KENANGAN LALU

KENANGAN LALU
09). Arti......


__ADS_3

Galuh membereskan buku di atas mejanya, lalu membuka kotak makanan yang di berikan Shirin untuknya. "Wah... tumben bawa bekal biasanya selalu jajan", ledek Rian.


"Iya, biasanya selalu jajan", ucap Nico.


"Ga usah kepo, kali kalian laper sana pergi ke kantin", ketus Galuh karena merasa terganggu.


"Ya elah gitu aja marah, ya udah deh ayo kita pergi Nic", ucap Rian.


"Ok, kalo gitu kita pergi dulu ya Luh", ucap Nico meninggalkan Galuh sendiri.


"Hmn", ucap Galuh fokus pada makanan pemberian Shirin. Setelah dua sahabatnya pergi, Galuh mulai membuka tutup kotak makan itu. "Aku bisa semakin gila jika dia seperti ini", gumam Galuh sambil menyendok makanan ke mulutnya.


# Di sisi lain


"Rin, mau nitip nggak ?", tanya Via.


"Cappucino aja satu", jawab Shirin.


"Oke, ditunggu", ucap Via meninggalkan kelas.


"Nic, menurut loe Galuh tadi aneh nggak sih, dia tiba tiba bawa bekal ke kampus ?", tanya Rian.


"Iya, nggak biasanya bawa bekal, biasanya kan makan di kantin kalo nggak pergi ke perpus", jawab Nico.


"Eh, ada cewek idaman nih", goda Rian saat melihat Via berjalan di dekat mereka.


Pletak...


"Aduh...", ucap Rian mengelus kepalanya sehabis di pukul Via menggunakan botol air mineral.


"Hahhahahaha...... makanya mata lu jangan jelalatan, kan kena bogem Via", ucap Nico tak kuasa menahan tawa nya.


"Tuh... temen loe aja ngerti, masa loe nggak ngerti", ketus Via kesal.


"Eh, tumben Galuh nggak ikut kalian", ucap Via bingung karena tiga serangkai ini kehilangan satu anggota.


"Ooh... dia bawa bekal jadi kita berdua aja yang pergi", jelas Nico.


"Tumben bawa bekal", ucap Via dengan nada penasaran.


"Nggak tau tuh, dari dulu kita temenan baru kali ini gue liat dia nyengir tulus, biasanya kan nyengir nya serem banget", ucap Rian.


"Paling di kasih orang yang dia sayang, ya udah deh gue balik dulu kasian Shirin nungguin, bye", ucap Via melangkah meninggalkan dua orang yang kebingungan.


"Mungkin sih, tapi emang dia punya orang tersayang, muka aja lebih serem dari hantu", ucap Rian bingung.


"Iya, ayo buruan makan entar masuk lagi", ucap Nico menarik tangan Rian.


Via berjalan menuju kelas dengan langkah cepat karena terlalu lama ngobrol dengan dua orang yang menurutnya b***.


"Maaf ya lama, tadi gue ngobrol dulu", ucap Via.


"Iya", jawab Shirin singkat sambil menatap handphone nya.


"Nih titipan loe", ucap Via memberikan minuman pesanan Shirin.


"Thanks", ucap Shirin masih fokus pada handphone.


"Oh iya, loe tau nggak kata Rian, Galuh bawa bekal terus kayak senyum senyum sendiri gitu", ucap Via dengan hawa gosip yang keluar.


Gleg.....

__ADS_1


Shirin menelan salivanya seketika mendengar yang di ucapkan Via. "Ya udah, nggak ada urusan nya sama gue", ucap Shirin menghindari berbincang masalah itu pada Via.


"Iya sih, oh iya tadi pagi gue liat di mobil loe kok ada satu kotak makan lagi", tanya Via penasaran.


"Oh... itu.... itu......", ucap Shirin terbata bata.


"Loe kenapa ? atau jangan-jangan kotak nasi itu buat Galuh ?", tanya Via penuh selidik.


"Hhhh", Shirin menghela nafas.


"Iya itu buat dia, tapi itu titipan bibi Fei sebagai ucapan terima kasih karena udah bantuin bibi Fei", jelas Shirin pasrah karena sudah tak bisa menghindar lagi dari aura gosip sahabatnya.


"Ooh... gitu kan enak dari tadi nggak perlu ngelak segala, jadi tadi pagi loe pergi untuk ngasih dia titipan bibi Fei", ucap Via merasa puas dengan jawaban Shirin.


"Iya", jawab Shirin.


"Tapi ya Rin, kalo menurut gue kayaknya Galuh suka deh sama loe", ucap Via.


"Jangan ngaco deh", tangkas Shirin.


"Nggak, gue nggak ngaco, setiap dia liat loe pasti tatapan nya beda", ucap Via.


"Beda gimana ?", tanya Shirin.


"Ya beda aja, matanya langsung berubah seakan mengatakan 'gue suka sama loe' gitu", ucap Via.


"Emang loe bisa baca tatapan mata orang apa", ucap Shirin.


"Bisa dikit sih, contohnya ya, tatapan mata loe yang layak gitu artinya loe menghindar dari pembicaraan gue", ucap Via.


Uhuk.... uhuk...


"Gimana bener nggak ?", tambah Via.


"Ya elah gitu aja ampe batuk, berarti omongan gue bener kan....", ucap Via memberikan air mineral.


"Iya loe bener deh", ucap Shirin mengalah.


___________________________


Esoknya, matahari mulai naik, Shirin sudah siap berangkat. "Oh iya non, bibi lupa nanya, jadi bekal nya udah di kasih kan ?", tanya bibi Fei. Shirin yang sedang fokus memakai sepatu langsung melotot kaget.


"Eh, udah kok bi, dia bilang sama sama", ucap Shirin kembali ke aktivitas nya.


"Makasih ya non udah bantuin bibi ngasih bekal", ucap bibi Fei.


"Iya bi, jangan sungkan kan kita saling membutuhkan di sini", ucap Shirin tersenyum. Shirin yang jarang senyum apalagi tertawa di luar apartemen dan di luar rumah nya di kota sebelah, tetapi jika bersama orang terdekatnya dan sudah merasa nyaman ia akan tersenyum tulus tanpa ragu. "Ya sudah aku berangkat ya bi", ucap Shirin melambai kecil.


"Iya non, hati hati", balas bibi Fei sambil melambai. "Semoga ada yang bisa meluluhkan hati nona, jika itu terjadi pasti orang yang melakukan nya akan menjadi orang paling bahagia di dunia ini karena mendapatkan nona yang sangat penyayang dan rendah hati", gumam bibi Fei pelan. Bibi Fei kembali masuk ke dalam lalu mengerjakan tugas nya.


Shirin mengemudikan mobil nya menuju kampus, hari ini ia tak menjemput Via karena ia diantar oleh kakak nya. Shirin menaikkan kecepatan mobilnya, "Aduh bibi Fei ngapain sih pake nanyain Galuh, tau gue lagi males ngomongin dia apalagi yang di bilang Via kemaren", ucap Shirin.


Setelah sampai Shirin memarkirkan mobil dan langsung pergi ke kelas, tetapi tiba tiba,


"Shirin", panggil seseorang dari belakang nya. Ia langsung berbalik kebelakang.


"Nih, gue balikin kotak makannya, thanks ya", ucap Galuh sambil menyodorkan kotak makan pada Shirin. semetara Shirin kaget karena harus bertemu dengan nya di pagi hari.


"Eh, iya", jawab Shirin sambil mengambil kotak makan nya.


"Gue duluan ya, bye", ucap Galuh sambil tersenyum lalu pergi meninggalkan Shirin. Shirin langsung menggelengkan kepalanya, " Rin apasih yang loe pikirin, dia suka sama gue... nggak mungkin jangan mikir ketinggian", maki Shirin pada dirinya sendiri. Ia langsung pergi ke kelas. "Eh, loh.. kok kayak ada isinya ya, tau ah", gumam Shirin lagi.

__ADS_1


"Hei cantik, baru dapet bekal dari cowok idaman ya ?", goda Via.


"Apaan sih, dia cuma balikin kotak makan nya", ucap Shirin.


"Loe pikir gue nggak tau apa, biasanya laki-laki itu kalo mau balikin barang cewek pasti ada yang di tambahin", ucap Via.


"Tau dari mana loe ?", tanya Shirin.


"Gue ini punya kakak laki laki ya, jadi gue tau", ucap Via.


///////////////////


"Rin mau ke kantin ?", tanya Via.


"Nggak deh males", jawab Shirin.


"Ok, gue tau loe mau buka tu kotak makan kan ? hahhahahaha", goda Via.


"Udah deh sana pergi", usir Shirin.


"Iya iya jangan marah kali, pasti karena yang gue bilang bener kan", goda Via meninggalkan Shirin. Setelah merasa aman, Shirin mengeluarkan kotak makannya di tutup kotak makan itu ada tulisan "Di makan ya... gue buat sendiri lho 😊". Seketika Shirin langsung tersenyum tipis. Ia melanjutkan membuka kotak nasi tersebut, dan benar saja ketika dibuka sudah berisi penuh, ada 2 sandwich dan yogurt kotak. "Dasar, ternyata bener yang dibilang Via tadi", gumam Shirin tersenyum.


"Nah kan apa juga yang gue bilang tadi", ucap Via yang tiba tiba datang tanpa sepengetahuan Shirin.


"Ya ampun loe itu bisa nggak sih nggak ngagetin", ucap Shirin.


"Aduh Ririn sayang jangan ngubah topik pembicaraan deh, loe aja sampe senyum gitu berarti loe suka ama dia", ucap Via.


"Gue nggak suka dia jangan ngaco deh", elak Shirin.


"Udah jangan ngelak makan tuh, kasian nanti dia udah capek buat nggak di makan", ucap Via.


"Eh Vi, ini artinya apaan sih ?", tanya Shirin sambil menunjukkan secarik kertas pada Via.


Uhuk..... uhuk....


Via yang sedang minum langsung tersedak setelah membaca isi kertas itu."Gila !? loe nggak tau arti ini ?", tanya Via balik. Shirin menggeleng geleng kan kepala nya. "Loe percaya sama gue ? kalo loe percaya boleh sama gue, nanti malem jam 7 boleh ketemu di cafe dekat alun alun, gue mau ngomong sesuatu yang penting tentang kita", itulah isi dari secarcik kertas yang ada di bawah yogurt.


"Ya ampun Shirin loe nggak tau, dia itu secara nggak langsung bilang suka sama loe'", jelas Via.


"Apa !?!?", ucap Shirin terkejut.


"Tuh kan beb, dia suka sama loe, udah dateng aja", goda Via.


"Nggak gue nggak mau dateng, kalo pun Dateng loe harus temenin gue", ucap Shirin.


"Enak aja, entar gue jadi obat nyamuk, males ah, lagian kan ini urusan loe kenapa jadi bawa bawa gue", tolak Via.


"Yahh...... loe kok gitu", ucap Shirin.


"Nggak guna loe mau gimana gue ga bakal ikut titik, kan biar kalian bisa berduaan gitu, gabungan orang cuek dan orang dingin pasti asik", ucap Via.


"Ah elah udah deh gue mau pulang aja", ucap Shirin membereskan barangnya termasuk kotak makan lalu pergi meninggalkan Via yang sedang tersenyum menggoda Shirin.


"Nggak asik loe Rin, awas aja nggak Dateng gue bakal bilang ke orang orang loh", ucap Via.


"Terserah loe", jawab Shirin pergi menjauh.


___________________________


**Hallo readers !!!

__ADS_1


Maaf ya baru up, kemaren author nggak enak badan jadi berhenti dulu (kebanyakan libur jadi sakit) jadi sebagai tanda minta maaf author banyakin deh ceritanya.


SELAMAT MEMBACA** !!!


__ADS_2