
Hari sudah semakin malam, akhirnya Shirin pamit pada Galuh. "Gue pamit pulang duluan ya, takut kemalaman", pamit Shirin.
""Ya, lain kali perhatiin orang yang di sekitar loe biar nggak hilang lagi", ucap Galuh dengan sedikit mengejek.
"Ya, ayo bi", ajak Shirin. Galuh masih tetap berdiri sambil menatap lekat punggung Shirin yang mulai menghilang dari pandangan nya.
___________________________
Jam menunjukkan pukul 05.10
Shirin bangun dan langsung beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi. Setelah siap, ia membantu bibi Fei di dapur. "Mau masak apa?", tanya Shirin.
"Nasi sama lauk aja non, biar non perut nya nggak kosong", jawab bibi Fei.
"Nggak usah bi, makan roti dan susu aja udah cukup", ucap Shirin.
"Nggak apa apa non, sekali kali aja biar lambung non nggak sakit", ucap bibi Fei.
__ADS_1
"Ya udah deh bi nggak apa apa, sini aku bantu", ucap Shirin pasrah. Bibi Fei menjawab dengan mengangguk dan tersenyum. Setelah selesai masak, mereka makan bersama sebelum Shirin berangkat kuliah. "Bi, aku bawa makanan nya untuk Via ya, kasian orang tua nya dinas ke luar negeri jadi nggak ada yang masakain", ucap Shirin sambil meletakkan piring kotor di westafel.
"Iya non, ini wadah nya", jawab bibi Fei.
"Loh, kok di kasih di wadah, kan cuma untuk Via", ucap Shirin bingung.
"Nggak apa apa non, lagian itu cukup untuk dua kotak, kan sayang kalau di bunga gitu aja. Kalo non kenyang kasih aja ke temen non yang lain", ucap bibi Fei. Padahal sebenarnya ia tau bahwa anak majikan nya ini tak punya teman selain Via. "Oh iya, kalau nggak kasih aja ke orang yang kemarin bantuin bibi nyari non, bilang sebagai tanda terima kasih, maaf ya non kesannya nyuruh non", ucap bibi Fei.
"Ya udah deh, nanti aku kasih ke dia, aku berangkat dulu ya bi", ucap Shirin membuka pintu masuk apartemennya. Shirin mulai menghidupkan mesin mobil nya lalu membawa by ke arah rumah Via. Tak sampai 20 menit, Shirin sampai di rumah sahabat nya itu, Shirin langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah Via sambil menunggu nya. "Eh, Irin udah dateng, maaf ya lama", goda Via sambil menutupi kesalahannya karena terlalu lama make up.
"Siapa tuh Irin ? temen baru loe ? kok gue nggak tau sih", ucap Shirin tak mempan pada godaan Via.
"Oh iya nih ada makanan tadi bibi Fei masak kebanyakan jadi gue bawa buat loe, karena gue tau pasti loe belum makan karena nggak ada orang di rumah", ucap Shirin sambil menyodorkan kotak nasi pada Via.
"Yey, makasih Shirin-ku yang baik hati. Eh, tapi kok tumben loe sarapan nasi, biasa nya loe sarapan roti ama susu ?", tanya bingung.
"Katanya biar lambung gue nggak sakit karena cuma diisi roti sama susu", jawab Shirin.
__ADS_1
"Ooooh.......", pinta Via membulatkan mulut nya. Sepanjang perjalanan ke kampus, Via memakan makanan yang di berikan oleh Shirin.
////////////////////////
Sesampai di kampus, Shirin lansung memarkirkan mobilnya, lalu matanya tertuju pada satu kotak nasi yang di berikan bibi Fei untuk Galuh, "Eh... ini kan buat Galuh, ya udah deh bawa aja biar sekalian", gumam Shirin lirih. Saat menuju ke kelas ia melihat Galuh, "Via, gue pergi dulu ya ada urusan", ucap Shirin meninggalkan Via.
"Iya, jangan lama lama", jawab Via melanjutkan pergi ke kelas. Shirin mengejar Galuh dan sampailah di taman kampus yang masih sepi. "Galuh", panggil Shirin. Sontak Galuh langsung menoleh ke belakang.
"Ada apa ?", tanya Galuh dengan wajah yang datar.
"Ini ada titipan makanan dari bibi Fei, katanya sebagai tanda terima kasih buat loe karena udah ngebantu dia kemarin", jelas Shirin.
"Oh, nanti titip salam ya buat bibi Fei. Oh iya, kotak makan nya besok gue balikin ya", ucap Galuh menyimpan rasa bahagia nya atas pemberian Shirin untuk nya.
"Ya, yaudah kalo gitu gue balik ke kelas dulu, bye", pamit Shirin meninggalkan Galuh.
**Hello readers!!!
__ADS_1
Maaf ya up nya kelamaan, author nya jadi males ngetik. Semoga kalian nggak bosan sama cerita author, kalo kalian merasa bosen komen aja supaya author mengerti kekurang nya.
SELAMAT MEMBACA** !!!!!