
Pagi hari cerah di hari Minggu, Shirin terbangun dan langsung masuk ke kamar mandi untuk menyikat gigi dan mencuci muka. Setelah selesai ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan bersama bibi Fei. Menu yang mereka masak memang tak spesial tapi itu sudah cukup untuk mereka berdua, semua makanan tersusun rapi di atas meja makan, ada nasi goreng dan roti panggang, sedangkan yang mereka minum adalah susu segar yang di kirim dari orang tua Shirin. Mereka makan dengan nikmat tanpa membeda-bedakan status nya. "Bi, nanti sore ikut aku jalan jalan ya", ajak Shirin pada bibi Fei.
"Eh, nggak usah non, saya mau beres beres aja", tolak bibi Fei.
"Nah makanya sekarang aja beres beres nya, biar nanti sore kita langsung pergi", ucap Shirin berharap. Ia tau semua orang butuh refreshing, jadi dia mengajak bibi Fei, lagian bibi Fei tidak pernah keluar paling kalau kelir hanya belanja keperluan paling penting saja.
"Ya sudah non, nggak apa apa tapi nggak ngerepotin non", ucap bibi Fei.
"Enggak kok malah nggak sama sekali, ya udah aku bantu beres beres ya", ucap Shirin senang.
"Kenap sih, nona bersikap dingin sama orang lain, padahal kalau sudah senyum manis sekali", batin bibi Fei bingung akan sikap nona muda nya. Seperti yangndi janji kan, mereka beres beres lalu bersiap untuk pergi jalan keluar. "Bibi udah siap ?", tanya Shirin melihat ada orang di depan nya.
"Iya sudah non", jawab bibi Fei.
"Ya udah, ayo pergi", ajak Shirin. Sore ini Shirin memakai dress berlengan seperempat berwarna biru laut sepanjang betis, lalu menggunakan cardigan Levis agar menutupi tubuhnya, ia juga memakai stocking hitam sepanjang lutut ,lalu memakai sepatu high heels setinggi 5 cm. Sementara bibi Fei di suruh Shirin memakai baju kaos panjang berwarna biru dan rok berwarna biru navy, bibi Fei sebenarnya agak tidak nyaman tetapi mau tidak mau harus menggunakan nya. Shirin mengemudikan mobilnya ke sebuah restoran langganan Shirin dengan Via. "Ayo bi, kita makan dulu baru jalan jalan", ucap Shirin.
"Iya non, nggak apa apa kok", jawab bibi Fei. Setelah selesai makan, Shirin kembali mengemudikan mobilnya ke taman dekat alun alun kota, sebenarnya ini pertama kali untuk Shirin ke taman selama kuliah. Shirin adalah orang yang tidak ingin berbaur pada lingkungan sekitar karena menurutnya percuma saja.
__ADS_1
"Ayo bi, kita turun", ajak Shirin sambil turun dari mobil.
"Iya non", jawab bibi Fei juga ikut turun.
"Bibi kalau mau beli sesuatu bilang aja, biar aku belikan", ucap Shirin.
"Mmnn....... ya udah non", ucap bibi Fei.ereka berkeliling taman sambil membeli cemilan dan minuman. "Bibi tunggu di sini ya, aku mau bi minum", ucap Shirin meninggalkan bibi Fei.
"Iya non", jawab bibi Fei. Tetapi sayang nya, saat makanan yang di pesan selesai, bibi Fei mencari Shirin, walau sudah di cari tetapi bibi Fei tetap kehilangan Shirin. Bibi Fei menyusuri jalan di taman, bruk...... bibi Fei menabrak seorang pria. "Eh, maaf den, saya buru buru", ucap bibi Fei menunduk.
"Iya den, saya nyari anak majikan saya", jawab bibi Fei.
"Siapa namanya mbak ? umur nya berapa ?", tanya pria itu lagi.
"Namanya nona Shirin umurnya kalau nggak salah 20 tahun ", jawab bibi Fei.
"Eh, Shirin, maksudnya Shirin Anadira ?", tanya pria itu lagi.
__ADS_1
"Iya den", jawab bibi Fei.
"Oh, itu teman satu jurusan saya mbak, kalau gitu saya bantuin cari ya", ucap pria itu memberikan tawaran.
"Kalau ngerepotin nggak usah den, biar saya sendiri aja", ucap bibi Fei.
"Enggak kok, kan tadi saya yang nabrak, jadi ini sebagai tanda minta maaf", uca pria itu. Ya, siapa lagi kalau bukan Galuh. Akhirnya Galuh menemani bibi Fei mencari Shirin. Ternyata Shirin duduk di pinggir kolam air mancur sambil melamun. "Eh mbak, itu bukan orang nya ?", tanya Galuh menunjuk ke arah seorang wanita yang sedang duduk di pinggir kolam.
"Iya den, itu orang nya", jawab bibi Fei.
"Ya udah, ayo ke sana", ucap Galuh dan diangguki bibi Fei. Mereka berjalan ke arah Shirin yang sedang melamun. "Rin", panggil Galuh dan tidak di respon Shirin. "Shirin", panggil nya sekali lagi dan masih tak di respon. "Shirin Anandira Anastasya", panggil Galuh ke tiga kali dan langsung di respon Shirin dengan menoleh ke sebelah kiri nya. "Eh, Galuh kok ada di sini ? dan bibi Fei kok ada sama dia ?", tanya Shirin bingung.
"Emang ini taman cuma loe yang boleh dateng. Tadi gue nggak sengaja nabrak dia, terus gue bantu dia cari loe", jelas Galuh.
"Oh... maaf ya bi, tadi aku lupa kalo bibi nunggu di sana", ucap Shirin.
"Nggak apa apa kok non, yang penting udah ketemu", jawab bibi Fei. Galuh langsung terpukau melihat Shirin dengan balutan dress biru laut. "Ya Tuhan, ni cewek makin cantik aja, tau gue udah nahan biar nggak naksir tapi ngeliat dia kayak gini gue makin naksir dong", batin Galuh. Lalu ia menggeleng gelengkan kepala nya, "Emang bener bener nggak bisa di pungkiri banget kalau gue suka sama dia", batin Galuh lagi.
__ADS_1