
DUAAR
(goblok kenapa pakek acara ada pistol si, ni anak buah gue kok tolol banget si brengs*k) batin Ardo.
Suara tembakan pistol itu benar benar sangat keras dan di sana sudah ada seseorang yang tergeletak dengan darah yang bercucuran sampai terjatuh di lantai.
KAYLAAA
suara teriakan Bryan yang memanggil nama Kayla, ya yang tertembak adalah Kayla.
Flashback on
Saat Bryan berkelahi dengan anak buah Ardo, Kayla berusaha melepaskan tali yang ada di tangan dan kaki nya hingga tanpa sadar mata nya melihat ke arah salah satu anak buah Ardo yang tengah membawa pistol, pistol itu menuju tepat ke arah dada milik Bryan.
Kayla yang melihat itu terkejut dan berusaha keras untuk melepas tali yang terikat pada nya.
(yok bisa Kay, Lo harus bisa nyelametin orang yang rela nyawanya melayang buat elo bro) batin Kayla.
"yok bisa Kayla, nyawa Bryan terancam lo harus semangat ngelepas tali ini" gumam Kayla.
karena gesekan yang sangat kuat antara tali dan paku yang ada di kursi Kayla, akhir nya tali itu terlepas juga dari tangan milik Kayla..
"huft akhir nya lepas juga, usaha tak menghianati hasil, gue harus cepet cepet ni nyelametin Bryan" gumam Kayla.
Kayla langsung melepas kan tali yang terikat di kaki nya lalu dia berlari ke arah Bryan.
BRYAAAAN
Teriak Kayla menyebut nama Bryan.
DUAAAR
peluru itu tepat mengenai lengan milik Kayla.
Flashback off
Kayla tergeletak di lantai dengan bercucuran darah di lengan nya, Bryan yang melihat itu berlari menuju Kayla dan memangku kepala Kayla.
anak buah Ardo dan Ardo sendiri pun kabur meninggalkan mereka berdua sendiri ntah kemana.
"Kayla bangun Kay, ayoo bangun Kayla" ucap Bryan dengan mata berkaca kaca "bangun Kay gue sayang banget sama lo" lanjutnya.
(hah gue nggak salah denger ni si Bryan bilang sayang sama gue, ahnjay) batin Kayla.
(gue masih bangun kok, gue masih kuat orang gue cuma pura pura, padahal gue sotrong) batin Kayla lagi.
disaat yang bersamaan Arga, Reyhan datang membawa segerombol orang, mereka adalah anak buah milik Reyhan .
"Kayla" ucap Reyhan dan Arga secara bersamaan.
__ADS_1
"Kayla kenapa kayak gini" tanya Arga dan Reyhan secara bersamaan lagi kepada Bryan.
"nggak usah banyak tanya cepet bawa Kayla ke rumah sakit sekarang juga" ucap Bryan ketus.
(ih ngeri juga ni si Bryan kalok marah, kayak mau makan gue aja aw takut) batin Arga.
(se khawatir itu ya lo Yan sama Kayla, maaf waktu itu gue pernah suka sama Kayla) batin Reyhan.
Bryan, Reyhan dan Arga membawa Kayla pergi ke rumah sakit dengan menggunakan mobil milik Bryan.
di perjalanan Bryan benar benar sangat gelisah dengan keadaan Kayla saat ini.
(duh kenapa gue lemes ya, pasti karena kelamaan ni peluru di tangan, gue udah nggak kuat lagi sat) batin Kayla, tak lama Kayla benar benar tak sadar kan diri.
"bro elo yakin Kayla itu sahabat kecil lo" tanya Arga kepada Bryan.
"gue sekarang nggak peduli mau Kayla sahabat kecil gue atau bukan Ga, yang jelas gue udah bener bener sayang banget sama dia Ga" jawab Bryan tanpa melihat ke arah Arga sama sekali melainkan melihat Kayla dan membelai nya.
Flashback on
Bryan, Reyhan dan Arga sedang berada di sebuah kafe milik Bryan, mereka memang suka pergi kesana Karena tempat nya bagus dan nyaman menurut mereka ber tiga.
"Yan elo tau nggak kalok si Kayla itu punya gelang yang sama kayak yang lo punya waktu itu, padahal kata lo gelang itu cuman sahabat kecil lo sama lo kan yang punya bro" ucap Arga kepada Bryan.
"tau dari mana lo kalok si Kayla punya gelang yang sama kayak punya gue, orang gue nggak pernah liat tuh si Kayla pakek gelang satu pun aja nggak ada dia pakek" jawab Bryan dengan rasa penasaran.
"ya berarti emang si Kayla sahabat kecil nya si Bryan beg* banget si" saut Reyhan.
"ya nggak usah di beg* beg* in juga kali gue nya Rey ya ampun sakit hati gue" ucap Arga dengan memanyun kan bibir nya.
"dih nggak usah sok imut deh lo nyet kayak benco*g" ucap Reyhan.
"ah elah berisik banget si kalian" ucap Bryan geram karena Reyhan dan Arga selalu ketika bertemu tidak pernah tidak ada kata tidak debat.
Flashback off
Reyhan yang mendengar ucapan Bryan tersenyum.
(gue udah yakin kalok gue bener bener udah nggak suka sama Kayla, kenapa gue jadi kangen banget ya sama si Clara. sabar Rey nanti juga ketemu) batin Reyhan.
(tapi kata Bryan sahabat nya tuh kan tingkah nya kayak cowo ya, kok yang ini kayak anak polos gitu yang nggak tau apa apa) batin Arga.
"oh ya gue kabarin Clara dulu ya gusy" ucap Reyhan.
Reyhan langsung menelpon Clara.
pembicaraan di telpon
"hallo Ra" ucap Reyhan.
__ADS_1
"hallo ada apa Rey" ucap Clara.
"Kayla masuk rumah sakit" tanpa basa basi Reyhan langsung memberi tau apa yang terjadi.
"kok bisa, Kayla kenapa Rey" tanya Clara.
"nanti aja gue jelasin nya Ra, sekarang Lo cepet kesini ya" jawab Reyhan.
"oke, serlock aja alamat rumah sakit nya Rey" ucap Clara.
"iya Ra" balas Reyhan.
Reyhan langsung mematikan telpon lalu dia mengirim lokasi rumah sakit dimana Kayla berada.
mobil sudah sampai di rumah sakit, Kayla langsung di bawa ke dalam.
"tenang Yan Kayla pasti nggak kenapa napa kok Lo nggak usah panik" ucap Arga kepada Bryan.
tidak ada jawaban dari Bryan sama sekali, dia malah mondar-mandir di depan pintu ruangan Kayla menunggu dokter yang tak kunjung keluar.
belum juga dokter itu keluar dari ruangan Kayla, Clara sudah sampai di rumah sakit dan langsung menuju tempat dimana Kayla di rawat.
"Ga gimana keadaan Kayla sekarang" tanya Clara kepada Arga, padahal disana juga ada Reyhan.
(nih bocah aneh padahal ada Reyhan disini kok malah tanya gue) batin Arga.
(kamu kenapa cuekin aku kayak gini si Ra) batin Reyhan.
"masih belum tau Ra, dokter belum keluar" bukan nya Arga yang menjawab malah Reyhan.
"oh" balas Clara.
(cuek bener Ama babang Reyhan nya neng) batin Arga.
.
.
.
sudah menunggu lama akhirnya dokter keluar dari ruangan Kayla dengan muka sedih.
Bryan, Reyhan, Arga dan Clara yang melihat wajah dokter itu langsung panik dan bertanya.
"gimana keadaan Kayla dok" ucap mereka berempat bersamaan.
(muka ni dokter agak lain sat) batin Clara.
bersambung
__ADS_1