KENANGAN LALU

KENANGAN LALU
01). Prolog


__ADS_3

Kring....kring.....


Suara alarm Shirin berbunyi. Dengan segera ia mematikan alarm nya dan bersiap untuk pergi kuliah. Mahasiswi semester akhir ini berkuliah di Universitas terkenal yaitu Universitas Excellent.


"Shirin!!!", panggil Via. Ya, Shirin memamnggil sahabat nya Via yang di ambil dari nama tengahnya. Refleks Shirin berbalik badan untuk melihat sumber suara yang memanggilnya.


"Ada apa ??", tanya Shirin. "Nanti temenin gue ke perpus kampus ya...",ajak Via. "Iya, nanti gue juga mau balikin buku sekalian pinjam lagi", jawab Shirin. "Ok. Eh... tapi buku yang loe pinjam buku mata kuliah ya???", tanya Via dengan wajah ingin tahu nya."Iya dong, terus buku apa lagi. Emang loe malah pinjam buku novel", ledek Shirin tapi masih dengan wajah datarnya. "Hehe, kok loe tau aja sih. Loe tu bener bener teman tebaik gue deh", ucap Via sambil menunjukkan wajah sok manisnya. "Terserah loe deh, gue duluan ya", jawab Shirin lalu meninggalkan Via. "Eh, Shirin tunggu......", ucap Via mengejar Shirin.


Mata kuliah telah selesai, seperti yang dikatakan Via tadi, mereka pergi ke perpustakaan untuk membaca buku kesukaan masing-masing.


"Gue keluar dulu ya", ucap Shirin.


"Eh, mau kemana ??", tanya Via.


"Toilet", jawab Shirin lalu meninggalkan Via sendiri.


Di dalam toilet Shirin membasuh tangan dan wajahnya. Saat keluar dari toilet, Shirin tak sengaja menabrak orang, "Maaf, loe nggak apa apa?", tanya Shirin sambil membantu pria yang ia tabrak. "Iya gue tidak apa-apa", jawab pria itu.


~Di sisi lain~


"Etdah, lama banget sih Nico di toilet, apa dia ketiduran", gerutu Rian pada Galuh.


Sedangkan Galuh hanya cuek dan melanjutkan baca buku nya. "Eh Galuh, loe kok diem aja sih, gue lagi ngomong juga", ucap Rian sambil menyenggol bahu Galuh.


"Mana gue tau, liat aja sana", ucap Galuh.

__ADS_1


"Oh iya, kalo gitu ayo!", ucap Rian menarik tangan Galuh.


"Males ah, sana sendiri aja", ucap Galuh menolak.


"Ayo, temenin gue dong", ucap Rian menarik narik tangan Galuh dengan kuat.


"Tsk, iya kita pergi", ucap Galuh pasrah.


Mereka mencari Nico di toilet tapi tidak ketemu, akhirnya mereka keliling kampus dan bertemu di taman bersama seorang wanita.


"Di mana sih tu anak, kok nggak ada di toilet", keluh Rian.


"Mana gue tau", jawab Galuh tanpa melihat dan malah fokus pada buku nya.


"Eh eh itu bukannya Nico", ucap Rian sambil menunjuk ke arah bangku di taman kampus.


Akhirnya Galuh melihat Nico bersama wanita yang sedang membalut luka nya di kaki. "Woi Nico, loe lama amat. Tau gak loe kita keliling kampus cuma buat cari loe", teriak Rian yang membuat Nico dan sang wanita terkejut. Ya, siapa lagi wanita itu kalau bukan Shirin.


"Eh Rian, Nico" ucap Nico menyambut temannya.


"Kenapa tu kaki loe", tanya Rian.


"Oh, ini nggak apa-apa, tadi gue ketabrak ni cewek, eh gue malah kebentur kaki kursi deket toilet", jelas Nico sambil tersenyum.


"Ya elah kirain kenapa", ucap Rian.

__ADS_1


"Emm, kalau gitu saya duluan ya", pamit Shirin pada tiga sekawan itu dengan tegang walau wajahnya masih datar lalu beranjak meninggalkan mereka


"Eh tunggu dulu", panggil Nico. Sontak Shirin berbalik.


"Nama loe siapa ???", tanya Nico.


"Shirin", jawab nya lalu meninggalkan mereka dengan wajah terkagum kecuali Galuh, malah dia menunjukkan wajah yang penasaran.


"Mimpi apa gue semalem, kok bisa ketemu bidadari es, sayang banget tu muka nya aja cantik tapi cuek banget", ucap Rian dengan wajah kagum nya.


"Shirin, bukannya itu anak kelas sebelah yang dipanggil putri acuh", gumam Galuh dalam hati.


"Woi Luh nggak usah gitu juga kali muka lo. Gue tau tu cewek cantik, tapi lo nggak gitu banget kan liatnya. Kenapa ? lo mau gebet tu cewek", ucap Rian memecahkan lamunan Galuh.


"Apaan sih, siapa juga yang mau gebet dia", jawab Galuh.


"Hahahahaha......... iya kali Galuh mau gebet cewek, temen cewek aja nggak punya apalagi pacar", ucap Nico memecahkan tawa besar nya.


"Serah deh", ucap Galuh lalu pergi meninggalkan dua kawan nya.


**Hai readers !!!


Makasih udah mampir di novel ini.


Jika ada kesalahan pada penulisan, saya sebagai author minta maaf.

__ADS_1


salam : author**


__ADS_2