
Ardo Zayla Pratama panggil saja Ardo, seorang mata mata Bryan. dia adalah anak dari pengusaha ternama.
Kenzo Zulkarnaen panggil saja Kenzo, dia adalah tangan kanan Bryan. dari kecil dia sudah memberikan hidupnya hanya kepada keluarga Bryan, karena dia hanya sebatang kara.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pagi hari yang cerah di sekolah yang terletak di negara X, tetapi berbeda dengan perasaan Clara, dia benar benar sangat merindukan sahabat nya yang sudah hampir sebulan tak sadar karena kecelakaan itu dan juga Reyhan orang yang dia suka kini sudah tak bersama nya. Tetapi Clara sadar Reyhan tidak menyukai nya, melainkan menyukai sahabatnya yaitu Kayla.
"Kay emang elo nggak kangen apa ya sama gue" ucap Clara dengan wajah sendu.
"kenapa si hidup gue kayak gini, sahabat gue belum sadar karena kecelakaan itu terus orang yang gue suka malah nggak suka sama gue" ucap Clara.
"dah ah gue nanti pulang sekolah ke rumah sakit aja naymperin Kayla" ucap Clara.
_jam istirahat_
"males mau keluar kelas tapi kebelet banget gue, dah ah ke toilet aja dari pada ngompol" ucap Clara.
Sebelum sampai di toilet Clara bertemu seorang pria yang benar benar sangat dia kenal, tetapi bukannya di sapa, Clara malah terus ber jalan tanpa memperdulikan orang itu.
(kenapa ya gue rasa Clara ngejauh dari gue) batin Reyhan.
Dan benar saja pria itu tak lain adalah Reyhan, cowo yang Clara suka.
"yaudah lah" gumam Reyhan lalu melanjutkan langkahnya.
_di toilet_
"gue harus bisa, semangat Ra buat ngelewatin rintangan ini" ucap Clara dengan senyum yang lebar.
Setelah dari toilet Clara langsung kembali ke kelas tanpa menuju kemana mana lagi.
bel masuk berbunyi
KRIIIIIIING
Clara yang memikirkan banyak hal akhirnya tak fokus belajar, karena hal itu Bu Centini menyadari.
"Clara kamu dari tadi nggak dengerin penjelasan ibu ya" ucap Bu Centini.
"denger kok Bu hehe" balas Clara.
"ya sudah coba jelaskan kenapa kuda kakinya empat" ucap Bu Centini.
__ADS_1
"kan emang di ciptain dari sana nya bu" jawab Clara.
"tuh kan kamu nggak ngedengerin ibu, sekarang kamu keluar dari pelajaran ibu cepet" ucap Bu Centini.
"t-tapi bu" balas Clara.
"cepat" ucap Bu Centini lagi.
"iyaaa buu" balas Clara.
Clara pun keluar kelas "ih nyebelin banget si, gitu aja di keluarin lebay" ucap Clara.
jam pulang masih kurang setengah jam, Clara yang bingung mau kemana akhirnya menuju kantin.
_di kantin_
"eh mbak Clara udah lama nggak kelihatan, ngapain jam segini ke kantin mbak" ucap penjual bakso langganan Clara dan Kayla.
"di keluarin dari kelasnya Bu Centini, emang agak setres tu guru mana ada penjelasan tentang kenapa kuda kakinya empat" balas Clara.
"oh gitu ada ada aja Bu Centini itu" ucapnya "oh ya mbak Kayla lama sekali ya tidak sadar dari kecelakaan itu, saya jadi kangen" ucapnya lagi.
"iya aku juga kangen, rencananya si pulang sekolah aku mau jenguk dia" ucap Clara sambil menggambil satu gorengan, karena bukan cuma jual bakso dia juga jual gorengan.
"oh gitu ya, oh ya mbak Clara nggak pernah beli bakso saya lagi udah bosen ya mbak makan bakso saya" ucap penjual bakso.
"nggak, tapi saya malas ke kantin nggak ada teman" ucap Clara sendu.
"waduuuh yang sabar ya mbak Clara" saut penjual bakso.
"iya" jawab Clara.
"buat apa buk" tanya Clara.
"sudah ke saya saja dulu" jawab penjual bakso.
"baiklah, saya ke kelas dulu ya bel pulang juga bentar lagi bunyi" ucap Clara.
"iya mbak" jawab penjual bakso.
Clara balik ke kelas langsung mengambil tasnya, karena ketika di jalan menuju kelas bel sudah berbunyi.
"udah sepi aja ni kelas" gumam Clara.
Clara langsung mengambil tas dan menuju ke kantin sesuai yang di minta penjual bakso itu.
"bu" panggil Kayla.
"eh mbak Clara udah dateng, ini saya kasih bakso gratis. saya tau mbak Clara belum makan apa apa" ucap penjual bakso sambil memberikan kantung plastik berisi 2 bungkus bakso.
"wah trimakasih ya bu, tapi ini nggak kebanyakan" ucap Clara.
"nggak kok mbak" ucap penjual bakso.
"ya udah saya pergi dulu" ucap Clara.
"iya mbak hati hati dijalan" ucap penjual bakso lagi.
"iya" jawab Clara.
_di mobil_
__ADS_1
"pak antar saya ke rumah sakit tempat Kayla dirawat ya" ucap Clara.
"baik non Clara" balas pak Bambang.
Setelah sampai di rumah sakit "pak, bapak pulang aja nggak usah nunggu saya, saya lama di dalem. setelah Maghrib jemput saya" ucap Clara kepada pak Bambang.
"oh baik non" ucap pak Bambang.
"ya sudah saya masuk dulu" ucap Clara.
"iya non" balas pak Bambang.
Clara pun masuk menuju ke ruangan dimana Kayla di rawat.
setelah berada di ruangan Kayla, Clara memakan bakso yang di berikan tadi. Clara makan tanpa wadah mangkuk, melainkan tetap berada di plastik.
setelah selesai dia makan, dia ke toilet lalu kembali duduk.
mata Clara melebar ketika melihat tangan sahabatnya yang sudah terbaring sebulan itu bergerak, Clara pun memanggil dokter.
"dok, dokteeeer" panggil Clara.
"iya kenapa ya" tanya dokter itu.
"tangan Kayla bergerak dok" jawab Clara.
"saya cek terlebih dahulu" ucap dokter.
dokter pun mengeceknya, setelah selesai dokter melangkah ke arah Clara "pasien sebentar lagi siuman, ditunggu saja" ucap dokter.
"benar kah dok" tanya Clara memastikan dengan mata berbinar.
"iya, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter.
"iya dok terimakasih" ucap Clara lagi.
tak menunggu waktu yang lama, benar saja Kayla membuka matanya.
"Ra" panggil Kayla kepada Clara.
Clara yang mendengar namanya di panggil menoleh ke arah dimana suara itu berasal.
"Kay akhirnya lo bangun juga, gue kangen banget tau nggak si sama lo" ucap Clara dengan mata berkaca kaca.
"emang aku selama itu ya nggak bangun" balas Kayla.
"udah sekitar sebulan Kay" ucap Clara yang sudah menetes kan air mata.
"hah lama amat Ra, oh ya anterin aku ke ruangan nenek dong Ra pasti nya aku udah lama banget kan nggak jenguk nenek di ruangan nya" ucap Kayla.
Clara yang mendengar ucapan Kayla diam sesaat memikirkan bagaimana menjawabnya.
(aduh ngomong apa sama Kayla ni gue, Kayla kan baru bangun masa langsung di jumpscare) batin Clara.
"em lo kan baru sadar, besok aja lah ke ruangan nek Mirna Kay" ucap Clara.
"aku maunya sekarang Ra, ih gemes banget deh ah" ucap Kayla.
(duh yaudah deh gue ngomong aja) batin Clara.
_bersambung_
__ADS_1