
WULAN PUTRI KIRANA di panggil WULAN, seorang wanita yang akhir akhir ini bersama dengan Bryan Khadafi Alexander.
.
.
.
.
.
pagi hari yang sangat cerah seorang gadis yang masih tertidur lelap karena dia benar benar letih. gadis itu yang tak lain adalah Kayla.
DOK DOK DOK
suara pintu di ketuk dengan keras
"Kaylaaa banguun, Kita Jalan jalan yok" Ucap Clara.
saat itu Kayla tidur di rumah Clara, tapi tidur secara terpisah karena Clara harus melakukan aktivitas di malam hari bersama Reyhan yaitu sleep call.
"ya ampun Clara, nggak tau orang lagi Capek emang ya bocah satu nih" ucap Kayla yang masih Setengah Sadar.
"gue masuk ya Kay" ucap Clara.
"ya udah masuk aja" saut Kayla.
"gimana Semalem, seneng banget ya bucin, terus cium handphone segala kayak orang gila" ucap Kayla.
"hah elo iri yaaa kiw kiw, eh elo kok tau semalem gue ngapain" ucap Clara.
"ya gue nggak sengaja ngeliat si" ucap Kayla.
"nggak sopan banget ya anak satu ini" ucap Clara menahan malu.
"oh ya, lo liat di tangan gue ada apaan nggak" ucap Clara sambil menunjuk kan tangan nya.
"elo di lamar sama Reyhan" tanya Kayla.
"iya lah sayangku" jawab Clara.
"Congrats ya" ucap Kayla memberi selamat kepada Clara.
"elo kapan nih Kay, nyusul gue gitu" ucap Clara.
"kamu kayak mau nikah besok aja, nyuruh aku buat nyusul" balas Kayla.
"ya nggak sii, tapi rencana nya bulan depan Kay uhuy" ucap Clara.
"seriusan" tanya Kayla.
"ya iya lah masa gue bohong si" jawab Clara.
"o aja si" ucap Kayla.
"dih" ucap Clara "oh ya nanti temenin aku buat belanja di mall ya Kay" lanjutnya.
"kenapa nggak sama Reyhan aja" ucap Kayla.
" Reyhan tuh sibuk Kayla sayang" jawab Clara.
__ADS_1
"ya udah deh iya iya, emang mau ngapain ke mall" tanya Kayla.
"ya kan tadi udah bilang mau belanja Kaylaa" jawab Clara.
"ya maksudnya belanja apaa Claraaa" ucap Kayla.
"oh, gue mau cari gaun buat nikahan lah" balas Clara.
"kenapa nggak di butik aja" saut Kayla.
"oh iya yah, ya udah deh gue mau mandi Lo juga mandi sana" ucap Clara lalu pergi meninggal kan Kayla.
(jadi pengen nyusul gue sad) batin Kayla.
akhirnya mereka sudah siap berangkat ke butik untuk membeli gaun pernikahan Clara.
mereka ber dua pergi ke butik dengan menggunakan mobil Clara yang di supiri oleh pak Bambang seperti biasa.
"pak ke butik Deket sini ya" ucap Clara kepada pak Bambang.
"iya non" balas pak Bambang.
akhirnya pak Bambang melajukan mobil nya ke butik yang di mau Clara.
di perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan hingga pada akhirnya Kayla bertanya kepada Clara.
"Ra menurut kamu, Bryan ada hubungan apa sama perempuan itu" tanya Kayla.
"nggak tau juga si Kay, tapi di liat liat ni ya si Bryan tuh nyembunyiin sesuatu deh, ya nggak sii" jawab Clara.
"fikiran ku aja atau kamu juga aku nggak tau ya, yang jelas aku mikir nya kalok Bryan nggak ada apa apa sama perempuan itu" ucap Kayla.
"ya juga si, ngeliat sifat Bryan ke si Wulan itu kayak nggak ada perasaan gitu jahat banget deh pokok nya" balas Clara.
"nggak tau deh Kay mikirin si Bryan bikin otak gue penging, nanti gue tanya Reyhan aja biar Reyhan yang tanya Bryan okey" ucap Clara.
"oke deh" balas Kayla.
mereka ber dua pun sampai di butik yang terkenal dan harga nya pun tidak main main.
"sudah sampai non" ucap pak Bambang.
"oh ya makasih pak, nih uang buat nyemil takut lama" ucap Clara sambil memberikan uang seratus ribu kepada pak Bambang.
"tidak usah non" tolak pak Bambang.
"ambil aja pak, aku nya Takut lama" ucap Clara memaksa pak Bambang mengambil uang itu.
"ya sudah makasih non" ucap pak Bambang sambil mengambil uang seratus ribu itu.
"ya, ya udah saya masuk dulu pak" ucap Clara sambil menarik tangan Kayla masuk ke butik.
belum sampai di dalam butik tiba tiba ada suara perempuan yang memanggil nama mereka ber dua.
"Kak Clara, kak Kayla" panggil perempuan itu.
Kayla dan Clara yang merasa namanya di panggil menoleh ke arah suara.
"Letta" ucap Kayla dan Clara secara bersamaan, iya perempuan itu adalah Letta adik Bryan.
"ngapain kalian di sini" tanya Letta.
"cari gaun Ta" jawab Clara.
__ADS_1
"untuk apa" tanya Letta lagi.
"untuk baju nikah nya Clara" kini yang menjawab bukan Clara tapi Kayla.
"wah serius nih mau nikah kak, kapan" tanya Letta lagi dan lagi.
"bulan depan Ta" jawab Clara.
"wah wah wah, aku di undang kan kak" ucap Letta.
"iya dong harus datang, ini lagi cari baju buat kamu, Kayla, Arga sama Abang kamu biar samaan" ucap Clara.
"wah aku boleh iku pilih pilih kan" ucap Letta.
"boleh, ya udah yuk masuk" ucap Clara sambil masuk ke dalam butik.
mereka memilih baju dan gaun yang cocok untuk pernikahan Clara hingga dua jam berlalu.
(bosen banget gue, lama amat si mereka milih baju) batin Kayla yang tak ikut memilih baju karena dirinya tidak tau yang mana yang bagus.
karena lama akhirnya Kayla menghampiri Letta dan Clara.
"masih lama ya, aku ngantuk nih kalian udah dua jam loh milih baju tapi nggak selesai selesai" ucap Kayla.
"aduuuh kasian nya sahabat aku yang imut ini" ucap Clara.
"udah selesai kok kak tinggal bayar aja hehe" saut Letta.
"ya udah deh syukur" ucap Kayla.
Clara pun membayar semua baju yang dia beli di kasir, setelah selesai membayar dia menghampiri Kayla dan Letta.
"mau makan dulu nggak" tanya Clara.
"em boleh aja tuh, tapi aku ikut mobil kakak ya, mobil aku biar nanti orang rumah suruh ngambil" jawab Letta.
"iya Sans aja Ta" ucap Clara.
"ya udah deh aku ngikut aja serah kalian" saut Kayla.
akhirnya mereka masuk ke mobil Clara.
sebelum Clara sudah menelepon pak Bambang untuk menjemput.
mereka pun pergi ke cafe yang di sarankan oleh Letta.
sesampainya di kafe
"baru tau aku ada cafe keren di sini" ucap Clara sambil duduk di kursi yang berada di cafe itu.
"lah emang kak Bryan nggak pernah ngajak kalian ber dua ke sini ya" tanya Letta.
"nggak, emang nya kenapa Ta" tanya Clara balik.
"ini kan cafe kak Bryan" jawab Letta.
"hah, baru tau aku" balas Clara.
"ya udah mau pesen apa, di jamin gratis kan sama adek pemilik cafe ahaha" ucap Letta dengan tawa.
"bisa aja kamu Ta" ucap Clara.
_Bersambung_
__ADS_1