
Shirin tiba tiba terbangun dari tidurnya karena bermimpi buruk, saat dilihatnya jam sudah pukul 05.45 . Ia bangun dan bersiap siap untuk berangkat kuliah. Setelah selesai bersiap ia membantu bibi Fei di dapur agar cepat selesai. "Oh iya, nanti bibi nggak usah buat makan malam ya, biar aku aja yang beli. Nah, bibi kerjain aja yang lain kali udah selesai semua bibi istirahat tunggu aku di rumah oke", ucap Shirin pada bibi Fei yang sedang mengambil piring di meja makan.
"Eh, nggak usah non, nanti non repot habis pulang kampus. Lagian kan nona baru sehat, jadi nggak usah", jawab bibi Fei ragu karena takut Shirin akan sakit lagi.
"Tenang aja bi, aku udah sehat kok. Bibi itu perlu istirahat. Masalah makan malam urusan aku, sekali-kali aja bi.... ya", ucap Shirin meyakinkan bibi Fei dengan tersenyum.
"Ya sudah, kalau itu mau nya non. Tapi kalau non nggak bisa bilang aja biar bibi yang masak, kalau nggak kuat jangan di paksain ya non", jawab bibi Fei mengalah sambil menjawab senyuman Shirin. Bibi Fei tau jika Shirin sudah meyakinkan berarti akan susah di tolak makanya jika anak majikan nya sudah meyakinkan ia hanya pasrah, dan juga ia tau ini yang terbaik untuk mereka.
"Aku berangkat dulu bi", pamit Shirin dan di angguki bibi Fei sambil tersenyum.
Shirin pergi menuju mobilnya, lalu ia mengendarai mobil kesayangan nya itu. Sebelum berangkat ke kampus ia menjemput Via karena orang dirumah nya pada pergi semua. Sesampai nya di depan rumah Via, Shirin langsung turun dari mobil untuk memanggil nya. "Vi, udah siap belom ?", tanya Shirin sambil duduk di sofa rumah Via.
"Iya ini udah siap kok", jawab Via berjalan mendekati Shirin.
"Ayo berangkat", ajak Shirin dan diikuti Via di belakang nya. Sepanjang perjalanan, mereka berbicara tanpa henti hingga sampai di depan gerbang kampus. "Ah......, akhirnya sampai. para dosen tersayang tunggu gue", ucap Via meregangkan tubuh nya. Shirin hanya menyeringai sambil menggeleng gelengkan kepala nya karena sikap sahabatnya itu. Shirin tak pernah tertawa, biasa nya ia hanya menggerakkan kepala atau menyeringai, belum pernah ia tertawa selama di kampus, sahabat nya saja hanya sekali melihat Shirin tersenyum saat menelpon adiknya.
Istirahat tiba, waktu yamg di tunggu tunggu Via untuk bersantai sejenak dari penjelasan materi oleh dosen nya. "Rin, ke kantin aja yuk, gue laper nih", ajak Via. Shirin hanya mengangguki kehendak sahabatnya itu. Saat di kantin tinggal satu meja yang kosong, yaitu di paling pojok, mereka mengambil meja itu lalu memesan.
~Kelas Galuh~
"Eh gue laper nih, ke kantin yuk ?", ajak Nico pada Rian dan Galuh.
"Ayo, gue juga nih", jawab Rian antusias.
__ADS_1
"Woi Galuh ! loe ikut nggak ?", tanya Nico sambil melempar gumpalan tissu di tangan nya.
"Hmn", jawab Galuh yang dianggap dua sahabat nya iya. akhirnya Rian dan Nico menarik tangan Galuh sampai kantin, dan tak di tolak oleh Galuh.
"Wah penuh nih, duduk dimana kita ?", tanya Nico.
""Iya penuh semua, eh.... gue tau kita duduk di mana", ucap Rian dan langsung menuju ke arah meja Shirin dan Via.
"Shirin kita bertiga boleh nggak gabung di sini ?, soalnya kursi pada penuh", tanya Rian pada Shirin. Seketika Galuh terkejut dan langsung melihat meja yang di tuju Rian . "Oh boleh, duduk aja", jawab Shirin singkat.
"Oke makasih, Nico ! Galuh ! sini", panggil Rian pada dua sahabatnya dan langsung di turuti mereka. Dan saat itu juga semua mata tertuju pada meja mereka berlima. Mereka berbisik satu sama lain karena melihat idola kampus duduk bersama dua bunga kampus. Mereka tak menanggapi nya karena sudah terbiasa di bicarakan orang lain, berbeda dengan Via, ia akan diam jika itu rumor yang benar tetapi jika itu palsu ia akan langsung bertindak dan hanya Shirin yang bisa menghentikannya. Tak ada di antara mereka yang bicara, mereka hanya menikmati makanan nya, sampai Rian membuka percakapan. "Kelas kalian ada yang bawa buku catatan pelajaran pak Andi nggak ?", tanya Rian pada Shirin dan Via.
"Gue nggak bawa, Rin loe bawa nggak?", jawab Via.
"Gue boleh pinjem nggak ?", tanya Rian lagi.
"Boleh", jawab Shirin lagi lagi singkat dan datar.
"Oke, nanti gue ke kelas loe buat ambil buku. Terus nggak apa apa kan gue balikin nya lusa?", ucap Rian senang.
"Iya, nggak apa apa", jawab Shirin.
Seperti yang di ucapkan Rian tadi, ia datang ke kelas Shirin bersama Galuh karena Rian pulang duluan. "Shirin tu loe di cari anak sebelah", ucap teman sekelas nya. Shirin dan Via langsung menghampiri mereka. "Nih buku nya", ucap Shirin memberikan buku nya pada Rian.
__ADS_1
"Oke, makasih", ucap Rian sambil mengambil buku nya dari genggaman bidadari yang ia puji. Shirin tidak langsung pulang, ia ke ruang dosen dahulu karena ada urusan, sementara Via pulang bersama kakak nya. Setelah urusan nya selesai, Shirin berjalan di koridor kantor lalu seseorang keluar dari kantor dosen dan..... bruk.....
Tubuh Shirin langsung tak imbang dan terjatuh. Tiba-tiba orang yang menabrak nya langsung memberikan juluran tangan pada nya, Shirin langsung menerima juluran itu dan berdiri. "Maaf gue tadi nggak liat ada orang", ucap Shirin.
"Iya, gue juga minta maaf, tadi langsung buru buru jalannya" jelas orang tersebut. Alangkah terkejut nya pria itu saat melihat orang yang di tabrak nya, siapa lagi kalau bukan Galuh. Namun saat Shirin ingin berjalan, kakinya sakit karena terkena kaki meja tak terpakai. "Eh, sini gue bantu, loe mau kemana ?", tanya pria tersebut.
"Ke taman aja", jawab Shirin, daritadi Shirin tidak melihat orang yang menabraknya. Saat di taman, Galuh meletakkan Shirin di kursi lalu pergi untuk membeli obat. Setelah cukup lama, akhirnya Galuh datang membawa obat. Seketika Shirin kaget dengan orang yang menabrak nya. Dengan segera Galuh mengobati luka di kaki Shirin. "Makasih ya", ucap Shirin.
"Iya, lagian ini salah gue juga", jawab Galuh masih sibuk mengobati. "Oh iya, loe masih pusing nggak, kok hari ini udah kuliah sih", ucap Galuh dan langsung membuat Shirin kaget. "kok dia bisa tau gue kemarin pusing", gumam Shirin bingung.
"Udah nggak kok", jawab Shirin bingung.
"Loe udah lupa, kemaren gue yang bantu loe pas mau pingsan", jelas Galuh.
"Oh.... jadi kemarin loe yang bantuin gue. Makasih ya, maaf gue lupa", ucap Shirin.
"Iya, nggak apa-apa. Nah, udah selesai", ucap Galuh sambil tersenyum. Setelah selesai, mereka saling pamit pulang. Dan di saat yang bersamaan di dalam mobil masing masing mereka tak percaya bisa berbicara hanya berdua. "Kok gue jadi deket sama tu cowok (cewek) ya", gumam mereka di mobil masing masing.
**Hai readers !!!
Selamat membaca ya !
Mohon maaf jika ada kesalahan penulisan ya!
__ADS_1
(by : author** )