
Sudah 1 Minggu sejak kejadian Shirin tersenyum pada Galuh, dan sampai sekarang masih terngiang di kepala Galuh saat Shirin tersenyum. "Woi Luh !! Loe ngapa sih Akir akhir ini sering melamun, mikirin apa loe, mikirin cewek atau mikirin tunggakan utang loe", ucap Rian menyenggol lengan Galuh.
"Gue nggak punya utang ya, loe aja kali yang punya utang", ucap Galuh.
"Hahaha....... double kill..... kena loe Rian , lagian sih, nyari masalah sama Galuh pasti loe kalah dong", ucap Nico sambil tertawa lepas.
"Yee..... gue mana punya utang, gue kaya ngapain juga ngutang", ucap Rian.
"Sombong banget loe, kalo kaya kok minta traktir sama kita ?", ucap Nico meremehkan.
"Ya kan gue ngirit duit,biar nggak abis", jawab Rian.
"Mau ngirit atau takut duit simpanan abis ?", ucap Nico.
"Ya.... dua dua nya dong, biar duit orang tua gue nggak abis", jawab Rian.
"Kalo loe minta kita traktirin loe, sama aja loe ngabisin duit orang tua kita berdua. Udah ah, gue mau masuk duluan", Galuh langsung angkat bicara karena tidak tahan melihat dua orang di depan nya berdebat. Seketika Rian terdiam, "Ya maaf, gue nggak gitu lagi kok", ucap Rian dan menyusul Galuh.
////////////////////////
"Oh iya Rin, gue belom nanya kejadian apa pas gue demam kemaren", ucap Via.
"Nggak ada apa apa kok, kayak biasa aja", ucap Shirin dan seketika langsung teringat saat ia tersenyum pada Galuh, seketika wajah nya langsung menjadi kaku.
__ADS_1
"Nggak ada apa apa kok muka loe kaku, hayo ada apa nih....... kasih tau dong", goda Via.
"Iya nggak ada", ucap Shirin meyakinkan.
"Beneran nih", goda Via dengan wajah penasaran.
"Iya, udah ah, dosen nya udah masuk tuh", ucap Shirin mengalihkan pembicaraan.
"Ah elah, ngalihin pembicaraan", ucap Via sedih karena tak tau kejadian seru apa yang terjadi pada sahabat nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\= garis pembatas \=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
"Rin ke kantin yuk ?", ajak Via.
aku di pesenin nggak, biar pas loe Dateng pesenam nya siap ?", tanya Via.
"Salad sama jus mangga aja", jawab Shirin.
"Oke", jawab Via. Sesampai di kantin Via langsung memesan dan memilih tempat duduk di ujung dekat taman. "Oi Via, kita boleh gabung nggak ?", tanya Rian sbil membawa makanannya, sementara Nico dan Galuh masih mengambil makanan nya. Mereka sekarang sengaja lama jalan nya karena kesal punya teman tak tau malu seperti Rian.
"Boleh kok, duduk aja", jawab Via. Rian langsung duduk.
"Kok loe sendiri, mana bidadari ?", tanya Rian.
__ADS_1
"Ha !! bidadari ?! maksud loe Shirin ?", tanya Via balik. Dan langsung di angguki oleh Rian.
"Dia lagi di toilet, lagian lie kenapa sih manggil dia bidadari ?", tanya Via.
"Karena dia cantik bagaikan bidadari walaupun cuek minta ampun", jawab Rian. Seketika Via langsung menggeleng geleng kan kepala nya.
"Eh kok temen loe di sana ?", tanya Via.
"Oh iya, Oi Nico... Galuh ngapain di sana, sini aja", panggil Rian. Galuh dan Nico langsung memukul wajah masing-masing dengan tangan, dan yang pasti semua mata tertuju pada idola kampus dan Via. Semua pasang mata itu ada yang mengartikan iri dan terpana oleh idola kampus itu. Tepat saat Galuh dan Nico hendak berpindah, datang Shirin yang tergesa gesa karena lama meninggal kan Via lama, tadi ia di telepon oleh bunda nya. Shirin yang tergesa gesa langsung berhenti mendadak karena ada orang di depan nya, siapa lagi kalau bukan Galuh dan Nico. Dengan cepat Galuh meletakkan makanan nya di meja dan menarik tangan Shirin agar tidak terjatuh, "Huft....... hampir aja", ucap Galuh.
"Makasih", ucap Shirin langsung duduk di sebelah Via.
"Ya ampun Rin, ngapain sih loe lari lari, untung loe di bantuin Galuh, kalo nggak nyosor meja loe", ucap Via.
"Ya maaf, tadi gue kelamaan karena di telepon takut loe nungguin jadi gue lari", jelas Shirin.
"Eh eh, menurut gue bunga kampus cocok nggak sama pengeran kampus kita ", ucap salah satu mahasiswi yang duduk agak jauh dari mereka.
"Iya, menurut gue juga, soal nya sama sama cuek, kalo nyatu kan mungkin bisa saling menghangatkan", jawab mahasiswi sebelah nya.
"Kalo menurut gue sih nggak cocok, karena mereka nggak akan mungkin nyatu", ucap mahasiswi yang iri pada mereka. Benar, karena kejadian Shirin jatuh tadi, semua pasang mata langsung melihat ke arah mereka, dan sampai lah pembicaraan mereka di telinga Galuh, dia langsung merasa tidak senang karena ia telah merasa sedikit suka pada Shirin.
"Oi Luh, loe ngapa diem aja, tu makanan kalo nggak di makan biar untuk gue aja", ucap Rian menyadarkan Galuh dari lamunan.
__ADS_1
"Eh... enggak kok, gue nggak apa apa", jawab Galuh. Sedangkan Shirin masih menenangkan detak jantung nya yang berdegup kencang karena kejadian tadi walau, di wajah nya tak terlihat ada kegelisahan malah wajah datar. "Apa jangan jangan gue suka sama dia", gumam Galuh dan Shirin bersamaan di dalam hati. Mereka langsung menggeleng geleng kan kepala masing masing.