapan ibu panjang sekali..dan bagai mana ibu bisa tau..jika uang ini untuk bang Adit.
" Kenapa...kamu pasti bingung kenapa ibu bisa tahu ?? " aku hanya menggaguk saja dan menunduk kan kepalaku.
" Karna 2 hari yang lalu kamu minta uang untuk beli susu Egi...dan itu masih banyak di meja dapur..." ayah aku lupa...aku semakin menunduk mendengar ucapan ibu.
Ternyata di balik pintu Bang Adit mendengar semuanya...dan dia mengepalkan tangan nya dengan kuat...gigi giginya sampai bunyi karna saking geram nya dia mendengar ucapan ibu mertua nya.. " sialan kau tua Bangka " ucap Adit pelan..hanya dia saja yang mendengar ucapannya dan tentunya malaikat.
" Bukan maksud ibu kamu harus pisah sama Adit...tapi kamu harus lebih tegas lagi pada nya...cari nafkah untuk anak istrinya itu kewajiban nya...dan jika kamu ingin mencari pekerjaan ibu siap jaga cucu ibu..tapi dengan syarat harus Adit dulu yang keterima bekerja..karna ibu tidak mau dia memanfaatkan kamu dan hanya leha lehe saja di rumah...yang ada malah ke enakan dia " ada benar nya juga ucapan ibu.
Benar yang ibu bilang..masa aku begini ini aja..tanpa ada kemajuan..dari tempat tinggal dan semua kebutuhan kami di tanggung oleh ibu dan Fahry...guna nya bang Adit apa coba..baru sadar aku..suami ku ngga guna..benalu.batin ku.
__ADS_1
*******************************************************
keluarga Suami Yang Selalu Ikut Campur